Archive | Hidup Sehat RSS for this section

4 Gerakan untuk Bahu yang Lebar dan Kuat….

Anda bisa melakukan 4 gerakan ini untuk mendapatkan bahu yang lebar dan kekar.

1. Barbell Shoulder Press

Latihan ini dilakukan untuk dapat meningkatkan massa dan kekuatan otot bahu atau front and middle deltoid. Kedua otot ini adalah otot yang membentuk bahu anda. Dengan gerakan ini bahu yang lebar, kekar dan kuat akan diperoleh.

Bagaimana cara melakukannya ?
– Kaki selebar bahu, letakkan bar tepat di depan dada. Jarak tangan selebar bahu
– Dada tetap tegak
– Angkat barbell tegak lurus (siku jangan dikunci)
– Saat mengangkat, pastikan dada tetap tegak dan jangan gerakkan pinggul ke depan
– Kembali turunkan beban ke dada dan ulangi


2.
Cable Lateral Raise

Dengan alat seperti kabel ini, tegangan pada otot selalu terjaga dalam setiap pergerakan, tidak seperti dumbel dimana sebagian dilakukan oleh gaya gravitasi.

Bagaimana cara melakukannya ?
– Berdiri di samping mesin (pegandan D)
– Tarik dan tahan hingga sejajar bahu secara perlahan senyaman mungkin
– Turun ke posisi awal dengan lambat

3. Arnold Press

– Duduk dengan memegang dumbel ke arah muka
– Pastikan kaki menapak, punggung menempel kursi dan wajah ke depan
– Tekan dumbel ke atas dan putar sampai menghadap ke depan
– Turunkan dengan perlahan

4. Reverse Dumbbell Flye

Gerakan ini difokuskan pada bagian bahu belakang. Perlu keseimbangan sempurna dalam gerakan ini.

Bagaimana caranya ?
– Berbaring di bench dan pegang dumbel pada masing-masing tangan
– Tangan sedikit melengkung dan angkat beban
– Pastikan dumbel sejajar dengan bahu
– Kembali ke posisi awal.

Masing-masing gerakan dapat dilakukan 3-4 set dengan repetisi 10-12 kali.
Semoga Bermanfaat dan Berhasil

SUKAWANA (1st Edition) – 27 Maret 2010

Jelang pukul 05.30 sesuai dengan kesepakatan 4 orang member Laskar Cimahi (EJ, HA, Sampras dan Mas Pras) telah kumpul di mulut komplek Pondok Mutiara. Dengan semangat 2010 kami menyusuri jalan Pesantren, Gumil, Sariwangi menuju kediaman Ustad eh…Mas Anung Asmoro.

Di komplek Graha Lista harapan kami pupus, karena ternyata tidak ada hidangan penghangat tubuh (hiks…); keringat kami di tanjakan-tanjakan awal hanya terhapus oleh bekal minum yang kami bawa sendiri…he he he…

Ikhwal menunggu rekans KPBS (Kelompok Penggowes Bandung Selatan) ternyata berubah di luar rencana….waktu sudah menunjukkan pukul 06.15 rekans KPBS (RI dan Mas HH) sudah menunggu lewat jalan tembus dari Gegerkalong Tonggoh…ditemani sang Ustad dan juga sekaligus motivator unggul, Mas Amri.

Ragam tanjakan kami lewati dari arah Jl. Sariwangi menuju simpang the Peak. Saya dan rekans laskar Cimahi yang tidak pernah sekalipun melewati jalur ini terpaksa merelakan untuk ditinggal oleh anggota lain yang ternyata memiliki ayunan dengkul dan napas yang luar biasa. Dengan alasan mengambil beberapa foto (biar nggak dibilang loyo); dengan penuh kepastian kami bisa juga sampai di check point 1 gerbang the Peak.

Setelah mengambil beberapa gambar, keputusan untuk makan Tahu ternyata berubah. Bukan apa-apa, karena disana telah ada rombongan “the have” yang sudah kumpul dengan sepeda-sepeda MTB yang waw….(berkelas…!!!) – Tim memutuskan untuk lanjut mencari warung makan di seputaran Kol. Masturi. Alhamdulillah kami akhirnya makan dengan lahap lengkap dengan lauk khas Sunda (ayam, tahu, sayuran, dan sambalnya yang moooiiii…). Oh ya..kami juga ditemani oleh Pak Rachmat Surya Pati yang kebetulan mau turun pulang…tapi batal karena melihat rombongan kami.

Setelah menikmati hidangan sarapan dengan nasi panas…kami yang awalnya sepakat untuk menyeberang menuju gerbang perkebunan teh Sukawana tergugah untuk mengikuti saran Mas Amri…”wah..jalan ke kebun Teh Sukawana lewat situ jauh…mending lewat Vila Istana Bunga…disana jalannya lebih dekat….”

Setelah saweran untuk membayar sarapan tersebut, kami menggowes sepeda ke arah Vila Istana Bunga. Disini kok nggak ada turunan ya? Semua jalanan nanjak…Dengan berbagai teknik (goyang kanan, goyang kiri, teriak bacaaangg…….) akhirnya kami sampai di ujung Vila ini….menuju single track…

Mas Amri sebagai leader tim dan juga motivator, senantiasa menantang kami untuk tetap semangat dan tentu saja tetap gowes tanpa jatuh. “Hayo….kalian pasti bisa lewat jalan ini…lha Aku nanti akan tunggu kalian di atas…tidak boleh jatuh ya…” Kami selalu diberi motivasi untuk tetap bisa lewat jalanan setapak yang kualitas jalannya….hmm….asyik banget..!!! Kalau kaki jatuh harap mengulangi lagi ya…?? kami sempat terdiam…Tapi contoh yang diberikan Mas Amri memang demikian. Beliau mencoba, kaki terjatuh….dan balik lagi untuk mencoba…

Jatuh, meringis, tersenyum dan tertawa membuat perjalanan ini terasa makin menyenangkan. Disaat persediaan minum kami sudah menipis, mas Amri mengatakan bahwa “tanjakan sudah tidak ada lagi…paling ada tanjakan lucu di depan…Ada warung terakhir kok…!! Kami tetap tertawa sambil menikmati sejuknya udara pegunungan dan tawa riang siswa SD yang menyapa kami.

Pegalnya persendian, keringnya kerongkongan dan sisa tenaga kami pulihkan di warung tepat di depan pengolahan Teh Sukawana. Sambil minum teh panas, beberapa ada yang menggosok kakinya dengan pengurang rasa sakit, makan roti dan bercengkrama. Tenaga sudah terkumpul…siap untuk berangkat!!

Ternyata janji tanjakan bahwa sudah tidak ada lagi hanya janji….kami dihadapkan dengan beberapa tanjakan (yang landai) dan bersiap untuk masuk kembali ke single track. “Lewat kiri ya…disana jalannya lebih enak..bisa cepat masuk jalur kebun teh..” demikian teriakan yang diucapkan oleh mas Amri. Kami sangat menikmati jalur ini….Satu persatu kami menyusuri jalan sempit di antara rimbunan pohon teh. Jalan tanah, turun naik dan datar kami lewati bersama dengan penuh keceriaan. ”Hayo…kita coba tanjakan ini ya….Semua ikuti saya…jangan sampai turun kakinya..” Demikian sang Ustad memberikan semangat kepada kami untuk mencoba tanjakan panjang ini….Satu persatu kami mencoba…tak ada yang berhasil…!!!

Akhirnya kami berhenti di sebuah saung di tengah kebun teh. Mas Amri tengah asyik bercengkrama dengan beberapa Siswa SD Cihideung dengan akrabnya. Setelah mengambil beberapa foto kami melanjutkan perjalanan menuju Curug Putri Layung…

Entah sengaja atau tidak, kami mengikuti trek yang disuguhkan oleh Mas Amri. Trek ini sepertinya aneh…Dengan alasan ada jalur yang pendek, kami mengikuti petunjuk yang diberikan. Mulai masuk ke padang ilalang, lewat areal jalan setapak yang sangat sempit sampai memanggul sepeda akhirnya kami lakoni. Eh..setelah sampai di atas kok kami melihat jalan yang lebih bagus??? Dengan santainya mas Amri menjawab…”Kapan lagi kita bisa lewat jalan ini?? Kamipun terhenyak dan selanjutnya tersenyum….Dalam hati saya menjawab ”terserah deh!!!”

Perjalanan kami lanjutkan setelah mengobati mas AA yang ternyata tangannya tergores ranting dan terluka. Wah..air sudah menipis nih….jalan selanjutnya adalah tanjakan berupa jalanan berbatu (makadam) yang belum jelas ujungnya dimana…Dengan santai mas Amri selalu bertanya kepada petani teh yang lewat..”Mas jalan ke Curug Putri Layung kemana?” dan selalu dijawab dengan bahasa Sunda. Entah beliau mengerti atau tidak kok kami merasa seperti melewati jalan yang semakin aneh??? Turunan ekstrim yang tidak mungkin kami lewati dengan gowes terpaksa kami lewati dengan memanggul sepeda…

Apa salah bunda mengandung? Setelah susah payah kami menuruni lembah yang sempit..eh ternyata di samping kami ada jalan (trek) yang lebih bersahabat. Dengan santai mas Amri menjawab ”lha siapa yang suruh percaya saya? Lha goggle aja nggak bisa dipercaya??? Halah….istilah apa lagi ini….

Selanjutnya kami menikmati jalan yang sangat teduh…melewati beberapa jalur pipa air milik Advent..semak belukar. Setelah beberapa turunan (yang harus memanggul sepeda) akhirnya kami sampai juga di air terjun (curug) Putri Layung.

Dengan santai Mas Amri mencontohkan kepada kami teknik memanggul sepeda melewati sungai di depan kami. Sejenak sang Ustad berfoto dengan latar belakang air terjun. Indah sekali pengalaman ini. Kami pun bergegas mengikuti jejak Mas Amri untuk duduk santai di hamparan batu tepat di tengah curug. Beberapa rekans yang membawa pakaian ganti tidak sabar untuk berenang menikmati air yang dingin dan sejuk ini.

Setelah cukup melepas lelah ditemani dengan aroma ikan panggang yang dimasak oleh sekelompok anak muda yang sedang traking kami semua melewati curug dan dengan teknik memanggul sepeda seadanya kami naik ke atas bukit untuk kembali gowes menuju kawasan Komando (latihan Kopassus)

Disini kami sempat bertemu dengan ”petugas” yang kemudian melarang kami untuk masuk ke kawasan itu. Dengan alasan kami adalah tamu Ustad ”Amri” dari DT akhirnya kami bisa diperbolehkan melewati kawasan ini.

Dengan santai mas Amri kembali naik mencari mesjid AA Gym yang berada lebih di atas lagi. Teman-teman yang sudah mulai kepayahan karena kehabisan stok air minum dan perut yang sudah mulai lapar menolak jalur yang dilewati mas Amri. Beberapa berkata ”Udah ah…sekarang kita yang ngerjain Mas Amri” – ”Kita tinggal aja turun ke bawah..nanti ketemu di warung bawah aja”..he he he…

Dengan semangat 45 dan di depan kami terhampar jalan turunan nan aduhai (makadam) kami turun dengan kecepatan yang penuh…Untuk sepeda yang memiliki suspensi tentu ini adalah jalur yang aduhai…tapi untuk sepeda yang rigid…hmm ini adalah penyiksaan…

Turunan demi turunan kami lewati. Hingga akhirnya kami berhenti di bibir pintu masuk Komando (Jl Kol Masturi) untuk berhenti di sebuah warung…Kenikmatan makan siang!!

Pada saat kami tengah makan, sang Ustad tiba dengan berkata ”Lha, kenapa kalian nggak mengikuti aku? Kan aku sudah menyiapkan makan siang disana? He he he…udah deh Mas..kita makan aja disini…

Makan dengan menu sederhana tetap kami nikmati…Sambil bercengkrama tak terasa kami menyudahi makanan di warung ini dengan…..saweran lagi…!!

Kemudian kami melaksanakan shalat Zuhur di sebuah mushalla tepat di depan warung makan. ”Kelihatan nih muka2 yang jarang shalat” demikian ustad Amri mengingatkan kami. Jelas sekali makna yang terkandung dalam ucapan beliau…he he he…

Di ujung persimpangan ini kami berpisah untuk kembali ke rumah masing-masing. Saya dengan 3 anggota lain Laskar Cimahi sepakat untuk turun kembali menyusuri jalanan Kol Masturi. Menikmati jalan aspal mulus yang turun memacu adrenalin saya untuk mencoba mencapai kecepatan puncak. Alhasil saya berhasil mencapai kecepatan 67km/jam!!

Sayang tak dapat diraih..rekan saya mas HA ternyata terjatuh menghantam lobang karena menghindari sebuah angkutan umum. Kami bertiga yang menunggu cukup lama di persimpangan Citereup tidak bisa menghubungi mas HA. Dengan berasumsi bahwa mungkin Mas HA mengambil jalur alternatif kami memutuskan untuk kembali menuju pulang. Di depan rumah saya menunggu mas HA…setelah beberapa saat saya bertemu dengan Mas HA dan mendapatkan informasi bahwa beliau jatuh di perjalanan pulang. Namun setelah konfirmasi bahwa mas HA dalam kondisi baik, saya mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT bahwa semua tim kembali ke rumah dengan selamat.

Demikian sekilas laporan perjalanan Gowes Sukawana Edisi 1.0.

Kami bertekad akan mencoba jalur ini lagi….(turun apa naik ya???)

Salam, EJ-2010 (United Patrol 2009)

Menyibak MITOS MASUK ANGIN

Banyak orang mengakui bahwa gejala masuk angin sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu. Namun pada kenyataannya istilah medis untuk masuk angin tidak ada sama sekali. Seperti apa sih fenomena masuk angin itu?

Masuk angin merupakan sebuah gejala dimana kita akan sakit (biasanya masa inkubasi sebelum flu). Gejala tersebut diantaranya pusing, suhu tubuh naik, perasaan tidak enak di perut seperti ingin muntah dan keringat dingin.

Masuk angin merupakan istilah asli bangsa Indonesia untuk rasa kurang enak badan. Beberapa orang sangat rentan terhadap perubahan cuaca seperti dari musim panas ke musim hujan (atau dikenal dengan musim pancaroba). Hampir semua orang menyalahkan sang “angin” sehingga istilah “masuk angin” digunakan karena ada angin yang masuk ke dalam tubuh. Jika kita begadang, tidurnya singkat maka angina akan masuk ke tubuh. Akibatnya kita bisa masuk angin pada saat bangun tidur…..

Selanjutnya pasti terjadi sebuah dilema. Jika kita biarkan angin di dalam tubuh maka kita akan sakit…tapi jika kita keluarkan maka akan membuat orang sakit karena kita keluar angin (kentut) – apalagi jika dilakukan di ruangan tertutup…he he he…

Hal sederhana yang kita lakukan untuk mengobati masuk angin pasti sudah sering dilakukan. Teknik tradisional yang cukup ampuh adalah dengan istilah “kerokan”; mulai dari leher, punggung, tangan, dada, pinggang bahkan ada yang sampai ke perut. Teknik yang sudah cukup maju adalah dengan minum jamu tolak angin, massage atau pergi ke sauna…

Kerokan

Banyak orang sangat percaya pada khasiat kerokan hingga baru akan merasa sembuh jika telah dikerok.Konon, warna merah yang timbul pada kulit setelah kerokan adalah pertanda kalau Anda
memang masuk angin. Makin pekat warnanya, pertanda makin banyak pula angin yang berdiam di tubuh kita. Padahal, itu pertanda bahwa pembuluh darah halus (kapiler) di permukaan kulit pecah hingga terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok.

Dengan kerokan itu banyak orang yang masuk angin merasa lebih baik. Sebab dengan kerokan dan pijat, otot menjadi lemas dan pembuluh darah halus di dalamnya melebar sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang tersedia untuk jaringan otot. Selain itu, toksin yang menyebabkan pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan.

Yang perlu diwaspadai adalah rasa masuk angin yang disertai keringat besar, disertai rasa nyeri atau rasa berat di dada yang biasa disebut sebagai angin duduk. Angin duduk ternyata tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan sindrom serangan jantung koroner akut. Bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama. Jadi jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan gawat darurat jantung.

Banyak yang menilai bahwa gejala kedinginan yang disertai batuk, pilek, kembung, sendawa dan pegal-pegal sendi serta otot merupakan indikasi gangguan masuk angin. Untuk itu saya sering berpikir apakah gejala tersebut disebabkan oleh masukknya angin ke dalam tubuh????

Rasa penasaran ini kemudian saya teruskan ke seorang Dokter yang merupakan keluarga terdekat saya…..Beliau menjawab “Dunia Kedokteran tidak mengenal penyakit masuk angin!!”    Nah lho…..

Sebab Masuk Angin

Ada beberapa penyebab kenapa kita menderita gejala masuk angin ini. Diantaranya adalah cuaca dan masuknya udara ke dalam tubuh.

Cuaca yang dingin dapat menimbulkan mekanisme “vasoconstricion dimana terjadi penyempitan pembuluh darah kita. Akibatnya mekanisme untuk menghambat pengeluaran kalori berlebihan dari tubuh, sehingga tidak terjadi Hipotermi. Nah..Vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah ini dapat mengakibatkan peredaran darah di tubuh kita kurang lancar, sehingga hasil metabolisme, dan asam laktat terakumulasi pada otot-otot kita..akibatnya pegal-pegal dan seluruh tubuh kita tidak enak…

Penyebab lain adalah masuknya udara dan tertelan melalui rongga mulut atau istilah kedokterannya aerophagi. Gejala umum yang ditimbulkan adalah perut kembung akibat akumulasi gas dan udara yang masuk terkumpul secara berlebihan di organ lambung. Penderita akan mengalami dyspepsia, yaitu nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada yang mengakibatkan perut terasa penuh, sakit bahkan terasa terbakar. Bisa juga disebabkan oleh kebiasaan merokok.

Apa yang harus dilakukan ?

Ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan dan dihindari jika kita menderita gejala masuk angin tersebut. Diantaranya :

  1. Minum obat-obatan; jika anda mengalami gejala maag dapat meminum obat anti asam lambung. Bila ada gejala demam dapat minum obat paracetamol. Sedangkan bila ada gejala ketegangan otot bisa meminum obat relaksasi otot seperti myonal.
  2. Minum jamu ; jamu atau obat yang “wes..ewes..ewes..bablas anginnya” hanya berfungsi mengeluarkan udara dalam saluran pencernaan (jadi sering buang gas), dan menghangatkan badan karena banyak mengandung jahe, dll. Tapi, kalo jamu-jamu buat pegel-pegel..lebih baik jangan..karena banyak yang mengandung Steroid dan Obat penghilang sakit non steroid (NSAID), yang dapat mengakibatkan banyak komplikasi lain, seperti: Sakit lambung, bahkan sampai lambungnya jebol (bocor)..Hati-hati mengkonsumsinya.
  3. Jaga makanan dengan asupan nutrisi seimbang (4 sehat 5 sempurna). Kurangi konsumsi makanan berlemak, perbanyak konsumsi buah dan sayuran serta kurangi makanan yang mengandung banyak gas seperti kol dan sawi.
  4. Lakukan olahraga yang melibatkan aktifitas fisik minimal 3 kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit setiap sesi.
  5. Istirahat yang cukup; lakukan istirahat tidur selama 6-8 jam sehari. Dan yang penting sesuaikan pakaian yang anda kenakan dengan suhu lingkungan di luar tubuh. Hindari kontak langsung udara luar dengan kulit. Terlebih bila suhu sedang dingin.
  6. Untuk anda yang mengendarai sepeda motor, jagalah pusar anda. Bila melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan bermotor tempelkan koyo dipusar anda. Fungsinya bukan untuk menghalau angin, tetapi agar pusar kita tidak dingin, ini ada kaitannya dengan meningkatnya asam lambung kita.
  7. Minumlah minuman yang hangat sebelum dan sesudah makan, jangan biasakan minum air es..Ini juga bisa meningkatkan asam lambung dan lama-lama bisa jadi maag, perlu dicatat bahwa penyakit maag bukan hanya disebabkan karena sering telat makan tetapi juga bisa karena faktor ini.
  8. Puasa, inilah misteri kehebatan puasa.. Jika kita sering berpuasa maka asam lambung kita tetap terjaga. Artinya lambung kita jarang bekerja sehingga asam lambung yang dikeluarkan untuk memproses makanan juga jarang dikeluarkan berlebihan. Tapi ingat, kalo buka puasa jangan terlalu kenyang karena itu sama saja.. dan jangan biasakan buka puasa minum yang terlalu dingin.
  9. Melakukan Terapi BEKAM; terapi ini akan dibahas di tulisan lain ya….
  10. Hindari Kerokan; karena kerokan sebenarnya untuk memecahkan kapiler-kapiler darah, sehingga terasa enak karena pembuluh darah kembali melebar..namun waw..badan kita rusak berat..dan tahukah anda, kenapa orang yang kebiasaan dipijet dan dikerok kayaknya kecanduan? hal itu dikarenakan tubuh kita akan mengeluarkan zat “endorfinSejenis Morfin namun endogen (dihasilkan tubuh), sebagai mekanisme pertahanan terhadap rasa nyeri…

Diolah dari berbagai sumber (majalah, internet dan pengalaman pribadi)

Sakit dan Nyeri kala Bersepeda

Awalnya saya menikmati hobi sepeda ini karena mengikuti teman-teman yang sudah lebih dahulu berkecimpung dalam dunia sepeda. Tanpa berbekal ilmu dan pengetahuan yang memadai saya mencoba menikmati hobi baru ini. Tapi apa mau dikata setelah beberapa kali mencoba trek sepeda, bukannya sehat kok malah sakit?

Saya coba bertanya dan belajar dari pengalaman dan membaca beberapa buku, ternyata banyak juga sakit yang disebabkan oleh bersepeda. Hampir seluruhnya disebabkan karena kurang pengetahuan kita. Dengan mengetahui jenis-jenis cedera Insya Allah dalam menikmati hobi ini kita bisa terhindar dari sakit dan cedera tersebut.

ACHILLES TENDONS

Otot Achilles adalah otot yang berada dibelakang ankle atau tumit, yang menghubungkan otot betis dan tumit. Jika kita merasa sakit pada otot ini, menandakan bahwa kita bermasalah dalam teknik pedaling (mengayuh). Cedera ini sering disebabkan karena pergerakan tumit yang salah pada saat menekan pedal. Hal ini dipengaruhi biasanya oleh setelan sadel yang terlalu tinggi, atau memberikan tekanan pada tumit yang terlalu besar pada saat pedal di bawah.

Kemungkinan lain adalah pada saat mengayuh terjadi ketidak seimbangan antara tumit pada saat gerakan pedaling maju ke depan. Semakin besar tekanan yang diterima tumit maka semakin besar pula tekanan yang diterima oleh otot achilles ini.

Langkah terbaik untuk menghindari cedera otot achilles ini adalah dengan melakukan pemanasan sebelum bersepeda. Apalagi umumnya cedera otot ini ditemukan pada orang dewasa.

PERGELANGAN KAKI (ANKLES)

Cedera pergelangan kaki sering disebabkan karena proses gerak pada saat pedaling (mengayuh). Sakit pada pergelangan kaki cenderung disebabkan karena kesalahan dalam menggunakan sepatu (berbahan keras dan tidak elastis)

Penyebab lain adalah pedal atau crank yang bengkok sehingga kaki bergoyang atau mengalami getaran ke belakang dan kembali berulang pada saat pedal berputar.

PUNGGUNG

Sakit atau cedera punggung pada saat bersepeda umumnya disebabkan karena posisi tubuh yang tidak sempurna. Posisi tubuh yang baik pada saat bersepeda sangat berbeda dengan posisi tubuh saat duduk atau berdiri. Posisi mengayuh yang baik harus mampu mendukung gerakan mengayuh yang sempurna dan juga mampu melindungi pengendara pada saat terjadi goncangan di jalan yang tidak rata.

Pada saat mengendarai sepeda, punggung harus melengkung, tidak menunduk lurus ke depan diantara pinggang dan bahu. Jika punggung dengan sempurna melengkung maka pada saat terjadi benturan atau goncangan maka punggung akan dengan mudah melentur dalam arah lengkungan; hal ini menyebabkan kondisi punggung tidak mendapat hentakan.

Beberapa cedera punggung juga terjadi pada orang yang melakukan modifikasi setang atau handle bar yang terlalu tinggi. Akibatnya posisi duduk tegak, tulang punggung lurus  dan cenderung terkunci. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan karena tulang punggung yang lurus cenderung tidak akan bereaksi pada saat tubuh dan sepeda menerima guncangan. Posisi punggung lurus dan terkunci sangat nyaman kalau sepeda dalam posisi diam, tapi menjadi tidak nyaman pada saat mengendarai sepeda (terutama dalam kondisi jalan yang cepat)

TELAPAK KAKI

Nyeri di telapak kaki sering disebabkan oleh penggunaan alas kaki (sepatu) yang tidak tepat, terutama sepatu yang solnya lembut yang secara tidak sadar membuat konsentrasi kita mengayuh pedal tekanannya semakin kuat. Penyebab lain adalah penggunaan gigi yang tinggi, dimana akibatnya tekanan ke tapak kaki semakin juga semakin besar.

Untuk beberapa orang telapak kaki sangat sensitive, gampang nyeri dan panas. Langkah terbaik adalah dengan menggunakan sepatu atan sandal khusus untuk sepeda. Untuk mengendarai jarak yang cukup jauh sebaiknya gunakan kaus kaki yang baik.

Jika mengendarai sepeda di daerah yang cukup banyak rintangannya, ada baiknya kita menggunakan sepatu khusus yang mampu melindungi kaki dari ranting, duri atau serangga tertentu.

JARI

Rasa kaku atau mati rasa pada jari adalah gejala yang sangat berbahaya pada saat mengendarai sepeda atau disebut juga dengan sindrom terowong karpal (carpal tunnel syndrome). Nyeri atau kaku pada jari umumnya disebabkan oleh posisi tubuh atas yang tidak sempurna.

Sama seperti tapak kaki, tapak tangan juga memiliki tumit (heel) yang sisinya cenderung keras. Pada tapak tangan terdapat jaringan saraf yang sangat penting yang sebenarnya tidak boleh mendapat tekanan yang berlebihan. Kondisi pada saat mengendarai telapak tangan menekan seluruh setang dan juga setang menekan tangan.

Untuk menghindari gejala nyeri dan mati rasa sebaiknya gunakan sarung tangan atau grip setang yang berbusa tipis.

PERGELANGAN TANGAN

Rasa mati rasa atau kaku pada pergelangan tangan disebabkan oleh posisi pergelangan tangan yang tidak tepat. Posisi tangan yang baik adalah segaris dengan lengan bawah. Jika tangan kita menekuk ke depan maka otot dapat menjadi terjepit yang dalam waktu tertentu akan menyebabkan mati rasa atau kaku.

LUTUT

Dengan teknik bersepeda yang baik, harusnya lutut menerima tekanan yang tidak terlalu besar. Berbeda dengan gerakan aerobic lainnya seperti lari dan lompat. Meski demikian, nyeri di bagian lutut sering terjadi; umumnya disebabkan karena teknik yang buruk dan posisi tubuh yang tidak sempurna, diantaranya :

  • Pemilihan gigi (gear) : jika sering menggunakan gigi yang tinggi (ringan) potensi nyeri lutut sangat besar
  • Ketinggian sadel : jika sadel terlalu rendah maka tekanan atau impact terhadap lutut menjadi lebih besar
  • Posisi kaki dan pedal : pada dasarnya posisi orang dalam mengayuh mengikuti posisi natural saja. Ada yang cenderung menekan pedal dengan tumit atau ujung jari. Jika kita menggunakan sepatu khusus bersepeda usahakan posisi pedal pada lekukan sepatu yang memang dirancang khusus. Jika kita menggunakan posisi yang berbeda bisa dipastikan kita akan mengalami cedera yang cukup serius.

LEHER

Nyeri di leher sering disebabkan oleh postur bersepeda yang buruk.

Masalah nyeri di leher lainnya disebabkan oleh posisi helm yang tidak sempurna. Jika terlalu ke depan atau terlalu ke belakang. Kondisi ini secara tidak sengaja akan membuat leher bergerak untuk memetulkan posisi helm ke semula. Untuk itu pastikan kondisi helm kita sempurna dan tidak menganggu pandangan.

Posisi kacamata juga berpotensi membuat leher menjadi nyeri. Jika kacamata turun sampai ke hidung, maka secara otomatis kita akan menggerakkan kepala ke atas agar kacamata kembali ke posisi semula.

BAHU

Nyeri bahu sering disebabkan oleh posisi postur yang salah.

Penyebab lain adalah sudut sadel yang terlalu rendah. Kondisi ini akan memaksa tubuh kita semakin maju ke depan dan akhirnya tekanan ke bahu juga semakin besar. Jika kita merasa sakit atau nyeri pada salah satu sisi punggung mungkin cek ulang lagi simetri dari tangan kita, apakah tangan kita menekuk secara paralel dan sama lekukannya? Atau apakah salah satu bahu kita lebih tinggi dibanding sisi lainnya?

PAHA

Buat anda yang jarang mengendarai sepeda (jarang dilatih) dan langsung mengendarai dalam jarak yang cukup jauh sangat berpotensi untuk mengalami nyeri pada bagian ini. Penyebab lain adalah posisi sadel yang kurang pas, bentuk sadel yang terlalu lebar, atau bahan sadel yang terlalu keras

Penggunaan celana khusus sepeda sedikit banyak cukup membantu karena memiliki bantalan foam pada bagian-bagian tertentu. Namun hati-hati untuk celana yang memiliki bantalan berlebihan karena bisa membuat kulit menjadi ruam atau lecet.

POSTUR YANG BAIK

Dari penyebab rasa sakit atau nyeri diatas banyak yang dipengaruhi oleh postur yang baik. Posisi atau postur yang baik tentu membuat kita nyaman dalam mengendarai sepeda. Dengan posisi yang baik aktifitas mengayuh sepeda menjadi optimal dan bisa mengantisipasi benturan atau goncangan pada saat melewati jalan yang rusak atau bergelombang.

Postur yang buruk umumnya ada pada 3 titik, yaitu:

  1. Punggung: punggung harus melengkung (membentuk busur). Tubuh yang lengkung cenderung lentur dan mudah menyerap getaran atau goncangan yang diterima tubuh.
  2. Siku : posisi siku harus sedikig menekuk tidak lurus dan mengunci. Dengan posisi ini otot lengan berfungsi juga sebagai peredam atau suspensi.
  3. Bahu : bahu harus mengarah ke depan sehingga otot dada ikut membantu menahan berat tubuh bagian atas.

*) Diolah dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi

Yuk Memilih Sepeda (MTB)

Pertanyaan yang sering muncul dalam benak saya pada saat ingin memiliki sebuah sepeda gunung (Mountain Bike) adalah “apa sepeda terbaik yang akan saya beli??”. Setelah mencari informasi, membeli beberapa majalah sepeda saya semakin bingung karena banyak sekali merk yang ditawarkan. Dengan rentang harga yang sangat jauh saya menilai kok sepertinya mirip sekali ya? Harga murah sampai termahal ternyata sangat ditentukan oleh kekuatan dan kemampuan sepeda tersebut dengan berbagai macam material yang digunakan.

Pertanyaan lain kemudian muncul, bagaimana kalau saya tidak puas dengan sepeda yang saya miliki? Apakah saya dengan mudah dapat melakukan peningkatan (upgrade) dengan komponen baru dengan mudah? Semakin bingung ketika mengetahui perkembangan teknologi pada sepeda sangat cepat sekali. Sebut saja rem yang dulu menggunakan cantilever (V-brakes) sekarang sudah berubah ke cakram (disc brakes); atau garpu depan (forks) yang saat ini rata-rata sudah menggunakan suspensi; tidak kaku seperti sepeda dulu. Atau juga komponen ”drive train” (gigi sepeda istilah lainnya) sangat cepat sekali perkembangannya. Pertanyaan terakhir : ”jika saya membeli sepeda paket (full bike) apakah biayanya lebih murah? Bagaimana dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih….? Apakah lebih baik saya membuat sepeda rakitan (custom) saja?

Dalam pengamatan yang saya lakukan, melalui survey di internet, membaca majalah dan bertanya pada teman yang sudah berkecimpung lama di dunia sepeda akhirnya saya menyimpulkan bahwa banyak sekali peningkatan dalam dunia sepeda. Diantaranya adalah bahan atau material, komponen dan suspensi. Awalnya saya mempelajari ”frame”; ternyata material frame pada dasarnya adalah sama oleh semua pabrikan. Rentang harga yang ada diberikan oleh pabrikan tapi dengan bentuk dan fungsi yang hampir sama. Komponen lain juga hampir sama. Rentang harga frame Rp. 500.000 sampai dengan Rp. 30.000.000 membuat saya lebih jauh ingin mengetahui dan mempelajarinya. Setelah sekian lama berkutat dengan data dan pikiran yang ada dalam benak saya akhirnya saya menyimpulkan bahwa untuk membangun sepeda rakitan atau “custom” ada 4 hal yang harus diperhatikan: 1) Untuk apa sepeda ini akan saya gunakan? 2) Berapa uang yang akan saya habiskan? 3) Berapa lama waktu yang saya siapkan? dan 4) Apa warna yang saya inginkan?

Sebelum sayaa menghabiskan biaya dan waktu yang banyak, pertama saya harus memikirkan untuk apa Sepeda ini akan saya gunakan. Jika saya memang tidak pernah melintasi jalanan full off road tentu saya tidak harus buang uang dan waktu untuk membangun sepeda “real mountain”. Atau saya memutuskan untuk membeli tipe sebuah “city bike” saja yang seharga Rp. 2.500.000,- malah digunakan di areal pegunungan atau off road. Akhirnya sayaa pasti menyesal karena sayaa tersiksa menggunakannya.

PERBANDINGAN HARGA

Biaya untuk membangun sebuah sepeda gunung (MTB) memang tidak murah. Langkah pertama yang harus kita ketahui adalah bahwa harga sebuah MTB sangat ditentukan oleh 2 hal yaitu berat (weight) dan ketahanan (durability). Semakin ringan sebuah sepeda harganya akan semakin mahal karena rangka (frame) dan komponen lainnya sangat ringan; begitu juga dengan ketahanannya, tentu semakin baik. Tentu juga jangan terlalu ringan karena bisa bertentangan dengan aspek keamanan pengendaranya.

Sebuah MTB dapat dibagi dalam 3 kelompok, yaitu Rangka (frame), komponen (components) dan roda (wheels)

RANGKA (FRAME)

Rangka adalah jantungnya sepeda dan hanya satu. Anda bisa saja mengganti komponen-komponen tapi tidak dengan rangka (tentu saja Anda bisa ganti rangka dengan membeli yang baru J).

Setelah sekian tahun MTB hanya tersedia dalam bentuk geometri yang standard dengan variasi yang sangat minim. Kita hanya mengenal sepeda besar dan kecil saja.

SUSPENSI BELAKANG (Rear Suspension)

Teknologi suspensi belakang akhir-akhir ini semakin banyak dan semua menawarkan keunggulan yang berbeda. Sebut saja suspensi “raise low pivot” atau RLP yang paling populer saat ini meninggalkan tipe “unified rear triangles” atau URT.

Disain RLP memiliki sumbu atau poros yang ditempatkan di atas “bottom bracket”, dimana “bottom bracket” merupakan bagian dari rangka utama. Penempatan suspensi juga beragam. Kinerja suspensi ini aktif setiap saat, baik saat pengendara sedang duduk di atas sadel, meluncur atau pada saat mengayuh (pedaling)

Satu pertanyaan dalam benak saya; “apakah suspensi ini benar-benar dibutuhkan?” ternyata tidak juga. Suspensi hanya memberikan kenyamanan kepada pengendaranya. Toh tanpa suspensi-pun kita masih bisa mengendarai sepeda gunung dengan nyaman. Selanjutnya terserah anda. Apakah memilih kenyamanan atau fungsi.

BAHAN RANGKA

Harga dari sebuah rangka sangat tergantung dari bahan atau material pembuatnya. Pada umumnya ada 5 tipe bahan yang digunakan untuk sepeda MTB, yaitu: high-tensile steel, chromoly steel, aluminum, titanium, dan carbon fiber. Teknologi pendukung pada saat pembuatan seperti heat treating, oversized diameters, dan butting (variasi ketebalan tube untuk mendukung kekuatan dan berat bahan) juga mempengaruhi harga rangka.

High-tensile steel—atau disingkat hi-ten, adalah berbahan logam campuran yang umumnya digunakan untuk rangka kelas bawah. Rangka ini sangat kaku sehingga berdampak pada bobot dan tentu pada saat dikendarai terasa berat. Dari segi biaya produksi bahan ini relatif lebih murah.

Chromoly steel— pada dasarnya bahan ini sama dengan hi-ten namun ada penambahan bahan chromium dan molybdenum. Dari sisi harga lebih mahal dibandingkan dengan hi-ten. Rangka kelas menengah umumnya menggunakan bahan ini. Dari segi kekuatan rangka in irawan retak (crack) jika dipakai dalam kondisi ekstrim.

Aluminum— material ini cocok digunakan untuk rangka yang memiliki tipe dual suspension karena rangka ini relative kaku, ringan dan tidak terlalu mahal harganya.

Titanium—material ini termasuk kelas yang eksotik. Harga juga sudah turun sejak beberapa tahun belakang ini. Harga rangka menjadi sangat mahal karena proses membuatnya rumit (menyambung rangka). Pada dasarnya titanium adalah logam campuran antara vanadium dan aluminimum. Rangka titanium jarang digunakan untuk model dual suspension.

KOMPONEN

Pada saat memilih komponen untuk sebuah sepeda MTB, pemilihan bahan juga sangat menentukan. Harga ditentukan oleh kualitas (duraibility) dan bobotnya. Bahkan pada level tertentu tingkat performansi dan presisi komponen menjadi pilihan utama seperti “derailleurs” dan rem. Bahan dasar seperti logam campuran atau besi dari segi ketahanan sangat baik tapi di sisi lain lebih berat dan tentu saja harganya lebih murah. Semakin kita memilih bahan yang mahal seperti titanium tentu anggaran kita untuk membeli sepeda semakin besar. Walau pun dari sisi kinerja bahan logam besi tetap bisa digunakan, tapi tingkat ketelitian dan presisi dari komponen (toleransi) menjadi kontribusi terbesar dari harganya.

RODA

Sepintas roda mungkin hanya terlihat sama saja. Tapi dibalik itu komponen yang ada ternyata cukup banyak. Sebut saja teromol atau hub, velg atau rims, jari-jari atau spokes, dan ban atau tires. Sekali lagi bahan-bahan dari komponen di atas sangat menentukan terutama harga dan performanya. Komponen roda jangan dianggap sepele karena roda pada saat berputar menerima beban 3 kali lipat dibanding pada saat diam atau statis. Untuk sepeda yang berharga mahal atau tipe hi-end komponen hub, rims dan spokes sangat ringan dan kuat. Begitu juga dengan ban, sudah memasukkan unsur teknologi terkini seperti pola kembang, compound yang digunakan dan berbahan kevlar yang sudah terbukti sangat kuat.

Semoga informasi di atas dapat membantu Anda memahami dan mengerti segala hal terkait dengan sepeda MTB sebelum anda mengunjungi toko Sepeda di kota Anda.

Kolesterol (makin) Tinggi!!!

Entah karena memang terpaksa mengikuti test Medical Check Up (MCU); rekans kerja saya akhirnya mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan. Ada yang menikmati check up ini untuk mengetahui status kondisi kesehatan, memantau perkembangan penyakit yang diderita atau karena kesadaran pentingnya menjaga kesehatan.

Beberapa diskusi yang muncul pasca MCU ini adalah keluhan tentang tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Ada yang terpacu atau termotivasi untuk mengubah perilaku dalam mengkonsumsi makanan dan ada yang santai saja…

Hal ini yang menggelitik saya kenapa ya hampir semua orang yang saya tanya selalu mengeluh terhadap hasil pemeriksaan kadar kolesterol darah mereka?

Yuk kita mengenal kolesterol?

Kolesterol merupakan bahan yang tidak seharusnya beredar dalam sirkulasi darah. Kolesterol masuk ke dalam tubuh sebagian besar melalui makanan yang kita makan. Kolesterol banyak ditemukan dalam daging, telur, dan makanan berlemak lainnya. Jika anda mengkonsumsi makanan ini secara berlebihan maka kadar kolesterol dalam darah juga akan meningkat secara drastis. Kolesterol dalam kondisi normal sangat diperlukan oleh tubuh. Namun jika berlebih akan menimbulkan masalah, terutama pada pembuluh darah jantung dan otak.

Disinilah peranan pengaturan gaya hidup guna menekan konsumsi makanan yang banyak mengandung kolesterol.

Dari manakah KOLESTEROL berasal ?

Setiap orang memiliki kolesterol di dalam darahnya, di mana 80% diproduksi oleh tubuh sendiri an 20% berasal dari makanan.

Kolesterol yang diproduksi terdiri atas 2 jenis yaitu kolesterol HDL dan kolesterol LDL.

Kolesterol LDL, adalah kolesterol jahat, yang bila jumlahnya berlebih di dalam darah akan diendapkan pada dinding pembuluh darah membentuk bekuan yang dapat menyumbat pembuluh darah.

Kolesterol HDL, adalah kolesterol baik, yang mempunyai fungsi membersihkan pembuluh darah dari kolesterol LDL yang berlebihan. Kadar kolesterol HDL yang tinggi merupakan suatu tanda yang baik sepanjang kolesterol LDL kurang dari 150 mg/dl.

Selain itu ada juga Trigliserida. Lemak ini terbentuk sebagai hasil dari metabolisme makanan, bukan saja yang berbentuk lemak tetapi juga makanan yang berbentuk karbohidrat dan protein yang berlebihan, yang tidak seluruhnya dibutuhkan sebagai sumber energi. Kadar trigliserida ini akan meningkat bila kita mengkonsumsi kalori berlebihan, lebih besar daripada kebutuhan kita.

Mengapa kolesterol darah yang tinggi merupakan masalah ?

Karena kolesterol darah yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan :

  1. Penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang dapat menimbulkan serangan jantung.
  2. Penyumbatan pada pembuluh darah otak yang dapat menimbulkan serangan stroke.

Apakah trigliserida yang tinggi merupakan masalah ?

Kadar trigliserida yang tinggi akan memperburuk risiko terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah jantung dan otak, jika bersamaan dengan didapatkan kadar kolesterol LDL yang tinggi dan kadar kolesterol HDL yang rendah.

Bagaimana agar kita dapat memantau kadar kolesterol ?

Satu-satunya cara memantau kadar kolesterol dan lemak darah adalah dengan melakukan pemeriksaan contoh darah yang diambil setelah anda melakukan puasa selama satu malam atau 10-12 jam.

Berapakah kadar kolesterol darah yang normal ?

  • Kolesterol total < 200 mg/dl
  • Kolesterol HDL 35 – 65 mg/dl
  • Kolesterol LDL < 150 mg/dl
  • Trigliserida < 200 mg/dl
  • Ratio kolesterol total : kolesterol HDL < 5

Banyak faktor yang mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Sebagian faktor tidak bisa dirubah, tapi banyak yang bisa kita kontrol.

Faktor yang tidak bisa dirubah :

Keturunan : Jumlah LDL yang dibentuk tubuh dan sebarapa cepat LDL dibuang sangat ditentukan oleh gen seseorang. Sebagian orang memiliki LDL tinggi hanya disebabkan karena faktor keturunan, bukan oleh faktor resiko lainnya.

Umur dan Jenis Kelamin

Kolesterol darah mulai meningkat pada usia 20 dan terus meningkat sampai usia 60 – 65.
Sebelum usia 50, total kolesterol pada pria lebih tinggi dibanding wanita pada usia yang sama, tetapi kondisi ini berbalik setelah usia 50. Karena wanita mengalami menopause, LDL seringkali meningkat.

Faktor yang bisa dikontrol:

Diet / Pengaturan makan

Ada 3 jenis makanan yang meningkatkan kadar LDL:

  1. Lemak jenuh (Saturated fat), ditemukan pada makanan yang diproses dengan lemak yang berasal dari binatang.
  2. Lemak trans (trans fat), ditemukan pada makanan yang diproses dengan minyak hidrogenasi seperti margarine, crackers dan kentang goreng
  3. Kolesterol, berasal dari produk binatang

Lemak jenuh meningkatkan kadar LDL lebih dari makanan yang lain.

Overweight / kegemukan

Kelebihan berat badan meningkatkan kadar LDL, meningkatkan trigliserida dan menurunkan kadar HDL (kolesterol ‘baik’)

Kurang Gerak

Kurang bergerak akan berdampak pada kegemukan, meningkatkan LDL dan menurunkan HDL.
Olahraga teratur dapat meningkatkan HDL dan menurunkan kadar Trigliserida.

Apa yang harus dilakukan agar kadar kolesterol darah tetap normal ?

1. Mengkonsumsi makanan seimbang sesuai dengan kebutuhan :

Makanan seimbang adalah makanan yang terdiri dari :

  • 60 % kalori berasal dari karbohidrat
  • 15 % kalori berasal dari protein
  • 25 % kalori berasal dari lemak
  • kalori dari lemak jenuh tidak boleh lebih dari 10 %

Kelebihan kalori dapat diakibatkan dari asupan yang berlebih (makan banyak) atau penggunaan energi yang sedikit (kurang aktivitas).

Kelebihan kalori terutama yang berasal dari karbohidrat dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida.
Contoh makanan yang mengandung karbohidrat tinggi yaitu nasi, kue, snack, mie, roti dsb.
Contoh makanan yang mengandung protein hewani tinggi yaitu daging, ikan, udang, putih telur.
Contoh makanan yang mengandung protein nabati tinggi yaitu tahu, tempe, kacang-kacangan.

2. Menurunkan asupan lemak jenuh; Lemak jenuh terutama berasal dari minyak kelapa, santan dan semua minyak lain seperti minyak jagung, minyak kedele dll yang mendapat pemanasan tinggi atau dipanaskan berulang-ulang.

Kelebihan lemak jenuh akan menyebabkan peningkatan kadar LDL kolesterol.

3. Menjaga agar asupan lemak jenuh tetap baik secara kuantitas maupun kualitas.

Minyak tidak jenuh terutama didapatkan pada ikan laut serta minyak sayur dan minyak zaitun yang tidak dipanaskan dengan pemanasan tinggi atau tidak dipanaskan secara berulang-ulang.

Asupan lemak tidak jenuh ini akan dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL, dan mencegah terbentuknya endapan pada pembuluh darah.

4. Menurunkan asupan kolesterol; Kolesterol terutama banyak ditemukan pada lemak dari hewan, jeroan, kuning telur, serta “seafood” (kecuali ikan).

5. Mengkonsumsi lebih banyak serat dalam menu makanan sehari-hari.

Serat banyak ditemukan pada buah- buahan (misalnya apel, pir yang dimakan dengan kulitnya) dan sayur-sayuran.

Serat yang dianjurkan adalah sebesar 25 – 40 gr/hari, setara dengan 6 buah apel merah dengan kulit atau 6 mangkuk sayuran.

Serat berfungsi untuk mengikat lemak yang berasal dari makanan dalam proses pencernaan, sehingga mencegah peningkatan kadar LDL kolesterol.

6. Merubah cara memasak

Sebaiknya memasak makanan bukan dengan menggoreng tetapi dengan merebus, mengukus atau membakar tanpa minyak atau mentega.
Minyak goreng dari asam lemak tidak jenuh sebaiknya bukan digunakan untuk menggoreng tetapi digunakan untuk minyak salad, sehingga mempunyai efek positif terhadap peningkatan kadar HDL kolesterol maupun pencegahan terjadinya endapan pada pembuluh darah.

7. Melakukan aktifitas fisik dengan teratur.

Dianjurkan untuk melakukan olah raga yang bersifat aerobik (jalan cepat, lari-lari kecil, sepeda, renang dll.) secara teratur 3 – 5 kali setiap minggu, selama 30 – 60 menit/hari, dengan nadi selama melakukan olah raga sebesar 70 – 80 % (220 – umur).

Olah raga yang teratur akan membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL.

== EJ == *) dikutip dari berbagai sumber internet.

Mencoba “Green Life Style” ? gak sulit kok…

Halo semua…

Kalian pasti semua mengalami dan merasakan bahwa dunia terasa makin panas…Kenapa? karena dunia saat ini telah terserang pemanasan global yang disebabkan efek rumah kaca!

Pada kondisi ini, manusia berperan penting dalam proses abnormalisasi ini. Kapitalisme dan unsur ekonomi yang melahirkan gaya hidup sosial, budaya, bisnis yang semena-mena merupakan penyebab potensial kerusakan dunia. Hasilnya? Kenyamanan hidup manusia makin lama makin berkurang. Belum lagi potensi ketakutan akan “kemarahan” alam yang diperkirakan akan melahirkan bencana ketika kerusakan semakin menjadi-jadi.

Untuk itu, mutlak kita harus melakukan perbaikan lingkungan. Minimal dapat mereduksi kerusakan bumi ini. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan konsep hidup ”green life” dengan memperhatikan dan mempraktekkan keramahan terhadap alam.

Salah satu kegiatan yang saat ini cukup marak dilakukan adalah dengan melakukan gerakan ”Satu Orang Menanam Satu Pohon”. Kegiatan ini pada hakikatnya akan menambah kuantitas pohon dan membuat bumi semakin dingin.

Cukupkan dengan menanam pohon? Tidak!! Langkah lain seperti pembuangan limbah, pengolahan air, hemat energi dan lainnya juga harus dilakukan.

Langkah awal yang penting dilakukan adalah merubah perilaku kita menjadi ”green life style” sebuah gaya hidup yang sehat dan hijau.

Beberapa contoh gaya hidup sehat dan hijau yang mudah dilakukan :

  • Hemat air ketika mandi
  • Pemilahan sampah kering dan basah untuk mengurangi pencemaran lingkungan
  • Mengurangi pemakaian pendingin (AC) di rumah dengan memperbanyak ventilasi
  • Mengurangi pemakaian lampu dengan menempatkan jendela pada sudut datangnya matahari.
  • Membuat lubang biopori
  • Memasang talang air dan disalurkan dalam sumur resapan
  • Memelihara tanaman di dalam dan sekitar rumah
  • Dll…..

Ayo mulai gerakan ”green life style” dari sekarang…

Silahkan ditambah untuk memperkaya hasanah keilmuan kita.

Halo semua…

Kalian pasti semua mengalami dan merasakan bahwa dunia terasa makin panas…Kenapa? karena dunia saat ini telah terserang pemanasan global yang disebabkan efek rumah kaca!

Pada kondisi ini, manusia berperan penting dalam proses abnormalisasi ini. Kapitalisme dan unsur ekonomi yang melahirkan gaya hidup sosial, budaya, bisnis yang semena-mena merupakan penyebab potensial kerusakan dunia. Hasilnya? Kenyamanan hidup manusia makin lama makin berkurang. Belum lagi potensi ketakutan akan “kemarahan” alam yang diperkirakan akan melahirkan bencana ketika kerusakan semakin menjadi-jadi.

Untuk itu, mutlak kita harus melakukan perbaikan lingkungan. Minimal dapat mereduksi kerusakan bumi ini. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan konsep hidup ”green life” dengan memperhatikan dan mempraktekkan keramahan terhadap alam.

Salah satu kegiatan yang saat ini cukup marak dilakukan adalah dengan melakukan gerakan ”Satu Orang Menanam Satu Pohon”. Kegiatan ini pada hakikatnya akan menambah kuantitas pohon dan membuat bumi semakin dingin.

Cukupkan dengan menanam pohon? Tidak!! Langkah lain seperti pembuangan limbah, pengolahan air, hemat energi dan lainnya juga harus dilakukan.

Langkah awal yang penting dilakukan adalah merubah perilaku kita menjadi ”green life style” sebuah gaya hidup yang sehat dan hijau.

Beberapa contoh gaya hidup sehat dan hijau yang mudah dilakukan :

Hemat air ketika mandi

Pemilahan sampah kering dan basah untuk mengurangi pencemaran lingkungan

Mengurangi pemakaian pendingin (AC) di rumah dengan memperbanyak ventilasi

Mengurangi pemakaian lampu dengan menempatkan jendela pada sudut datangnya matahari.

Membuat lubang biopori

Memasang talang air dan disalurkan dalam sumur resapan

Memelihara tanaman di dalam dan sekitar rumah

Dll…..

Ayo mulai gerakan ”green life style” dari sekarang…

Silahkan ditambah untuk memperkaya hasanah keilmuan kita.