Archive | February 18, 2013

5 Trend Smartphone tahun 2013

Kemampuan layar yang full HD berukuran 5 inchi, prosesor yang sudah menggunakan quad-core, batere tahan lama, sistem proteksi layar yang sudah anti debu dan anti air serta resolusi kamera yang tinggi merupakan trend Smartphone di tahun 2013 ini. Yuk kita bedah satu persatu.

Layar besar

Sudah beberapa merk menampilkan smartphone berlayar besar di awal tahun. Sebut saja HTC Droid DNA (Butterfly), Sony Xperia Z, Huawei Ascend D2 dan ZTE Grand S sudah menampilkan produk dengan ukuran layar 5 inchi dengan resolusi yang full HD (1080p). Bahkan di ajang pameran elektronika bergengsi dunia (CES 2013), Huawei sudah memajang Ascend Mate dengan ukuran layar 6,1 inchi !!

Layar yang semakin besar tentu berdampak pada borosnya batere, sehingga jika kita berniat untuk mengganti hape eksisting, tentu kita harus mencari produk yang menggunakan batere berkapasitas besar juga. Beberapa tipe seperti Xperia Z dan Ascend D2 sudah menggunakan batere 2.330 dan 3000 mAh.

Procesor Quad-core

Hampir seluruh pemasok smartphone besar sudah mempersenjatai produknya dengan prosesor bertipe quad-core. Salah satu pemain besar seperti Sony sudah mempersenjatai Xperia Z dan Grand S dengan prosecor Qualcomm Snapdragon S4 Pro.

Pemasok procesor juga tidak kalah sibuk. Pemain besar seperti Qualcomm, nVidia dan ST-Ericsson sudah meluncurkan processor ini sejak awal tahun 2013.

Procesor Snapdragon 800 menawarkan kemampuan 75% lebih baik dari S4 Pro dan sudah mendukung 4G LTE dan 801.11ac. Rencananya seluruh smartphone yang menggunakan prosesor ini sudah tersedia di pasaran pertengahan tahun 2013.  Disamping ini, nVidia Tegra 4 yang menggunakan disain ARM’s Cortex A-15 sudah tersedia di merk Google (Nexus)

Batere yang irit

Kombinasi layar besar ber-resolusi tinggi dan prosesor quad-core sangat berdampak pada umur batere. Oleh karenanya pemasok disamping menyiapkan batere berkapasitas besar juga sudah menyisipkan teknologi penghemat batere.

Sony sudah mengaplikasikan teknologi Sony’s Battery Stamina, dimana dapat memperbaiki proses stand-by mode dengan otomatis kala layar atau aplikasi mati atau tidak bekerja. Huawei menggunakan teknik mematikan sirkuit transmisi saat transmisi data tidak digunakan.

Perlindungan layar dan smartphone

Sony dan Huawei melalui produk terbarunya selalu meyakinkan calon pengguna agar membeli smartphone yang memiliki fasilitas perlindungan tambahan seperti debu dan air. Semua sambungan (port) dibuat sedemikian rupa agar bisa melindungi komponen smartphone bahkan bisa aman direndam dalam air sedalam 1 meter selama 30 menit!!!

Beberapa merk lainnya memang tidak se-ekstrim produk di atas, namun cukup aman jika tersiram air. Beberapa vendor lain juga sudah melirik kemampuan ini dan akan menambahkan fasilitas proteksi dalam produk lini mereka.

Kamera resolusi tinggi

Beberapa merk seperti Sony, Huawei dan ZTE sudah menggunakan kamera ber-resolusi tinggi dengan kemampuan 13MP untuk kamera belakang dan 2MP untuk kamera depan. Masing-masing kamera sudah bisa merekam video dengan resolusi 1080p.

Tidak hanya itu, Sony sudah menanamkan fungsi HDR untuk kedua kamera baik video maupun foto (Xperia Z). Dengan HDR, kamera dapat menangkap gambar yang sama dengan level pencahayaan yang berbeda. Bahkan kita dapat merekam video dimana matahari tepat berada di depan subyek kita. Kemampuan lain yang juga cukup menarik dan menjanjikan adalah burst-mode dengan mengambil 10 gambar foto dalam 1 kali klik.

Menarik bukan ? Tunggu saja alternatif pilihan yang lain. Mungkin saja lebih canggih dan harganya lebih murah…. Mana pilihanmu ??

*** EJ ***

Membangun Supermoto Sulit ?? Belum Tentu…

Kata-kata di atas selalu menghantui benak saya pada tahun 2006-2007 lalu. Kenapa ? karena saya ingin sekali membangun sebuah kendaraan Supermoto. Informasi yang saya miliki kala itu juga terbatas. Dimana saya mencari aksesorisnya ? dimana saya mencari komponennya ? Kepada siapa saya akan berkonsultasi ??

Hanya dengan berbekal kliping dari tabloid, majalah dan referensi internet akhirnya saya memberanikan diri untuk membangun sebuah kendaraan supermoto.

Dari titik ini saya kemudian menyimpulkan bahwa untuk membangun supermoto, basis kendaraan yang harus digunakan adalah motor trail/ enduro dengan spesifikasi jalan raya. Tetapi tetap saja darimana mulainya ?

Kala itu saya sudah memiliki sebuah motor enduro (Husqvarna WR125) tahun 2002 dengan mesin 2 tak dan sebuah motor jalan raya Yamaha Scorpio 225 tahun 2004. Alternatif yang ada dalam pikiran saya adalah (1) modifikasi roda untuk motor enduro atau (2) modifikasi total Scorpio menjadi sebuah supermoto…..

Masing-masing alternatif itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika saya memaksakan membangun supermoto berbasis Enduro built up tentu saya akan kesulitan jika berkendara di jalan raya karena saya tidak memiliki surat resmi. Walaupun secara teknis jauh lebih mudah. Jika saya membangun supermoto berbasis Yamaha Scorpio tentu tidak masalah dari segi izin, tapi kendala tersulit adalah mencari komponen-komponennya.

Setelah merenung beberapa hari, akhirnya saya memutuskan menggabung kedua alternatif di atas. Keputusan yang saya ambil adalah menggunakan mesin Scorpio di body Husqvarna. Istilah ini sudah dikenal dengan nama engine swap.

Apa yang harus dilakukan ? ada beberapa langkah yang saya gunakan dalam membangun supermoto impian ini. Langkah tersebut adalah (1) menurunkan mesin scorpio lengkap dengan pengapian dan kabel-kabelnya – termasuk melepas mesin 2 tak yang ada di husq WR125 (2) Melakukan modifikasi rangka agar mesin scorpio masuk dalam frame dan body husqvarna (3) Memodifikasi tangki, dan dudukan body agar proporsional (4) mengganti velg, roda dan menyetel semuanya agar sempurna di jalan raya (5) test drive…..

Mesin

Mesin motor husq ternyata cukup mudah untuk di lepas. Dengan membuka beberapa baut dan melepaskan beberapa kabel mesin sudah lepas dari dudukannya. Kemudian saya melepas mesin Scorpio berikut kabel dan pernak pernik lain (gas, engine starter, engine cut-off, saklar lampu utama dan lampu sign, aki). Kendala terbesar pertama adalah rangka husq tidak bisa digunakan sebagai tumpuan atau dudukan mesin Scorpio. Mesin 2 tak yang kecil dan ringan tidak bisa disamakan dengan mesin 4 tak yang besar dan ternyata cukup berat.

Rangka

Untuk memasukkan mesin, tentu patokan yang saya ambil adalah seperti apa frame di scorpio – bentuk double cradle frame seperti Yamaha Scorpio ini jarang saya temui di kendaraan tipe motocross atau enduro. Alhasil saya harus melakukan pemotongan rangka (dudukan) mesin yang berada di bawah triple clamp sampai ke sambungan swing arm di bawah. Setelah dilakukan pemotongan, saya menggunakan sepasang besi yang kemudian di-roll agar sesuai dengan posisi dan dudukan mesin scorpio. Proses roll ini cukup memakan waktu karena semua dikerjakan secara coba-coba (trial n error) – Setelah melalui proses yang cukup lama akhirnya semua bisa terpasang sempurna.

Yang harus diperhatikan dalam proses pemasangan mesin ini, adalah dudukan mesin yang harus center dimana nantinya akan berpengaruh pada kestabilan dan sistem penggerak (rantai) dari gear depan ke gear belakang.

Body

Setelah selesai dengan urusan mesin, langkah selanjutnya adalah memastikan semua komponen body terpasang sempurna. Kendala awal saya rasakan pada tangki bawaan Husq. Pada tangki orisinil, karena menggunakan mesin 2 tak yang relatif lebih boros, ukuran tangki cukup besar dan lebar. Masalah timbul saat mesin Scorpio sudah terpasang; tangki mentok di mesin !! Jalan keluarnya adalah mendisain ulang dan membuat tangki baru. Tangki baru selesai – selanjutnya adalah memadu-padankan cover body, side cover dan spakbor. Tidak lupa komponen elektronik seperti engine starter, engine cut-off, lampu utama, lampu sign, dan lampu rem.

Penggunaan tangki baru dan posisi sub-frame yang berubah membuat saya memutar otak untuk mencari dudukan aki dan filter udara. Dengan sedikit modifikasi yaitu membuat dudukan dengan plat tipis semua bisa teratasi.

Untuk memastikan semua sudah sempurna, saya melakukan test-ride di seputaran rumah. Berbagai kondisi jalan saya lalui – terakhir semua saya buktikan dengan mengikuti Trabas Merdeka VII (Bandung-Kadipaten-Kuningan)

Di event Trabas Merdeka ini, secara teknis kendaraan sudah cukup baik. Mesin, kelistrikan, sistem penggerak, suspensi dan handling tidak ada masalah. Kendala yang saya alami hanya kanvas rem belakang yang saat ini sudah habis. Saya mengakalinya dengan mengganti kanvas rem bawaan husqvarna dengan modifikasi milik Yamaha Yupiter Z.

Velg dan Roda

Dengan anggaran yang tidak terlalu besar, saya mengganti velg eksisting dengan velg supermoto berukuran 17”. Dengan membeli velg lokal (saya lupa mereknya) yang berukuran lebar 3” dan 3,5” serta ban Bridgestone Battlax BT-45 R (ukuran 120/17/70 dan 130/17/70). Tanpa masalah berarti velg dan roda terpasang sudah…

Tidak lupa agar lebih kentara identitasnya, saya tambahkan decals berupa stiker yang sederhana.

Dengan berbekal roda ala supermoto saya mencoba keliling kota dan Alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana.

Benar kan….modifikasi supermoto itu tidak sulit ??

Salam modifikasi ^^EJ^^