WIDEX 2011 – Wujud Partisipasi Indonesia pada Global World IPv6 Day Event

Tepat 8 Juni 2011, Indonesia ikut memeriahkan event dunia World IPv6 Day. Kegiatan ini dipusatkan di TELKOM R&D Center Bandung. TELKOM bekerja sama dengan Kementrian Kominfo, Metro Ethernet Forum (MEF), IPv6 Forum, IPv6 Task Force, ISP, Operator Telekomunikasi telah menjadi bagian dari komunitas dunia melakukan test flight layanan berbasis IPv6 dengan serangkaian kegiatan eksebisi, conference dan workshop.

Kegiatan yang dinamakan WIDEX (World IPv6 Day, Ethernet workshop & eXhibition) 2011 ini diselenggarakan mulai tanggal 7 sampai dengan 9 Juni 2011 di kampus R&D Center TELKOM Jl.Gegerkalong Hilir 47 Bandung. Berbagai kegiatan diselenggarakan selama 3 hari ini.  Kemeriahan acara ini didukung oleh pembicara dan peserta dari berbagai kalangan seperti pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika, Internet Service Provider (ISP), pabrikan/vendor, MEF (Metro Ethernet Forum) dan akademisi dari beberapa perguruan tinggi.

Hari pertama event WIDEX 2011, diisi oleh Presentasi & Demo Perangkat yang mendukung IPv6 di Ruang V6 Lab Oasis Lt 2. Pendukung kegiatan ini antara lain Juniper Networks, Alcatel-Lucent, Cisco, Huawei, IVIO dan R&D Center. Peserta yang terdiri dari engineer dan eksekutif dari pemerintah (Ditjen PPI), ISP, Operator dan Perguruan Tinggi sangat antusias mengikuti setiap sessi yang disampaikan. Seluruh peserta dapat dengan leluasa melakukan uji coba (hands-on) suasana test-flight yang dilakukan oleh TELKOMGroup.

Tepat tanggal 8 Juni 2011, sesuai dengan kesepakatan komunitas IPv6 Global, yang dikoordinasi oleh ISOC (Internet Society), TELKOM bersama operator telekomunikasi, ISP, IPv6 Forum, IPv6 Task Force dan pemerintah melakukan aktifasi layanan dan konten IPv6 yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

Acara dibuka oleh CIO TELKOM, Indra Utoyo. Dalam sambutannya Indra mengemukakan Kunci sukses dalam implementasi IPv6 dengan singkatan FAST-RI. FAST-RI dimaksud adalah (F)easibility; (A)wareness; (S)kill; (T)echnology; (R)egulatory; (I)ndustry. Penekanan pentingnya kegiatan test-flight ini menurut Indra adalah untuk memotivasi seluruh entitas atau organisasi dalam industri telematika (ISP, pencipta perangkat keras, perangkat lunak, pemilik system operasi, dan perusahaan internet) untuk mempersiapkan seluruh jasa dan layanannya berbasis IPv6 dan memiliki keyakinan agar setiap proses transisi dari alamat IPv4 bisa berjalan lancar.

Pada akhir sambutannya, Indra juga mengucapkan selamat kepada para peserta dan seluruh sponsor yang ikut mendukung kegiatan WIDEX 2011. Sebagai bentuk apresiasi, TELKOM memberikan sertifikat apresiasi kepada vendor yang mendukung kegiatan WIDEX 2011: Huawei, Cisco, WANDL, Alcatel-Lucent, Juniper Networks, Nokia Siemens Networks, PT Lintas Teknologi dan PT Dharma Kumala Utama.

Kegiatan puncak World IPv6 Day ini dilakukan oleh Prof. DR. Kalamullah Ramli, Staf Ahli Bidang Teknologi Departemen Kominfo bersama-sama dengan Indra Utoyo, CIO TELKOM dan Mustapa Wangsaatmadja, SGM R&D Center TELKOM. Dalam sesi ini, Kalamullah menekan tombol yang menampilkan berbagai situs “ready IPv6” dan diakhiri dengan 2 situs www.telkomspeedy.com dan www.plasa.com yang telah sukses mendapatkan skor 10/10 untuk koneksi IPv6.

Dalam keynote speech yang disampaikan, Kalamullah menekankan bahwa IPv6 adalah masa depan internet. Dengan banyaknya kebutuhan baik disisi layanan, terminal maupun model bisnis akan menciptakan kebutuhan alamat IP (internet protocol) yang sangat banyak. Diharapkan dengan IPv6 kebutuhan masa depan internet dunia tentu bisa terpenuhi.

Disampaikan juga bahwa WIDEX 2011 ini diselenggarakan pada momen yang tepat, dimana tepat setelah satu dua bulan IANA kehabisan alamat IPv4. Alokasi IP Address di dunia diatur oleh IANA, dan di bawahnya ada pembagian 5 wilayah berdasarkan geografi. Pada tanggal 1 Februari 2011, IANA mengabulkan permintaan APNIC dan memberikan 2 buah blok /8 terakhirnya. Dan inilah saat habisnya freepool IPv4 di IANA. Memang, masih ada 5 blok /8 lagi yang disimpan IANA, tetapi blok tersebut akan segera dibagikan secara merata ke setiap wilayah : Asia Pasific, Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika, dan Eropa. 5 blok terakhir ini juga dialokasikan ke pengguna dengan tata cara yang jauh lebih ketat dari sebelumnya, dan jumlah maksimal yang jauh lebih kecil (5 blok inipun sudah diserahkan ke masing-masing RIR).

Dengan demikian krisis dan habisnya persediaan alamat (IP Address) berbasis IPv4 di dunia, sekarang ini sudah terjadi. Habisnya IPv4 ini memang merupakan pukulan yang cukup berat untuk sebagian besar negara di kawasan Asia Pasific. Hal ini disebabkan kawasan Asia Pasifik merupakan wilayah dengan populasi terbesar di dunia, dan juga memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat. Untuk mengantisipasinya, diperlukan langkah up grade dari IPv4 ke versi 6.

Kalimullah juga menjelaskan strategi dan langkah konkrit yang telah dilakukan oleh pemerintah, diantaranya : Pembentukan tim Indonesia IPv6 Task Force tahun 2006, IPv6 trial tahun 2006 – 2007, IPv6 Summit 2010 di Bali, IPv6 readyness di TELKOM R&D Center 2010, IPv6 Workshop di Jogjakarta 2011, WIDEX 2011 dan terakhir IPv6 Workshop yang akan diselenggarakan pada bulan September 2011 di Bali.

Langkah konkret lainnya yang dilakukan pemerintah dalam mempersiapkan implementasi IPv6 pada enam bidang, yakni terkait national single window (perdagangan internasional, national identification number/E-KTP untuk 250 juta penduduk), e-health (pelayanan kesehatan hingga tingkat desa oleh Departemen Kesehatan), e-agriculture (akses bagi 40 juta pekerja untuk bidang pertanian) dan e-education.

Dalam akhir sessi keynotenya, Kalimullah yang dalam hal ini mewakili Menteri Kominfo menyatakan bahwa “masa depan internet adalah IPv6. Seluruh komponen yang terkait harus melakukan langkah nyata untuk segera menggunakan IPv6”. Inisiatif Indonesia dalam IPv6 memang tidak segegap-gempita dan se-raksasa seperti inisiatif negara lain. Namun demikian interaksi yang intensif dan reponsif dari pihak regulator, operator dan industry telah memberikan indikasi keseriusan dan konsistensi menuju IPv6. Kalimullah berharap inisiatif bersama ini bisa memberikan manfaat bagi industri ICT dan Indonesia pada umumnya. Seandainya langkah ini bisa kita terus pelihara, kami yakin bahwa “IPv6 Ready” bisa secepatnya direalisasikan dan terlaksananya migrasi menuju “Indonesia IPv6 Ready in 2013”, ungkap Kalimullah.

Yang tak kalah penting, dalam kesempatan yang cukup langka ini, seluruh peserta yang diwakili oleh para CEO/direktur yang hadir, bersama-sama dengan kementrian Kominfo melakukan deklarasi yang disebut Deklarasi Bandung – Komitmen Implementasi IPv6. Deklarasi yang dibacakan secara langsung oleh Satrio Wibowo, Sekjen IPv6 Task Force ini menyatakan bahwa seluruh peserta berkomitmen untuk mengimplementasikan IPv6 di jaringan internet Indonesia. Kesepakatan untuk melanjutkan tahapan implementasi yang telah selesai di jaringan induk (core network) harus dilanjutkan hinga tahapan implementasi IPv6 untuk pelanggan internet Indonesia (Ready in Service). Tahapan ini harus dapat tercapai bersama di awal tahun 2012 agar kebutuhan layanan internet yang bertumpu pada ketersediaan alamat internet (IP address) dapat terus dilayani.

Deklarasi ini diakhiri dengan pernyataan komitmen Indonesia On IPv6 Environment pada tahun 2013. Deklarasi ini kemudian ditanda-tangani oleh seluruh perwakilan yang hadir. Perwakilan yang ikut dalam deklarasi ini adalah Kementrian Kominfo, IPv6 Forum, IPv6 Task Force, TELKOM, Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Bakrie Telecom, Natrindo, Sampoerna Telecom, SMARTFren, HCPT, Smart Telecom, Patrakom, Biznet, Indonesia Comnet Plus, IT TELKOM, IM TELKOM dan ITS.

Kegiatan World IPv6 Day ini juga diisi oleh Keynote Speech dari Metro Ethernet Forum (MEF) yang pada kesempatan ini langsung disampaikan oleh Kevin Vachon, COO MEF. Selain itu diselenggarakan juga 3 sesi diskusi panel yang membahas berbagai tema seperti kesiapan elemen jaringan yang terkait dengan IPv6 termasuk konten, layanan serta regulasinya. Para panelis yang tampil mewakili beberapa institusi adalah MEF, TELKOM, Juniper Networks, Alcatel-Lucent, Huawei, CISCO, ZTE, NSN, WANDL, PeerApps, Melon Indonesia, Pesona Edu, Indosat, XL Axiata, Telkomsel dan Biznet.

Pada hari ketiga event WIDEX 2011, tanggal 9 Juni 2011 akan dilaksanakan kegiatan  Ethernet Workshop yang diselenggarakan secara bersama oleh TELKOM dan MEF (Metro Ethernet Forum).  Key Note Speech akan disampaikan oleh COO MEF, Mr. Kevin Vachon.

Selama kegiatan WIDEX 2011, juga diselenggarakan exhibition yang diisi oleh berbagai demo layanan berbasis IPv6 yang ditampilkan oleh beberapa vendor dan operator seperti Telkomsel, Huawei, ZTE, Cisco, WANDL, Alcatel Lucent, Nokia Siemens Networks dan Juniper Networks. Exhibition ini terbuka untuk umum.

Event WIDEX 2011 diharapkan dapat memberikan manfaat bukan saja bagi TELKOM Group tetapi juga industri ICT Indonesia pada umumnya dan berdampak positif bagi migrasi IPv6 secara nasional menuju “Indonesia IPv6 Ready in 2013”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: