Menyibak MITOS MASUK ANGIN

Banyak orang mengakui bahwa gejala masuk angin sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu. Namun pada kenyataannya istilah medis untuk masuk angin tidak ada sama sekali. Seperti apa sih fenomena masuk angin itu?

Masuk angin merupakan sebuah gejala dimana kita akan sakit (biasanya masa inkubasi sebelum flu). Gejala tersebut diantaranya pusing, suhu tubuh naik, perasaan tidak enak di perut seperti ingin muntah dan keringat dingin.

Masuk angin merupakan istilah asli bangsa Indonesia untuk rasa kurang enak badan. Beberapa orang sangat rentan terhadap perubahan cuaca seperti dari musim panas ke musim hujan (atau dikenal dengan musim pancaroba). Hampir semua orang menyalahkan sang “angin” sehingga istilah “masuk angin” digunakan karena ada angin yang masuk ke dalam tubuh. Jika kita begadang, tidurnya singkat maka angina akan masuk ke tubuh. Akibatnya kita bisa masuk angin pada saat bangun tidur…..

Selanjutnya pasti terjadi sebuah dilema. Jika kita biarkan angin di dalam tubuh maka kita akan sakit…tapi jika kita keluarkan maka akan membuat orang sakit karena kita keluar angin (kentut) – apalagi jika dilakukan di ruangan tertutup…he he he…

Hal sederhana yang kita lakukan untuk mengobati masuk angin pasti sudah sering dilakukan. Teknik tradisional yang cukup ampuh adalah dengan istilah “kerokan”; mulai dari leher, punggung, tangan, dada, pinggang bahkan ada yang sampai ke perut. Teknik yang sudah cukup maju adalah dengan minum jamu tolak angin, massage atau pergi ke sauna…

Kerokan

Banyak orang sangat percaya pada khasiat kerokan hingga baru akan merasa sembuh jika telah dikerok.Konon, warna merah yang timbul pada kulit setelah kerokan adalah pertanda kalau Anda
memang masuk angin. Makin pekat warnanya, pertanda makin banyak pula angin yang berdiam di tubuh kita. Padahal, itu pertanda bahwa pembuluh darah halus (kapiler) di permukaan kulit pecah hingga terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok.

Dengan kerokan itu banyak orang yang masuk angin merasa lebih baik. Sebab dengan kerokan dan pijat, otot menjadi lemas dan pembuluh darah halus di dalamnya melebar sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang tersedia untuk jaringan otot. Selain itu, toksin yang menyebabkan pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan.

Yang perlu diwaspadai adalah rasa masuk angin yang disertai keringat besar, disertai rasa nyeri atau rasa berat di dada yang biasa disebut sebagai angin duduk. Angin duduk ternyata tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan sindrom serangan jantung koroner akut. Bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama. Jadi jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan gawat darurat jantung.

Banyak yang menilai bahwa gejala kedinginan yang disertai batuk, pilek, kembung, sendawa dan pegal-pegal sendi serta otot merupakan indikasi gangguan masuk angin. Untuk itu saya sering berpikir apakah gejala tersebut disebabkan oleh masukknya angin ke dalam tubuh????

Rasa penasaran ini kemudian saya teruskan ke seorang Dokter yang merupakan keluarga terdekat saya…..Beliau menjawab “Dunia Kedokteran tidak mengenal penyakit masuk angin!!”    Nah lho…..

Sebab Masuk Angin

Ada beberapa penyebab kenapa kita menderita gejala masuk angin ini. Diantaranya adalah cuaca dan masuknya udara ke dalam tubuh.

Cuaca yang dingin dapat menimbulkan mekanisme “vasoconstricion dimana terjadi penyempitan pembuluh darah kita. Akibatnya mekanisme untuk menghambat pengeluaran kalori berlebihan dari tubuh, sehingga tidak terjadi Hipotermi. Nah..Vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah ini dapat mengakibatkan peredaran darah di tubuh kita kurang lancar, sehingga hasil metabolisme, dan asam laktat terakumulasi pada otot-otot kita..akibatnya pegal-pegal dan seluruh tubuh kita tidak enak…

Penyebab lain adalah masuknya udara dan tertelan melalui rongga mulut atau istilah kedokterannya aerophagi. Gejala umum yang ditimbulkan adalah perut kembung akibat akumulasi gas dan udara yang masuk terkumpul secara berlebihan di organ lambung. Penderita akan mengalami dyspepsia, yaitu nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada yang mengakibatkan perut terasa penuh, sakit bahkan terasa terbakar. Bisa juga disebabkan oleh kebiasaan merokok.

Apa yang harus dilakukan ?

Ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan dan dihindari jika kita menderita gejala masuk angin tersebut. Diantaranya :

  1. Minum obat-obatan; jika anda mengalami gejala maag dapat meminum obat anti asam lambung. Bila ada gejala demam dapat minum obat paracetamol. Sedangkan bila ada gejala ketegangan otot bisa meminum obat relaksasi otot seperti myonal.
  2. Minum jamu ; jamu atau obat yang “wes..ewes..ewes..bablas anginnya” hanya berfungsi mengeluarkan udara dalam saluran pencernaan (jadi sering buang gas), dan menghangatkan badan karena banyak mengandung jahe, dll. Tapi, kalo jamu-jamu buat pegel-pegel..lebih baik jangan..karena banyak yang mengandung Steroid dan Obat penghilang sakit non steroid (NSAID), yang dapat mengakibatkan banyak komplikasi lain, seperti: Sakit lambung, bahkan sampai lambungnya jebol (bocor)..Hati-hati mengkonsumsinya.
  3. Jaga makanan dengan asupan nutrisi seimbang (4 sehat 5 sempurna). Kurangi konsumsi makanan berlemak, perbanyak konsumsi buah dan sayuran serta kurangi makanan yang mengandung banyak gas seperti kol dan sawi.
  4. Lakukan olahraga yang melibatkan aktifitas fisik minimal 3 kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit setiap sesi.
  5. Istirahat yang cukup; lakukan istirahat tidur selama 6-8 jam sehari. Dan yang penting sesuaikan pakaian yang anda kenakan dengan suhu lingkungan di luar tubuh. Hindari kontak langsung udara luar dengan kulit. Terlebih bila suhu sedang dingin.
  6. Untuk anda yang mengendarai sepeda motor, jagalah pusar anda. Bila melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan bermotor tempelkan koyo dipusar anda. Fungsinya bukan untuk menghalau angin, tetapi agar pusar kita tidak dingin, ini ada kaitannya dengan meningkatnya asam lambung kita.
  7. Minumlah minuman yang hangat sebelum dan sesudah makan, jangan biasakan minum air es..Ini juga bisa meningkatkan asam lambung dan lama-lama bisa jadi maag, perlu dicatat bahwa penyakit maag bukan hanya disebabkan karena sering telat makan tetapi juga bisa karena faktor ini.
  8. Puasa, inilah misteri kehebatan puasa.. Jika kita sering berpuasa maka asam lambung kita tetap terjaga. Artinya lambung kita jarang bekerja sehingga asam lambung yang dikeluarkan untuk memproses makanan juga jarang dikeluarkan berlebihan. Tapi ingat, kalo buka puasa jangan terlalu kenyang karena itu sama saja.. dan jangan biasakan buka puasa minum yang terlalu dingin.
  9. Melakukan Terapi BEKAM; terapi ini akan dibahas di tulisan lain ya….
  10. Hindari Kerokan; karena kerokan sebenarnya untuk memecahkan kapiler-kapiler darah, sehingga terasa enak karena pembuluh darah kembali melebar..namun waw..badan kita rusak berat..dan tahukah anda, kenapa orang yang kebiasaan dipijet dan dikerok kayaknya kecanduan? hal itu dikarenakan tubuh kita akan mengeluarkan zat “endorfinSejenis Morfin namun endogen (dihasilkan tubuh), sebagai mekanisme pertahanan terhadap rasa nyeri…

Diolah dari berbagai sumber (majalah, internet dan pengalaman pribadi)

2 responses to “Menyibak MITOS MASUK ANGIN”

  1. rahul says :

    izin minta gambar GANTENGINx ntar ta beli d Apotik hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: