Warung Bandrek 1.0

Detik saat saya menerima milis SMS (Flexi Milis) membuat tangan saya gatal. Soalnya obyek yang didiskusikan adalah rencana untuk gowes sepeda menuju Warung Bandrek di minggu pagi. Alhasil saya komen untuk ikut serta dalam rombongan ontel.com untuk ikut serta jalan-jalan menuju Warung Bandrek yang terkenal itu.

Apa sih warung bandrek? Dalam beberapa tahun terakhir ternyata Warung Bandrek yang lokasinya lebih kurang 7km di utara Simpang Dago merupakan daerah wajib kunjungan bagi penikmat sepeda di kawasan Bandung. Tiap akhir pekan, dipastikan banyak penikmat Sepeda (sepeda gunung, BMX bahkan sampai sepeda lipat) menaklukkan tanjakan-tanjakannya.

Tepat, pukul 06.30, saya dan wakil teman-teman Laskar Cimahi sudah kumpul di Gegerkalong Hilir 47…setelah melakukan ritual doa bersama dan foto bersama kami berangkat secara beriringan.

Pelan tapi pasti, masing-masing personil mengayuh sepedanya dari Gegerkalong menuju jalan setiabudi, menyusuri ujung cihampelas dan meluncur menuju jalan siliwangi. Raut kelelahan mulai tampak saat jalan menanjak menuju Dago Bengkok.

Panorama yang indah…hawa yang sejuk dan tanjakan menuju Dago Pakar terus terang menantang tim untuk bisa menaklukkannya…..Awal tanjakan salah satu member team merasa kurang enak….(kurang ekstrim) sehingga memutuskan untuk memilih minum bandrek di Dago Bengkok…. Di tengah perjalanan entah karena ingin istirahat karena dengkul nggak kuat….atau ingin melihat sepeda mahal berseliweran…seluruh anggota team duduk termenung di depan rumah mewah…meluruskan kaki dan minum air…sambil foto-foto juga…

Tertantang oleh Bapak tua (sudah ubanan) yang lewat di depan kami, akhirnya tim sepakat untuk kembali nanjak…eh…makin lama kok tanjakan makin nggak rasional ya? (nanjak banget gitu loh…). Apa yang salah ya…? kok makin nggak kuat nanjak nih? Salah sepeda? Salah karena kemaren ikut tanding futsal? Salah jalannya??

Alhasil kami menemukan warung bandrek di pinggir hutan pinus (bukan the real Warban) – sambil beristirahat melepas lelah….makan pisang…makan gorengan…minum bandrek…loh kok malah makan berat…Untung di warung ini juga banyak pesepeda yang istirahat….

Dalam waktu singkat saya dan beberapa teman menerima SMS rombongan yang sudah sampai di the real Warban…..”Kenapa kalian belum sampai di atas? Udah tobat ya?….” Terus terang isi SMS ini membuat kami tertantang… Terbayang di hadapan sudah tersedia tanjakan ”harja” alias ”h*r*m j*d*h”…..Pelan tapi pasti dengan teknik TTB (Tun-Tun Bike) kami sampai juga di Warung Bandrek milik Teh Erna….

Sambil minum2 dan menikmati hembusan angin pegunungan, kami mengabadikan foto bersama dengan seluruh team yang sudah sampai di Warban…

Puas berfoto2 akhirnya kami turun kembali ke jalur semula dengan kecepatan yang aduhai……

Semoga di edisi Warung Bandrek 2.0….3.0…tidak ada lagi TTB….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: