Yuk Memilih Sepeda (MTB)

Pertanyaan yang sering muncul dalam benak saya pada saat ingin memiliki sebuah sepeda gunung (Mountain Bike) adalah “apa sepeda terbaik yang akan saya beli??”. Setelah mencari informasi, membeli beberapa majalah sepeda saya semakin bingung karena banyak sekali merk yang ditawarkan. Dengan rentang harga yang sangat jauh saya menilai kok sepertinya mirip sekali ya? Harga murah sampai termahal ternyata sangat ditentukan oleh kekuatan dan kemampuan sepeda tersebut dengan berbagai macam material yang digunakan.

Pertanyaan lain kemudian muncul, bagaimana kalau saya tidak puas dengan sepeda yang saya miliki? Apakah saya dengan mudah dapat melakukan peningkatan (upgrade) dengan komponen baru dengan mudah? Semakin bingung ketika mengetahui perkembangan teknologi pada sepeda sangat cepat sekali. Sebut saja rem yang dulu menggunakan cantilever (V-brakes) sekarang sudah berubah ke cakram (disc brakes); atau garpu depan (forks) yang saat ini rata-rata sudah menggunakan suspensi; tidak kaku seperti sepeda dulu. Atau juga komponen ”drive train” (gigi sepeda istilah lainnya) sangat cepat sekali perkembangannya. Pertanyaan terakhir : ”jika saya membeli sepeda paket (full bike) apakah biayanya lebih murah? Bagaimana dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih….? Apakah lebih baik saya membuat sepeda rakitan (custom) saja?

Dalam pengamatan yang saya lakukan, melalui survey di internet, membaca majalah dan bertanya pada teman yang sudah berkecimpung lama di dunia sepeda akhirnya saya menyimpulkan bahwa banyak sekali peningkatan dalam dunia sepeda. Diantaranya adalah bahan atau material, komponen dan suspensi. Awalnya saya mempelajari ”frame”; ternyata material frame pada dasarnya adalah sama oleh semua pabrikan. Rentang harga yang ada diberikan oleh pabrikan tapi dengan bentuk dan fungsi yang hampir sama. Komponen lain juga hampir sama. Rentang harga frame Rp. 500.000 sampai dengan Rp. 30.000.000 membuat saya lebih jauh ingin mengetahui dan mempelajarinya. Setelah sekian lama berkutat dengan data dan pikiran yang ada dalam benak saya akhirnya saya menyimpulkan bahwa untuk membangun sepeda rakitan atau “custom” ada 4 hal yang harus diperhatikan: 1) Untuk apa sepeda ini akan saya gunakan? 2) Berapa uang yang akan saya habiskan? 3) Berapa lama waktu yang saya siapkan? dan 4) Apa warna yang saya inginkan?

Sebelum sayaa menghabiskan biaya dan waktu yang banyak, pertama saya harus memikirkan untuk apa Sepeda ini akan saya gunakan. Jika saya memang tidak pernah melintasi jalanan full off road tentu saya tidak harus buang uang dan waktu untuk membangun sepeda “real mountain”. Atau saya memutuskan untuk membeli tipe sebuah “city bike” saja yang seharga Rp. 2.500.000,- malah digunakan di areal pegunungan atau off road. Akhirnya sayaa pasti menyesal karena sayaa tersiksa menggunakannya.

PERBANDINGAN HARGA

Biaya untuk membangun sebuah sepeda gunung (MTB) memang tidak murah. Langkah pertama yang harus kita ketahui adalah bahwa harga sebuah MTB sangat ditentukan oleh 2 hal yaitu berat (weight) dan ketahanan (durability). Semakin ringan sebuah sepeda harganya akan semakin mahal karena rangka (frame) dan komponen lainnya sangat ringan; begitu juga dengan ketahanannya, tentu semakin baik. Tentu juga jangan terlalu ringan karena bisa bertentangan dengan aspek keamanan pengendaranya.

Sebuah MTB dapat dibagi dalam 3 kelompok, yaitu Rangka (frame), komponen (components) dan roda (wheels)

RANGKA (FRAME)

Rangka adalah jantungnya sepeda dan hanya satu. Anda bisa saja mengganti komponen-komponen tapi tidak dengan rangka (tentu saja Anda bisa ganti rangka dengan membeli yang baru J).

Setelah sekian tahun MTB hanya tersedia dalam bentuk geometri yang standard dengan variasi yang sangat minim. Kita hanya mengenal sepeda besar dan kecil saja.

SUSPENSI BELAKANG (Rear Suspension)

Teknologi suspensi belakang akhir-akhir ini semakin banyak dan semua menawarkan keunggulan yang berbeda. Sebut saja suspensi “raise low pivot” atau RLP yang paling populer saat ini meninggalkan tipe “unified rear triangles” atau URT.

Disain RLP memiliki sumbu atau poros yang ditempatkan di atas “bottom bracket”, dimana “bottom bracket” merupakan bagian dari rangka utama. Penempatan suspensi juga beragam. Kinerja suspensi ini aktif setiap saat, baik saat pengendara sedang duduk di atas sadel, meluncur atau pada saat mengayuh (pedaling)

Satu pertanyaan dalam benak saya; “apakah suspensi ini benar-benar dibutuhkan?” ternyata tidak juga. Suspensi hanya memberikan kenyamanan kepada pengendaranya. Toh tanpa suspensi-pun kita masih bisa mengendarai sepeda gunung dengan nyaman. Selanjutnya terserah anda. Apakah memilih kenyamanan atau fungsi.

BAHAN RANGKA

Harga dari sebuah rangka sangat tergantung dari bahan atau material pembuatnya. Pada umumnya ada 5 tipe bahan yang digunakan untuk sepeda MTB, yaitu: high-tensile steel, chromoly steel, aluminum, titanium, dan carbon fiber. Teknologi pendukung pada saat pembuatan seperti heat treating, oversized diameters, dan butting (variasi ketebalan tube untuk mendukung kekuatan dan berat bahan) juga mempengaruhi harga rangka.

High-tensile steel—atau disingkat hi-ten, adalah berbahan logam campuran yang umumnya digunakan untuk rangka kelas bawah. Rangka ini sangat kaku sehingga berdampak pada bobot dan tentu pada saat dikendarai terasa berat. Dari segi biaya produksi bahan ini relatif lebih murah.

Chromoly steel— pada dasarnya bahan ini sama dengan hi-ten namun ada penambahan bahan chromium dan molybdenum. Dari sisi harga lebih mahal dibandingkan dengan hi-ten. Rangka kelas menengah umumnya menggunakan bahan ini. Dari segi kekuatan rangka in irawan retak (crack) jika dipakai dalam kondisi ekstrim.

Aluminum— material ini cocok digunakan untuk rangka yang memiliki tipe dual suspension karena rangka ini relative kaku, ringan dan tidak terlalu mahal harganya.

Titanium—material ini termasuk kelas yang eksotik. Harga juga sudah turun sejak beberapa tahun belakang ini. Harga rangka menjadi sangat mahal karena proses membuatnya rumit (menyambung rangka). Pada dasarnya titanium adalah logam campuran antara vanadium dan aluminimum. Rangka titanium jarang digunakan untuk model dual suspension.

KOMPONEN

Pada saat memilih komponen untuk sebuah sepeda MTB, pemilihan bahan juga sangat menentukan. Harga ditentukan oleh kualitas (duraibility) dan bobotnya. Bahkan pada level tertentu tingkat performansi dan presisi komponen menjadi pilihan utama seperti “derailleurs” dan rem. Bahan dasar seperti logam campuran atau besi dari segi ketahanan sangat baik tapi di sisi lain lebih berat dan tentu saja harganya lebih murah. Semakin kita memilih bahan yang mahal seperti titanium tentu anggaran kita untuk membeli sepeda semakin besar. Walau pun dari sisi kinerja bahan logam besi tetap bisa digunakan, tapi tingkat ketelitian dan presisi dari komponen (toleransi) menjadi kontribusi terbesar dari harganya.

RODA

Sepintas roda mungkin hanya terlihat sama saja. Tapi dibalik itu komponen yang ada ternyata cukup banyak. Sebut saja teromol atau hub, velg atau rims, jari-jari atau spokes, dan ban atau tires. Sekali lagi bahan-bahan dari komponen di atas sangat menentukan terutama harga dan performanya. Komponen roda jangan dianggap sepele karena roda pada saat berputar menerima beban 3 kali lipat dibanding pada saat diam atau statis. Untuk sepeda yang berharga mahal atau tipe hi-end komponen hub, rims dan spokes sangat ringan dan kuat. Begitu juga dengan ban, sudah memasukkan unsur teknologi terkini seperti pola kembang, compound yang digunakan dan berbahan kevlar yang sudah terbukti sangat kuat.

Semoga informasi di atas dapat membantu Anda memahami dan mengerti segala hal terkait dengan sepeda MTB sebelum anda mengunjungi toko Sepeda di kota Anda.

2 responses to “Yuk Memilih Sepeda (MTB)”

  1. lippocikarang says :

    Group set kok tidak dibahas, Bang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: