Archive | December 2009

Sakit dan Nyeri kala Bersepeda

Awalnya saya menikmati hobi sepeda ini karena mengikuti teman-teman yang sudah lebih dahulu berkecimpung dalam dunia sepeda. Tanpa berbekal ilmu dan pengetahuan yang memadai saya mencoba menikmati hobi baru ini. Tapi apa mau dikata setelah beberapa kali mencoba trek sepeda, bukannya sehat kok malah sakit?

Saya coba bertanya dan belajar dari pengalaman dan membaca beberapa buku, ternyata banyak juga sakit yang disebabkan oleh bersepeda. Hampir seluruhnya disebabkan karena kurang pengetahuan kita. Dengan mengetahui jenis-jenis cedera Insya Allah dalam menikmati hobi ini kita bisa terhindar dari sakit dan cedera tersebut.

ACHILLES TENDONS

Otot Achilles adalah otot yang berada dibelakang ankle atau tumit, yang menghubungkan otot betis dan tumit. Jika kita merasa sakit pada otot ini, menandakan bahwa kita bermasalah dalam teknik pedaling (mengayuh). Cedera ini sering disebabkan karena pergerakan tumit yang salah pada saat menekan pedal. Hal ini dipengaruhi biasanya oleh setelan sadel yang terlalu tinggi, atau memberikan tekanan pada tumit yang terlalu besar pada saat pedal di bawah.

Kemungkinan lain adalah pada saat mengayuh terjadi ketidak seimbangan antara tumit pada saat gerakan pedaling maju ke depan. Semakin besar tekanan yang diterima tumit maka semakin besar pula tekanan yang diterima oleh otot achilles ini.

Langkah terbaik untuk menghindari cedera otot achilles ini adalah dengan melakukan pemanasan sebelum bersepeda. Apalagi umumnya cedera otot ini ditemukan pada orang dewasa.

PERGELANGAN KAKI (ANKLES)

Cedera pergelangan kaki sering disebabkan karena proses gerak pada saat pedaling (mengayuh). Sakit pada pergelangan kaki cenderung disebabkan karena kesalahan dalam menggunakan sepatu (berbahan keras dan tidak elastis)

Penyebab lain adalah pedal atau crank yang bengkok sehingga kaki bergoyang atau mengalami getaran ke belakang dan kembali berulang pada saat pedal berputar.

PUNGGUNG

Sakit atau cedera punggung pada saat bersepeda umumnya disebabkan karena posisi tubuh yang tidak sempurna. Posisi tubuh yang baik pada saat bersepeda sangat berbeda dengan posisi tubuh saat duduk atau berdiri. Posisi mengayuh yang baik harus mampu mendukung gerakan mengayuh yang sempurna dan juga mampu melindungi pengendara pada saat terjadi goncangan di jalan yang tidak rata.

Pada saat mengendarai sepeda, punggung harus melengkung, tidak menunduk lurus ke depan diantara pinggang dan bahu. Jika punggung dengan sempurna melengkung maka pada saat terjadi benturan atau goncangan maka punggung akan dengan mudah melentur dalam arah lengkungan; hal ini menyebabkan kondisi punggung tidak mendapat hentakan.

Beberapa cedera punggung juga terjadi pada orang yang melakukan modifikasi setang atau handle bar yang terlalu tinggi. Akibatnya posisi duduk tegak, tulang punggung lurus  dan cenderung terkunci. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan karena tulang punggung yang lurus cenderung tidak akan bereaksi pada saat tubuh dan sepeda menerima guncangan. Posisi punggung lurus dan terkunci sangat nyaman kalau sepeda dalam posisi diam, tapi menjadi tidak nyaman pada saat mengendarai sepeda (terutama dalam kondisi jalan yang cepat)

TELAPAK KAKI

Nyeri di telapak kaki sering disebabkan oleh penggunaan alas kaki (sepatu) yang tidak tepat, terutama sepatu yang solnya lembut yang secara tidak sadar membuat konsentrasi kita mengayuh pedal tekanannya semakin kuat. Penyebab lain adalah penggunaan gigi yang tinggi, dimana akibatnya tekanan ke tapak kaki semakin juga semakin besar.

Untuk beberapa orang telapak kaki sangat sensitive, gampang nyeri dan panas. Langkah terbaik adalah dengan menggunakan sepatu atan sandal khusus untuk sepeda. Untuk mengendarai jarak yang cukup jauh sebaiknya gunakan kaus kaki yang baik.

Jika mengendarai sepeda di daerah yang cukup banyak rintangannya, ada baiknya kita menggunakan sepatu khusus yang mampu melindungi kaki dari ranting, duri atau serangga tertentu.

JARI

Rasa kaku atau mati rasa pada jari adalah gejala yang sangat berbahaya pada saat mengendarai sepeda atau disebut juga dengan sindrom terowong karpal (carpal tunnel syndrome). Nyeri atau kaku pada jari umumnya disebabkan oleh posisi tubuh atas yang tidak sempurna.

Sama seperti tapak kaki, tapak tangan juga memiliki tumit (heel) yang sisinya cenderung keras. Pada tapak tangan terdapat jaringan saraf yang sangat penting yang sebenarnya tidak boleh mendapat tekanan yang berlebihan. Kondisi pada saat mengendarai telapak tangan menekan seluruh setang dan juga setang menekan tangan.

Untuk menghindari gejala nyeri dan mati rasa sebaiknya gunakan sarung tangan atau grip setang yang berbusa tipis.

PERGELANGAN TANGAN

Rasa mati rasa atau kaku pada pergelangan tangan disebabkan oleh posisi pergelangan tangan yang tidak tepat. Posisi tangan yang baik adalah segaris dengan lengan bawah. Jika tangan kita menekuk ke depan maka otot dapat menjadi terjepit yang dalam waktu tertentu akan menyebabkan mati rasa atau kaku.

LUTUT

Dengan teknik bersepeda yang baik, harusnya lutut menerima tekanan yang tidak terlalu besar. Berbeda dengan gerakan aerobic lainnya seperti lari dan lompat. Meski demikian, nyeri di bagian lutut sering terjadi; umumnya disebabkan karena teknik yang buruk dan posisi tubuh yang tidak sempurna, diantaranya :

  • Pemilihan gigi (gear) : jika sering menggunakan gigi yang tinggi (ringan) potensi nyeri lutut sangat besar
  • Ketinggian sadel : jika sadel terlalu rendah maka tekanan atau impact terhadap lutut menjadi lebih besar
  • Posisi kaki dan pedal : pada dasarnya posisi orang dalam mengayuh mengikuti posisi natural saja. Ada yang cenderung menekan pedal dengan tumit atau ujung jari. Jika kita menggunakan sepatu khusus bersepeda usahakan posisi pedal pada lekukan sepatu yang memang dirancang khusus. Jika kita menggunakan posisi yang berbeda bisa dipastikan kita akan mengalami cedera yang cukup serius.

LEHER

Nyeri di leher sering disebabkan oleh postur bersepeda yang buruk.

Masalah nyeri di leher lainnya disebabkan oleh posisi helm yang tidak sempurna. Jika terlalu ke depan atau terlalu ke belakang. Kondisi ini secara tidak sengaja akan membuat leher bergerak untuk memetulkan posisi helm ke semula. Untuk itu pastikan kondisi helm kita sempurna dan tidak menganggu pandangan.

Posisi kacamata juga berpotensi membuat leher menjadi nyeri. Jika kacamata turun sampai ke hidung, maka secara otomatis kita akan menggerakkan kepala ke atas agar kacamata kembali ke posisi semula.

BAHU

Nyeri bahu sering disebabkan oleh posisi postur yang salah.

Penyebab lain adalah sudut sadel yang terlalu rendah. Kondisi ini akan memaksa tubuh kita semakin maju ke depan dan akhirnya tekanan ke bahu juga semakin besar. Jika kita merasa sakit atau nyeri pada salah satu sisi punggung mungkin cek ulang lagi simetri dari tangan kita, apakah tangan kita menekuk secara paralel dan sama lekukannya? Atau apakah salah satu bahu kita lebih tinggi dibanding sisi lainnya?

PAHA

Buat anda yang jarang mengendarai sepeda (jarang dilatih) dan langsung mengendarai dalam jarak yang cukup jauh sangat berpotensi untuk mengalami nyeri pada bagian ini. Penyebab lain adalah posisi sadel yang kurang pas, bentuk sadel yang terlalu lebar, atau bahan sadel yang terlalu keras

Penggunaan celana khusus sepeda sedikit banyak cukup membantu karena memiliki bantalan foam pada bagian-bagian tertentu. Namun hati-hati untuk celana yang memiliki bantalan berlebihan karena bisa membuat kulit menjadi ruam atau lecet.

POSTUR YANG BAIK

Dari penyebab rasa sakit atau nyeri diatas banyak yang dipengaruhi oleh postur yang baik. Posisi atau postur yang baik tentu membuat kita nyaman dalam mengendarai sepeda. Dengan posisi yang baik aktifitas mengayuh sepeda menjadi optimal dan bisa mengantisipasi benturan atau goncangan pada saat melewati jalan yang rusak atau bergelombang.

Postur yang buruk umumnya ada pada 3 titik, yaitu:

  1. Punggung: punggung harus melengkung (membentuk busur). Tubuh yang lengkung cenderung lentur dan mudah menyerap getaran atau goncangan yang diterima tubuh.
  2. Siku : posisi siku harus sedikig menekuk tidak lurus dan mengunci. Dengan posisi ini otot lengan berfungsi juga sebagai peredam atau suspensi.
  3. Bahu : bahu harus mengarah ke depan sehingga otot dada ikut membantu menahan berat tubuh bagian atas.

*) Diolah dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi

Yuk Memilih Sepeda (MTB)

Pertanyaan yang sering muncul dalam benak saya pada saat ingin memiliki sebuah sepeda gunung (Mountain Bike) adalah “apa sepeda terbaik yang akan saya beli??”. Setelah mencari informasi, membeli beberapa majalah sepeda saya semakin bingung karena banyak sekali merk yang ditawarkan. Dengan rentang harga yang sangat jauh saya menilai kok sepertinya mirip sekali ya? Harga murah sampai termahal ternyata sangat ditentukan oleh kekuatan dan kemampuan sepeda tersebut dengan berbagai macam material yang digunakan.

Pertanyaan lain kemudian muncul, bagaimana kalau saya tidak puas dengan sepeda yang saya miliki? Apakah saya dengan mudah dapat melakukan peningkatan (upgrade) dengan komponen baru dengan mudah? Semakin bingung ketika mengetahui perkembangan teknologi pada sepeda sangat cepat sekali. Sebut saja rem yang dulu menggunakan cantilever (V-brakes) sekarang sudah berubah ke cakram (disc brakes); atau garpu depan (forks) yang saat ini rata-rata sudah menggunakan suspensi; tidak kaku seperti sepeda dulu. Atau juga komponen ”drive train” (gigi sepeda istilah lainnya) sangat cepat sekali perkembangannya. Pertanyaan terakhir : ”jika saya membeli sepeda paket (full bike) apakah biayanya lebih murah? Bagaimana dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih….? Apakah lebih baik saya membuat sepeda rakitan (custom) saja?

Dalam pengamatan yang saya lakukan, melalui survey di internet, membaca majalah dan bertanya pada teman yang sudah berkecimpung lama di dunia sepeda akhirnya saya menyimpulkan bahwa banyak sekali peningkatan dalam dunia sepeda. Diantaranya adalah bahan atau material, komponen dan suspensi. Awalnya saya mempelajari ”frame”; ternyata material frame pada dasarnya adalah sama oleh semua pabrikan. Rentang harga yang ada diberikan oleh pabrikan tapi dengan bentuk dan fungsi yang hampir sama. Komponen lain juga hampir sama. Rentang harga frame Rp. 500.000 sampai dengan Rp. 30.000.000 membuat saya lebih jauh ingin mengetahui dan mempelajarinya. Setelah sekian lama berkutat dengan data dan pikiran yang ada dalam benak saya akhirnya saya menyimpulkan bahwa untuk membangun sepeda rakitan atau “custom” ada 4 hal yang harus diperhatikan: 1) Untuk apa sepeda ini akan saya gunakan? 2) Berapa uang yang akan saya habiskan? 3) Berapa lama waktu yang saya siapkan? dan 4) Apa warna yang saya inginkan?

Sebelum sayaa menghabiskan biaya dan waktu yang banyak, pertama saya harus memikirkan untuk apa Sepeda ini akan saya gunakan. Jika saya memang tidak pernah melintasi jalanan full off road tentu saya tidak harus buang uang dan waktu untuk membangun sepeda “real mountain”. Atau saya memutuskan untuk membeli tipe sebuah “city bike” saja yang seharga Rp. 2.500.000,- malah digunakan di areal pegunungan atau off road. Akhirnya sayaa pasti menyesal karena sayaa tersiksa menggunakannya.

PERBANDINGAN HARGA

Biaya untuk membangun sebuah sepeda gunung (MTB) memang tidak murah. Langkah pertama yang harus kita ketahui adalah bahwa harga sebuah MTB sangat ditentukan oleh 2 hal yaitu berat (weight) dan ketahanan (durability). Semakin ringan sebuah sepeda harganya akan semakin mahal karena rangka (frame) dan komponen lainnya sangat ringan; begitu juga dengan ketahanannya, tentu semakin baik. Tentu juga jangan terlalu ringan karena bisa bertentangan dengan aspek keamanan pengendaranya.

Sebuah MTB dapat dibagi dalam 3 kelompok, yaitu Rangka (frame), komponen (components) dan roda (wheels)

RANGKA (FRAME)

Rangka adalah jantungnya sepeda dan hanya satu. Anda bisa saja mengganti komponen-komponen tapi tidak dengan rangka (tentu saja Anda bisa ganti rangka dengan membeli yang baru J).

Setelah sekian tahun MTB hanya tersedia dalam bentuk geometri yang standard dengan variasi yang sangat minim. Kita hanya mengenal sepeda besar dan kecil saja.

SUSPENSI BELAKANG (Rear Suspension)

Teknologi suspensi belakang akhir-akhir ini semakin banyak dan semua menawarkan keunggulan yang berbeda. Sebut saja suspensi “raise low pivot” atau RLP yang paling populer saat ini meninggalkan tipe “unified rear triangles” atau URT.

Disain RLP memiliki sumbu atau poros yang ditempatkan di atas “bottom bracket”, dimana “bottom bracket” merupakan bagian dari rangka utama. Penempatan suspensi juga beragam. Kinerja suspensi ini aktif setiap saat, baik saat pengendara sedang duduk di atas sadel, meluncur atau pada saat mengayuh (pedaling)

Satu pertanyaan dalam benak saya; “apakah suspensi ini benar-benar dibutuhkan?” ternyata tidak juga. Suspensi hanya memberikan kenyamanan kepada pengendaranya. Toh tanpa suspensi-pun kita masih bisa mengendarai sepeda gunung dengan nyaman. Selanjutnya terserah anda. Apakah memilih kenyamanan atau fungsi.

BAHAN RANGKA

Harga dari sebuah rangka sangat tergantung dari bahan atau material pembuatnya. Pada umumnya ada 5 tipe bahan yang digunakan untuk sepeda MTB, yaitu: high-tensile steel, chromoly steel, aluminum, titanium, dan carbon fiber. Teknologi pendukung pada saat pembuatan seperti heat treating, oversized diameters, dan butting (variasi ketebalan tube untuk mendukung kekuatan dan berat bahan) juga mempengaruhi harga rangka.

High-tensile steel—atau disingkat hi-ten, adalah berbahan logam campuran yang umumnya digunakan untuk rangka kelas bawah. Rangka ini sangat kaku sehingga berdampak pada bobot dan tentu pada saat dikendarai terasa berat. Dari segi biaya produksi bahan ini relatif lebih murah.

Chromoly steel— pada dasarnya bahan ini sama dengan hi-ten namun ada penambahan bahan chromium dan molybdenum. Dari sisi harga lebih mahal dibandingkan dengan hi-ten. Rangka kelas menengah umumnya menggunakan bahan ini. Dari segi kekuatan rangka in irawan retak (crack) jika dipakai dalam kondisi ekstrim.

Aluminum— material ini cocok digunakan untuk rangka yang memiliki tipe dual suspension karena rangka ini relative kaku, ringan dan tidak terlalu mahal harganya.

Titanium—material ini termasuk kelas yang eksotik. Harga juga sudah turun sejak beberapa tahun belakang ini. Harga rangka menjadi sangat mahal karena proses membuatnya rumit (menyambung rangka). Pada dasarnya titanium adalah logam campuran antara vanadium dan aluminimum. Rangka titanium jarang digunakan untuk model dual suspension.

KOMPONEN

Pada saat memilih komponen untuk sebuah sepeda MTB, pemilihan bahan juga sangat menentukan. Harga ditentukan oleh kualitas (duraibility) dan bobotnya. Bahkan pada level tertentu tingkat performansi dan presisi komponen menjadi pilihan utama seperti “derailleurs” dan rem. Bahan dasar seperti logam campuran atau besi dari segi ketahanan sangat baik tapi di sisi lain lebih berat dan tentu saja harganya lebih murah. Semakin kita memilih bahan yang mahal seperti titanium tentu anggaran kita untuk membeli sepeda semakin besar. Walau pun dari sisi kinerja bahan logam besi tetap bisa digunakan, tapi tingkat ketelitian dan presisi dari komponen (toleransi) menjadi kontribusi terbesar dari harganya.

RODA

Sepintas roda mungkin hanya terlihat sama saja. Tapi dibalik itu komponen yang ada ternyata cukup banyak. Sebut saja teromol atau hub, velg atau rims, jari-jari atau spokes, dan ban atau tires. Sekali lagi bahan-bahan dari komponen di atas sangat menentukan terutama harga dan performanya. Komponen roda jangan dianggap sepele karena roda pada saat berputar menerima beban 3 kali lipat dibanding pada saat diam atau statis. Untuk sepeda yang berharga mahal atau tipe hi-end komponen hub, rims dan spokes sangat ringan dan kuat. Begitu juga dengan ban, sudah memasukkan unsur teknologi terkini seperti pola kembang, compound yang digunakan dan berbahan kevlar yang sudah terbukti sangat kuat.

Semoga informasi di atas dapat membantu Anda memahami dan mengerti segala hal terkait dengan sepeda MTB sebelum anda mengunjungi toko Sepeda di kota Anda.