Siaran TV Digital di Indonesia…..sebuah kemajuan!!

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2009 silam terasa lebih istimewa, khususnya bagi dunia televisi di Indonesia. Kenapa? Karena pada hari itu Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono meresmikan siaran perdana TV Digital free to air. Siaran ini merupakan siaran perdana televisi digital PT Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI yang beranggotakan SCTV, MetroTV, TransTV, Trans7, ANTV dan tvOne. Pada tahap awal uji coba ini dilakukan di seputaran Jabodetabek.

Uji coba ini sendiri sebenarnya telah dilakukan oleh TVRI pada 13 Agustus 2008 silam, namun pelaksanaan dalam skala yang lebih luas dan melibatkan sejumlah TV swasta baru bisa dilakukan Maret 2009 ini dan dipancarkan dari salah satu menara pemancar televisi di Jakarta Barat. Uji coba ini merupakan langkah persiapan yang penting bagi para penyelenggara siaran televisi sebelum nantinya mereka secara resmi akan melakukan migrasi sepenuhnya dari sistem analog (yang selama ini kita pakai) ke sistem digital

Sistem baru ini mengadopsi sistem internasional standar DVB yang dikompresi memakai MPEG-2 yang dipancarkan secara terestrial (DVB-T) pada kanal UHF (di Jakarta di kanal 40, 42, 44 dan 46 UHF) dan berkonsep free-to-air. Untuk menerima siaran digital ini, pemirsa di rumah sementara ini perlu menambah sebuah alat khusus bernama Set-Top-Box (STB) yang akan berfungsi sebagai digital TV tuner, hingga nanti tiba saatnya produksi masal digital TV yang sudah bisa langsung menerima siaran DVB tanpa perlu tambahan STB. Keuntungan siaran TV digital tentu saja adalah kualitas penerimaan yang lebih baik dari sistem lama, ditambah lagi adanya berbagai fitur tambahan seperti tampilan program acara (Electronic Program Guide-EPG), info rating dan info cuaca. Di pihak penyelenggara, sistem digital ini membawa banyak efisiensi seperti bandwidth yang lebih kecil dan penurunan daya pancar.

Selain siaran DVB-T yang ditujukan kepada penerima siaran di rumah, pada waktu yang bersamaan juga dilakukan uji coba untuk siaran DVB yang khusus untuk diterima di perangkat genggam/handheld (DVB-H). Sistem DVB-H diuji coba di kanal 24 dan 26 UHF, namun khusus untuk di terima di perangkat genggam bergerak seperti ponsel khusus DVB-H seperti Nokia N77. Keunggulan DVB-H adalah kompatibilitas resolusi siaran dengan layar ponsel yang umumnya berukuran kecil, teknologi time-slicing untuk penghematan baterai dan ketahanannya terhadap noise saat perangkat sedang bergerak. Di Indonesia, jaringan DVB-H dipercayakan kepada Nokia-Siemens network. Perhatikan kalau siaran DVB-H ini TIDAK BISA diterima di ponsel yang bisa jadi penerima TV analog seperti kebanyakan ponsel buatan Cina yang banyak di jual di pasaran

Persyaratan untuk menyelenggarakan uji coba ini cukup ketat, seperti ketersediaan infrastruktur yang baik guna menghindari kendala teknis di lapangan nantinya. Setelah melalui proses seleksi, pemerintah melalui Depkominfo akhirnya telah menetapkan peserta yang mendapat izin frekuensi sementara untuk menyelenggarakan ujicoba DVB-T dan DVB-H di Jakarta yaitu :

Untuk DVB-T :

  • Lembaga Penyiaran Publik TVRI
  • Konsorsium TV Digital Indonesia/KTDI (SCTV, ANTV, TransTV, Trans7, TV One, Metro)

Untuk DVB-H :

  • Telkom Tbk (menggandeng Telkomsel dan TelkomVision)
  • Mobile-8 Telecom, Tbk (didukung oleh TV grup MNC : RCTI, Global, TPI)

Adapun dalam hal dukungan perangkat penerima, raksasa elektronik tanah air yang menyatakan siap untuk mendukung siaran TV digital adalah Polytron dengan produk TV digital dan STB buatannya. Perusahan besar yang berkantor di Kudus ini telah bekerja sama dengan para konsorsium diatas dan siap meluncurkan TV digital ukuran 21 inci dan 29 inci. Soal harga, TV 21 inci dijual 1,6 juta dan STB dijual seharga 400 ribu yang diyakini oleh pihak Polytron, masih terjangkau masyarakat.

Pabrikan asal negeri Gingseng, LG juga telah menyiapkan TV digital LG LH50 yang diklaim sebagai produk TV digital pertama LG di Indonesia. Televisi berukuran 44 inchi ini akan “dilepas” dengan harga Rp.45 juta (tanpa set top box khusus).

Minat yang mana????

Selamat tinggal dunia analog!!

@dari berbagai sumber – EJ –

4 responses to “Siaran TV Digital di Indonesia…..sebuah kemajuan!!”

  1. Andre says :

    wah indo makin maju aza ne?
    Good Aza yach,buat Crew2 na?
    JAYA LAH INDONESIA KU???
    TUNJUKKAN PADA DUNIA……….

    • elfri says :

      Trims sob…tetap harus maju…masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan
      Kalau kita tidak berubah…maka perubahan yang akan menggilas kita…

  2. andre says :

    set top box udah dpt d beli d daerah mna ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: