Archive | July 2009

Siaran TV Digital di Indonesia…..sebuah kemajuan!!

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2009 silam terasa lebih istimewa, khususnya bagi dunia televisi di Indonesia. Kenapa? Karena pada hari itu Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono meresmikan siaran perdana TV Digital free to air. Siaran ini merupakan siaran perdana televisi digital PT Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI yang beranggotakan SCTV, MetroTV, TransTV, Trans7, ANTV dan tvOne. Pada tahap awal uji coba ini dilakukan di seputaran Jabodetabek.

Uji coba ini sendiri sebenarnya telah dilakukan oleh TVRI pada 13 Agustus 2008 silam, namun pelaksanaan dalam skala yang lebih luas dan melibatkan sejumlah TV swasta baru bisa dilakukan Maret 2009 ini dan dipancarkan dari salah satu menara pemancar televisi di Jakarta Barat. Uji coba ini merupakan langkah persiapan yang penting bagi para penyelenggara siaran televisi sebelum nantinya mereka secara resmi akan melakukan migrasi sepenuhnya dari sistem analog (yang selama ini kita pakai) ke sistem digital

Sistem baru ini mengadopsi sistem internasional standar DVB yang dikompresi memakai MPEG-2 yang dipancarkan secara terestrial (DVB-T) pada kanal UHF (di Jakarta di kanal 40, 42, 44 dan 46 UHF) dan berkonsep free-to-air. Untuk menerima siaran digital ini, pemirsa di rumah sementara ini perlu menambah sebuah alat khusus bernama Set-Top-Box (STB) yang akan berfungsi sebagai digital TV tuner, hingga nanti tiba saatnya produksi masal digital TV yang sudah bisa langsung menerima siaran DVB tanpa perlu tambahan STB. Keuntungan siaran TV digital tentu saja adalah kualitas penerimaan yang lebih baik dari sistem lama, ditambah lagi adanya berbagai fitur tambahan seperti tampilan program acara (Electronic Program Guide-EPG), info rating dan info cuaca. Di pihak penyelenggara, sistem digital ini membawa banyak efisiensi seperti bandwidth yang lebih kecil dan penurunan daya pancar.

Selain siaran DVB-T yang ditujukan kepada penerima siaran di rumah, pada waktu yang bersamaan juga dilakukan uji coba untuk siaran DVB yang khusus untuk diterima di perangkat genggam/handheld (DVB-H). Sistem DVB-H diuji coba di kanal 24 dan 26 UHF, namun khusus untuk di terima di perangkat genggam bergerak seperti ponsel khusus DVB-H seperti Nokia N77. Keunggulan DVB-H adalah kompatibilitas resolusi siaran dengan layar ponsel yang umumnya berukuran kecil, teknologi time-slicing untuk penghematan baterai dan ketahanannya terhadap noise saat perangkat sedang bergerak. Di Indonesia, jaringan DVB-H dipercayakan kepada Nokia-Siemens network. Perhatikan kalau siaran DVB-H ini TIDAK BISA diterima di ponsel yang bisa jadi penerima TV analog seperti kebanyakan ponsel buatan Cina yang banyak di jual di pasaran

Persyaratan untuk menyelenggarakan uji coba ini cukup ketat, seperti ketersediaan infrastruktur yang baik guna menghindari kendala teknis di lapangan nantinya. Setelah melalui proses seleksi, pemerintah melalui Depkominfo akhirnya telah menetapkan peserta yang mendapat izin frekuensi sementara untuk menyelenggarakan ujicoba DVB-T dan DVB-H di Jakarta yaitu :

Untuk DVB-T :

  • Lembaga Penyiaran Publik TVRI
  • Konsorsium TV Digital Indonesia/KTDI (SCTV, ANTV, TransTV, Trans7, TV One, Metro)

Untuk DVB-H :

  • Telkom Tbk (menggandeng Telkomsel dan TelkomVision)
  • Mobile-8 Telecom, Tbk (didukung oleh TV grup MNC : RCTI, Global, TPI)

Adapun dalam hal dukungan perangkat penerima, raksasa elektronik tanah air yang menyatakan siap untuk mendukung siaran TV digital adalah Polytron dengan produk TV digital dan STB buatannya. Perusahan besar yang berkantor di Kudus ini telah bekerja sama dengan para konsorsium diatas dan siap meluncurkan TV digital ukuran 21 inci dan 29 inci. Soal harga, TV 21 inci dijual 1,6 juta dan STB dijual seharga 400 ribu yang diyakini oleh pihak Polytron, masih terjangkau masyarakat.

Pabrikan asal negeri Gingseng, LG juga telah menyiapkan TV digital LG LH50 yang diklaim sebagai produk TV digital pertama LG di Indonesia. Televisi berukuran 44 inchi ini akan “dilepas” dengan harga Rp.45 juta (tanpa set top box khusus).

Minat yang mana????

Selamat tinggal dunia analog!!

@dari berbagai sumber – EJ –

Langkah menghindari Infeksi Flu Babi

April lalu saya pernah menulis catatan dengan bahaya Flu Babi atau Swine Flu ini…Namun akhir-akhir ini kecemasan melanda di negara kita mengingat tiap minggu selalu ada perkembangan pasien baru yang tertular virus ini.

Sekedar mengingat kembali, flu babi ini awalnya ditularkan dari babi ke manusia, namun sekarang berubah dari manusia ke manusia dan virus ini merupakan salah satu virus yang cukup mematikan.

Ahli medis saat ini juga belum yakin dengan obat seperti Tamiflu atau Relenza yang dapat mematikan efek virus ini. Saat ini The Centers for Disease Control and Prevention(CDC) masih mengembangkan obat yang ampuh untuk menyembuhkan Flu Babi ini.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk itu mari kita pahami bersama langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegah agar kita tidak terinfeksi Flu Babi.

Langkah 1; Tinggal di rumah.

Jika Anda sakit atau mengalami gejala Flu sebaiknya tinggal saja di rumah. Jangan pergi ke luar rumah. Gejala flu seperti demam mirip seperti gejala terinfeksi flu Babi ini.

Langkah 2: Waspadai batuk

Batuk atau bersin yang hanya ditutupi tangan berpotensi memindahkan kuman dari tangan kepada benda-benda yang kemudian menjadi obyek sentuhan tangan. Virus flu babi sangat mudah menular dan proses penularannya melalui sentuhan obyek dan masuk ke dalam tubuh kita. Masker anti flu sangat membantu untuk mencegah penularan melalui batuk ini.

Langkah 3: Cuci tangan se-sering mungkin

Rajin atau rutinlah mencuci tangan. Setiap benda yang kita sentuh mungkin sudah tertulari virus ini. Dengan tangan yang senantiasa bersih maka akan membantu kita untuk menghindari infeksi flu ini.

Langkah 4: Bawa desinfektan (hand sanitizer)

Bawalah selalu desinfektan yang mudah dibawa. Jika kita menyentuh benda-benda yang memang dipegang orang banyak (spt gagang pintu, keranjang atau troli belanja, bersalaman, dll) langsung saja gunakan hand sanitizer jika kita sudah bersentuhan dengan tangan kita. Karena mungkin saja benda tersebut sudah tertulari virus.

Langkah 5: Waspada di Fasilitas Umum

Kurangi menyentuh benda-benda yang ada di fasilitas umum. Hal ini disebabkan banyak sekali kuman-kuman bersemayam disana dan berpotensi untuk membawa virus swine ini.

Langkah 6: Perjalanan melalui udara

Jika kita melakukan perjalanan melalui udara ke lokasi tertentu harap dipatuhi arahan-arahan yang berlaku. Apalagi di dalam pesawat udara gerakan dan udara sangat terbatas. Upayakan kondisi tubuh kita sehat dan hindari bersentuhan dengan manusia atau benda-benda publik.

Langkah 7: Bersihkan apa yang akan kita makan.

Umur hidup virus sangat bervariasi, mulai dari 48 jam hingga 100 jam tergantung kekuatan hidup virus tersebut. Walaupun belum ada penularan flu babi melalui sayuran atau buah2an namun kita tetap harus waspada karena kemungkinannya tetap ada. Langkah terbaik adalah bersihkan buah atau sayuran yang akan kita makan.

Langkah 8: Hindari keramaian

Hindari keramaian sebisa mungkin. Sebisa mungkin hindari bersentuhan dengan orang-orang yang mungkin berpotensi terkena flu babi. Gunakan masker jika perlu. Paling tidak jarak 1 meter sudah cukup aman (tidak bersentuhan langsung)

Langkah 9: Hati-hati saat makan dan minum

Jangan makan dan minum jika tidak dipastikan tingkat kebersihannya. Virus flu babi berpotensi ditularkan melalui alat-alat makan/minum yang digunakan bersama-sama seperti piring, gelas dan sendok.

Langkah 10: Vaksinasi

Vaksinasi yang ada tidak efektif melawan virus H1N1. Jika kita tertular virus dan langsung ke dokter (dalam 36 jam) untuk mendapatkan vaksin seperti Tamiflu atau Relenza. Vaksin ini akan menghentikan pergerakan atau aktivitas virus Swine Flu ini.

Langkah 11: Pergi ke Dokter

Pergilah ke dokter jika kita mendapatkan gejala flu babi seperti demam yang disertai rasa sakit pada tubuh. Saat ini obat yang cukup efektif adalah Tamiflu dan Relenza (maksimum 36 jam setelah gejala itu muncul)

Diolah dari berbagai sumber – EJ –

TEKNIK HACKER MEMBOBOL KARTU KREDIT

Sekarang sudah zaman internet, komunikasi, bertukar informasi, berbelanja sudah lewat internet. Dampak negatif juga sudah bertambah banyak dengan ragam kejahatannya. Sebut saja yang paling mudah dan mungkin banyak dari kita yang terkena virus. Hingga yang paling canggih adalah kejahatan pencurian kartu kredit.

Untuk kejahatan pencurian data kartu kredit, ada baiknya kita lebih waspada dengan mengetahui bagaimana cara-cara hacker atau carder dalam mencuri data kartu kredit.

Pertama; Hacker atau Carder umumnya menggunakan program yang dapat melihat atau membuat logging file dari data yang dikirim oleh web site e-commerce (penjualan online) yang diincar oleh carder tersebut. Hacker atau carder mengincar website yang tidak dilengkapi dengan security encription atau situs yang tidak memiliki sekuriti yang bagus.

Kedua; Hacker atau Carder membuat program spyware, trojan, worm dan sejenisnya yang berfungsi seperti keylogger (keyboad logger: program pencatat aktifitas keyboard) dan program ini disebar lewat email spamming (file terkirim dalam bentuk attachment), MIRC (program aplikasi chatting), Messenger (Yahoo, MSN) atau situs-situs tertentu dengan icon atau iming2 yang menarik kita untuk mendownload atau membuka file tersebut. Program ini akan mencatat semua aktifitas komputer kita kedalam sebuah file dan akan mengirimnya ke email hacker/carder tersebut. Kadang-kadang program ini dapat dijalankan langsung kalau kita masuk ke situs yang dibuat hacker/carder atau situs porno. Jangan terpengaruh oleh iming-iming atau attachment tersebut.

Ketiga; Hacker membuat sebuah situs phising, yaitu situs yang kelihatan sama dengan situs aslinya. Ambil contoh ketika marak situs Bank Central Asia (BCA) dengan alamat berbeda www.clikbca.com .Jadi kalau kita salah ketik bisa nyasar ke situs tersebut. Untuk itu hindari situs phising sejenis.

Keempat; Hacker atau carder menjebol situs e-commerce secara langsung dan mencuri semua data para pelanggannya. Cara ini agak sulit dan perlu hacker yang canggih dan berpengalaman. Pada umumnya mereka melakukan teknik injection melalui script yang dijalankan oleh situs tersebut (seperti HTML injection atau SQL injection). Namun situs2 ternama biasanya sudah dilengkapi dengan security atau firewall yang senantiasa diupdate oleh pengembangnya.

Sekali lagi…kejahatan carding ini dapat terjadi dimanapun dan kapanpun. Tingkatkan keamanan diri karena setiap pemegang kartu kredit dapat senantiasa menjadi korban kejahatan carding ini. Kelemahan bisa juga terjadi dari penyedia jasa transaksi (pemilik EDC – Electronik Data Capture; alat gesek kartu kredit)

Terakhir sebelum kita menjadi korban carding ada baiknya kita memperhatikan atau mencoba tips-tips berikut ini:

  1. Kita harus memastikan bahwa kartu kredit disimpan di tempat yang aman
  2. Jika kita kehilangan kartu kredit; pastikan lapor ke pihak berwajib dan institusi penyedia kartu kredit untuk dilakukan pemblokiran kartu tersebut.
  3. Jangan membawa banyak kartu kredit pada satu waktu.
  4. Waspada jika kita menutup akun kartu kredit. Pastikan proses penutupan benar-benar terjadi.
  5. Jangan pernah menulis nomor rahasia, nomor kartu atau password kartu kredit di tempat yang mudah diketahui orang (dompet, kartu nama, dll)
  6. Gunting atau hancurkan kartu kredit yang lama atau yang sudah tidak aktif
  7. Periksalah akun anda secara periodik
  8. Hancurkan atau simpan berkas tagihan anda setelah diperiksa.
  9. Jika kita melakukan transaksi melalui sistem online, pastikan toko (situs belanja) sudah menggunakan SSL (Secure Socket Layer) yang ditandai oleh HTTPS pada saat melakukan login.

Semoga bermanfaat (EJ)

Note; diolah dari berbagai sumber.