Archive | May 2009

Bisakah sebuah Negara bangkrut?

Ini adalah sebuah kalimat yang luar biasa…..tapi inilah yang terjadi. Ini adalah pertanda bahwa krisis global sudah memasuki gelombang baru dan dalam fase yang berbahaya.

Bangkrut dalam arti luas (sebuah negara) adalah dimana sebuah negara tidak mampu lagi membayar hutang-hutangnya. Dan mata uang negara tersebut menjadi tidak bernilai di mata dunia. Ini berarti negara tersebut tidak lagi mampu membayar untuk barang-barang yang dibeli (impor)

Kasus bangkrutnya negara Islandia (Iceland) merupakan kasus pertama di dunia dimana sebuah negara dikatakan bangkrut akibat krisis finansial global.

Islandia adalah sebuah negara berbasis kepulauan yang memiliki penduduk sebanyak 320.000 jiwa dengan luas 103.000 km persegi yang berada di Atlantik Utara. Negara ini terkenal dengan sumber mata air panas, geyser dan gunung api aktif. Islandia merdeka dan membentuk negara republik pada tahun 1944 dan menjadi sebuah negara dengan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Namun di akhir 2008 negara ini diserang serbuan krisis finansial dan membuat negara ini seketika jatuh miskin.

Dalam beberapa tahun ke belakang negara ini terkenal dengan biaya hidup yang tinggi (salah satu yang tertinggi di dunia)

Pada awal tahun 2000, akibat dari privatisasi sektor perbankan Islandia juga mengalami booming kredit global. Seluruh bank melakukan expansi secara luas ke seluruh dunia dan mata uang asing memenuhi negara tersebut dengan pertumbuhan yang luar biasa. Kredit dikucurkan untuk pasar hipotek (mortgage) baik lokal maupun di wilayah Inggris dan Skandinavia. Dalam waktu yang singkat (5 tahun); seluruh bank berubah dari domestic lenders (peminjam lokal) menjadi sebuah international financial intermediaries. Profesor ekonomi dari London Business School (Richard Portes) menyebutkan bahwa 2/3 dari sumber pembiayaan berasal dari domestic dan 1/3 dari luar negeri. Akibatnya bank-bank tersebut memiliki aset asing yang bernilai lebih kurang 10 kali lipat dibanding GDP (Gross Domestic Bruto). Apa yang terjadi jika asset asing tersebut collaps?

Krisis global financial 2008 memperjelas ketergantungan ekonomi Islandia pada sector perbankan. Sebagai akibatnya ekonomi tergara tersebut masuk ke jurang keruntuhan. Pada bulan Oktober 2008, pemerintah mengambil alih kendali 3 Bank utama sebagai dukungan untuk menstabilitasasi sistem finansialnya. Dalam waktu singkat Islandia menjadi negara pertama di Eropa yang meminta International Monetary Fund (IMF) untuk emergency financial aid sejak tahun 1976.

Apa yang terjadi sekarang?

Bisnis tidak berjalan mulus. Saham tidak bisa dijual untuk mendapatkan uang dari bank. Kaupting, Bank terbesar di Islandia ditutup perdagangannya. Landsbanki dinyatakan bangkrut dan seluruh nasabah tidak dapat mengambil uangnya. Bank ketiga terbesar, Glitnir Bank juga mengalami hal yang sama kemudian.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah membuat sebuah perjanjian peminjaman dengan Rusia senilai US$ 5.4 Milyar untuk menutupi kewajiban bank-bank tersebut. Akibat lain adalah turunnya nilai mata uang Islandia, Krona menjadi tak berharga. Rakyat Islandia mulai menyalahkan pemerintah dan regulasi pasar yang telah dibuatnya

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Banyak Negara yang memiliki hutang luar negeri yang relative lebih besar dari ekonomi negaranya. Sebagai contoh, Amerika Serikat sebagai Negara yang terkena dampak krisis memiliki hutang luar negeri sama dengan GDP Begitu juga dengan Canada dan Italia. Jepang memiliki hutang luar negeri 40-50% dari GDP. Terakhir Jerman dan Perancis memilihi hutang luar negeri 140-150% dari GDPnya.

Pemerintah Islandia sudah menyatakan meminta bantuan IMF. Mata uang Krona akan menjadi sejarah. Pemerintah tidak akan bisa mengendalikan ekonomi negaranya. Islandia harus bergabung dengan Uni Eropa.

10 Kegagalan Bisnis & Teknologi Terbesar 1 dekade terakhir

Beberapa temuan, teknologi, bisnis maupun aplikasi telah diluncurkan dalam 10 tahun terakhir berakhir dengan kegagalan. Berbagai perusahaan besar yang awalnya memiliki pangsa pasar besar dan keunggulan produk dalam industrinya kehilangan momentum atau bahkan menderita kerugian.

Tulisan ini merupakan rangkuman dari analis 24/7 Wall Street yang melihat berbagai perusahaan yang ternyata tidak cukup berhasil dalam memperkenalkan produknya ke pasar atau boleh dibilang dinyatakan gagal. Kriteria awal yang diambil adalah produk tersebut harus sudah terkenal dan sudah diluncurkan di pasar (umumnya pasar global); secara teknologi cukup superior dalam kompetisinya; memiliki potensi pendapatan miliaran dolar (dibandingkan dengan produk sejenis). Ujung-ujungnya produk tersebut kehilangan pasar, momentum dan masyarakat pada akhirnya meninggalkan produk tersebut.

Berikut 10 produk/teknologi/bisnis yang dianggap gagal :

Microsoft Vista

Microsoft Vista resmi dirilis pada 30 Januari 2007 yang lalu. Pada saat itu Vista merupakan produk unggulan dari perusahaan software terbesar di dunia, Microsoft. Vista diciptakan untuk meningkatkan keamanan pengguna system operasi PC di seluruh dunia. Namun pada kenyataannya fitur keamanan (security) tersebut tidak lebih baik daripada generasi pendahulunya. Belum lagi masalah inkompatibilitas Vista dengan generasi komputer atau PC yang lebih tua. Hal ini menyebabkan pengguna malas untuk upgrade ke versi yang lebih baru (yang menggunakan Microsoft XP). Pada saat itu Vista menggempur pesaing yang merupakan produk generasi pendahulunya Microsoft Windows XP (XP memegang pangsa pasar 62%)

Analis teknologi juga banyak yang menyimpulkan bahwa Vista berjalan sangat lambat di PC dibandingkan dengan XP. Faktor inilah yang menjadi penghambat suksesnya Vista yang diklaim lebih hebat dibanding pendahulunya, XP. Sampai-sampai editorial PC Magazine menyebutkan bahwa Vista adalah “nice-to-have product” dibandingkan “must-have”. Ujung-ujungnya Microsot mengumumkan pada Q1 2007 pendapatannya turun sejak 23 tahun beroperasi. Analis keuangan juga menyebutkan bahwa Vista membuat perusahaan kehilangan harapan. Penjualan menurun 16 persen pada kuartal selanjutnya.

Saat ini Microsoft melakukan perubahan besar-besaran di Sistem Operasi Vista dengan nama Windows 7.

Gateway

Gateway didirikan pada tahun 1985 dan merupakan perusahaan produsen PC tersukses di Amerika Serikat. Sepanjang tahun 1990 penjualan Gateway berlipat ganda sampai 4x. Sampai tahun 2004 sudah menjadi urutan 3 terbesar pemegang pasar PC di Amerika Serikat. Kejadian berawal pada saat Acer membeli perusahaan ini senilai US$710 juta. Gateway dianggap gagal karena tidak mau masuk ke pasar laptop dan tetap ngotot di jalur pasar desktop retail. Gateway juga dianggap lamban untuk masuk ke pasar enterprise (kebalikan dengan Dell yang lebih dahulu menggarap pasar enterprise). Selanjutnya Gateway melakukan diversifikasi masuk ke konsumer elektronik. Alhasil keuntungan yang didapat sangat kecil dan menurunkan total laba perusahaan. Gateway menjadi korban kesalahan pemilihan teknologi sebagai platform bisnisnya.

HD DVD

HD DVD merupakan salah satu format untuk High Defenition DVD. Format lainnya adalah Blu-Ray. Spesifikasi HD DVD ini diperkenalkan tahun 2002. Proses negosiasi dengan perusahaan elektronik untuk menetapkan siapa yang dipilih sebagai produk unggulan yang dapat memainkan DVD high defenition tidak berujung (terutama masalah royalti).

HD DVD dikembangkan oleh Toshiba dan NEC dan pertama kali dirilis dalam sebuah player pada tahun 2006. Pertama kali meluncur, penjualan pemutar HD DVD bisa melampaui pesaingnya Blu-Ray yang dimotori oleh Sony.

Pelan tapi pasti Sony akhirnya bisa memenangkan pasar. Apa yang dilakukan Sony? Sony berupaya meyakinkan produsen layar lebar (film) untuk menciptakan film high defenition berformat Blu-ray. Sony memiliki keunggulan karena memiliki rumah studio terbesar di Amerika. Dengan berhasil menggandeng Warner Brothers untuk menggunakan format Blu-Ray secara ekslusif membuat genderang perang dengan HD DVD semakin sengit.

Perang format HD ternyata sempat dipengaruhi oleh industri Digital Video Download.

Puncaknya adalah pada saat Wal Mart memutuskan untuk menghentikan pembelian film HD. Turunnya penjualan membuat HD DVD dan Blu-Ray semakin tertekan. Alhasil Blu-Ray-lah yang bisa melewati masa sulit itu. Sony tetap melakukan pengembangan untuk menciptakan Blu-Ray terbaru (kapasitas lebih besar dan player yang lebih canggih). HD DVD sendiri dikabarkan sudah masuk museum.

Vonage

Vonage boleh dibilang adalah nenek moyangnya voice-over-IP (VoIP). Saat ini VoIP didominasi oleh berbagai perusahaan telekomunikasi dan internet. Sebut saja yang paling fenomenal, Skype dengan total jumlah pengguna (registered user) sebanyak 405 juta dengan perolehan pendapatan di akhir 2008 sebesar US$551 juta.

Melalui sebuah venture capital, Vonage sangat agresif dalam memasarkan produknya sebagai telepon murah. Pada saat itu (2006) perusahaan melakukan penjuaan saham dan bisa mengumpulkan dana US$531 juta. Penawaran perdana perlembar saham adalah US$17. Namun di akhir Desember perdagangan saham perlembarnya hanya US$1 saja.

Kegagalan disebabkan karena  perusahaan menghadapi tuntutan hukum. Walaupun akhirnya bisa menang dengan alasan bahwa VoIP tidak perlu diatur seperti layanan telekomunikasi tradisional. Hal lainnya adalah terkait dengan paten, penurunan pendapatan dan kerugian akibat settlement cost.

Anehnya perusahaan yang sama-sama menggelar layanan VoIP seperti Comcast dan Skype justru mencetak pendapatan yang luar biasa.

YouTube

YouTube adalah situs video sharing terbesar di dunia. Catatan terakhir dari ComScore situs ini sudah memiliki 99.7 juta viewers dengan jumlah hits video sebesar 5.9 miliar kali. Pada November 2006 situs ini dibeli oleh Google senilai US$ 1.65 Milyar. Awalnya banyak pengamat yang menyangsikan kenapa search company seperti Google membeli YouTube (yang mementingkan tingkat pengembalian investasi dari usaha yang dilakukan). YouTube masih belum memiliki model bisnis yang baik untuk menjadi sebuah mesin uang baik berupa iklan atau konten premium. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh konten yang ada di YouTube berkualitas rendah sehingga banyak perusahaan atau marketer enggan untuk menggunakan YouTube sebagai sebuah alat pemasaran.

Google berkilah dengan menyebutkan bahwa pendapatan YouTube adalah “tidak material”. Berbagai analis menyebutkan bahwa situs ini mencetak penjualan yang cukup besar (versi Forbes: US$200 Juta, versi Bear Stearns: US$90 Juta). Versi yang mencengangkan muncul dari Credit Suisse yang melakukan estimasi bahwa YouTube mengalami kerugian besar di tahun 2008 yaitu US$470 Juta karena adanya kenaikan biaya storage dan bandwidth. Para analis juga menyebutkan bahwa YouTube harus melipatgandakan pendapatannya hingga 3 kali lipat untuk mencapai titik impas. Para pengamat juga menyebutkan ” YouTube is big, but that has not made it a success”

Sirius XM

Radio Satelit Sirius XM diharapkan dapat menjadi sebuah perangkat elektronik yang paling sukses di dunia. Bisa dibayangkan, pengguna alat ini bisa mendengar lebih dari 100 stasiun radio di seantero dunia bahkan pada saat bergerak. Alat ini kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Pada awal layanan radio satelit ini adalah tanpa iklan.

Sirius XM sebagai radio satelit diluncurkan pada September 2001. Hingga akhir tahun perusahaan ini sudah mendapatkan 28.000 pelanggan dan terus melonjak menjadi 350.000 pelanggan di akhir 2002 hingga menyentuh angka 5.9 juta pada akhir 2005. Dalam periode tersebut ternyata perusahaan mengalami masalah akumulasi hutang yang sangat besar karena beban capex, defisit biaya operasi, penjualan dan biaya pemasaran yang juga terus membengkak. Para analis memperkirakan keuntungan baru bisa diperoleh jika angka pelanggan menembus 10 juta.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, produk pesaing (XM) juga meluncur pada Juli 2002. Dalam beberapa tahun saja jumlah pelanggannya hampir menyamai Sirius. Dengan kondisi keuangan yang sama kedua perusahaan akhirnya sepakat melakukan merger pada Pebruari 2007. 2 Perusahaan yang terlilit hutang, kekurangan dana segar menyatu, ditambah dengan melambatnya pertumbuhan pelanggan membuat perusahaan ini tidak tahan dengan serangan perangkat elektronik baru yang bernama iPod dan terminal seluler yang memiliki fasilitas multimedia.

Harga saham Sirius yang diperdagangkan per-lembar tahun 2000 senilai US$63 anjlok menjadi US$0.5 di akhir tahun. Pada awal tahun 2009 jumlah pelanggan turun drastis 400.000 orang.

Microsoft Zune

Microsoft Zune diluncurkan pertama kali pada November 2006. Sebagai perusahaan software terbesar di dunia, Microsoft sangat yakin bahwa produk ini bisa bersaing dengan produk pesaing (Apple) yaitu iPod yang telah menjadi pemimpin pasar sejak tahun 2001 (termasuk bisnis download kontennya). Apple sendiri telah menjual lebih dari 100juta iPod pada saat Zune diluncurkan.

Microsoft sangat yakin dengan bisnis ini karena mampu menggandeng 4 perusahaan label rekaman untuk bekerja sama. Namun angka penjualan berkata lain. Hingga pertengahan 2007 produk Zune yang terjual baru 1.2 juta saja dengan total pendapatan di tahun tersebut jauh di bawah Apple.

Walaupun Microsoft memiliki peluang untuk mengembangkan hardware (sebagai perusahaan terbesar) dan memiliki dana besar untuk pemasaran ternyata gagal untuk berkompetisi dengan Apple (iPod)

Palm

Palm memproduksi sebuah perangkat portable wireless dan system operasinya (termasuk untuk desktop juga). Pada tahun 1996 Palm meluncurkan Palm Pilot dengan kemampuan sebagai personal organizer. Tahun 1999 lahirlah Palm V. Selanjutnya meluncur juga Palm Treo dengan mengusung kelebihan smartphone yang dikembangkan oleh Handspring (sudah diakuisisi sebelumnya). Hingga akhir 2005 Palm sukses menjual Treo sebanyak 470.000 unit atau dengan kenaikan 160% dibanding tahun sebelumnya. Pada saat itu pasar smartphone dikuasai oleh 3 merk besar yaitu Palm, Research-In-Motion (RIM) dan NOKIA. Peta kembali berubah pada September 2007, penjualan Treo melambat yaitu 689.000 unit. Berbeda dengan RIM dengan Blackberry yang menyentuh penjualan 3.2 juta unit dan masuknya iPhone dengan penjualan spektakuler 1 Juta unit (sejak diluncurkan 29 Juni 2007)

Palm, sebagai pembuat smartphone pertama pada akhirnya tidak mampu mengulang kesuksesan di pasar personal organizer. Para analis menyebutkan bahwa perusahaan sangat lambat dalam mengantisipasi kebutuhan pasar. ZDNet menyebutkan bahwa Palm tidak dapat membuat formula yang tepat dalam sinkronisasi Microsoft Outlook yang memiliki kapabilitas over-the-air synchronization. Hal inilah yang ditangkap oleh RIM dengan Blackberrynya. Palm juga menderita karena lambat mengantisipasi kebutuhan pasar dengan model-model terbaru. Saham Palm lambat laun turun hingga menyentuh US$11 per-lembarnya. Berbeda dengan pesaingnya Apple dan RIM yang naik tajam.

Iridium

Irridium merupakan perusahaan telepon satelit global yang didukung oleh Motorola; perusahaan ini dinyatakan bangkrut pada tahun 1999 setelah perusahaan tersebut mengeluarkan uang US$ 5 Milyar untuk membangun dan meluncurkan satelit yang dapat melayani telepon seluler di seluruh dunia. Untuk bisa beroperasi, paling tidak Irridium membutuhkan 66 satelit baru. Kebutuhan inilah yang mengawali kebangkrutan perusahaan dengan hutang sebesar US$ 1.5 Milyar.

Layanan yang diluncurkan juga tidak menjanjikan karena hanya memiliki pelanggan sebanyak 10.000 saja.

Belum lagi keterbatasan handset atau terminal yang berharga mahal. Terlebih pasar terbesar ada di Negara-negara berkembang yang cenderung sensitive terhadap harga. Harga handset yang senilai US$ 3.000 dan biaya talk time US$ 5 per menit membuat pelanggan berpikir ribuan kali untuk menggunakan layanan Irridium.

Di sisi lain teknologi seluler sudah tersedia dengan harga yang relatif murah. Kesulitan teknologi membuat layanan Irridium menjadi semakin tidak populer. Seperti kita ketahui layanan satelit membutuhkan kondisi LOS (line-of-sight) antara antena telepon dengan orbit satelit. Pelanggan tidak bisa melakukan panggilan di dalam mobil dan gedung.

Segway

Segway merupakan moda transportasi roda 2 untuk kebutuhan personal yang diluncurkan tahun 2002 lalu. Pada saat produk ini diluncurkan CEO Segway sempat membuat statement “”it will be to the car what the car was to the horse and buggy”. Seorang venture capitalist John Doerr bahkan memperkirakan bahwa penjualan Segway akan menjadi penjualan terbesar sepanjang sejarah. Akibatnya perusahaan mengeluarkan dana pengembangan sebesar US$ 100 Juta.

Segway pada saat itu tidak tahu menahu tentang harga jual; sehingga ditetapkan harga jual lebih dari US$ 3.000 untuk model yang umum dan US$ 7.000 untuk model yang lebih canggih.

Harga yang mahal membuat Segway tidak memiliki basis pelanggan yang jelas. Segway juga tidak mengantisipasi regulasi beberapa Negara yang membutuhkan ijin untuk pengoperasian alat ini. Dari tahun 2001 hingga akhir 2007 Segway hanya mampu menjual 30.000 unit saja.

Sumber : Time.com

GoPhone – opsi layanan seluler dari AT&T

Seminggu lalu (11/05/09) AT&T memperkenalkan layanan baru yang bernama GoPhone Pick Your Plan US$3. Cukup dengan US$3 pelanggan memperoleh berbagai fitur dan kemudahan melalui panggilan tak terbatas pada hari yang sama.

Pada dasarnya GoPhone memberikan 2 pilihan penawaran:

1)      Conventional Card-based Pay as you go: pelanggan membeli kartu isi ulang dan terkurangi saldonya pada saat usai penggunaan

2)      Pick Your Plan: sesuai dengan kebutuhan pelanggan

Paket “Pay As You Go” diyakini membuat pelanggan menjadi lebih nyaman dalam memilih. Hal ini disebabkan karena pemakaian telepon sudah ditetapkan sebelumnya oleh pelanggan. Pelanggan akan menetapkan rencana pemakaiannya sendiri (termasuk menggunakan SMS atau data). AT&T sendiri juga sudah menyiapkan refill di 200.000 lokasi yang tersebar di Amerika.

Disamping itu AT&T juga membuat daftar rencana jika pelanggan hanya menelepon ke sesama pelanggan AT&T, namanya Mobile-to-Mobile plan. Jika pelanggan memilih opsi ini maka pelanggan akan mendapat tambahan unlimited calling dari dan ke seluruh pelanggan wireless AT&T; cukup dengan membayar US$ 1 per-hari.

GoPhone menjembatani kebutuhan pelanggan yang sangat membutuhkan flexibilitas dengan kebutuhan unlimited calling. Value yang diinginkan adalah layanan unlimited prepaid dan dibayar hanya pada saat (hari) digunakan saja. Pelanggan dapat mengganti plan cukup dengan menelepon “611” dari terminal seluler atau melalui internet.

Lewat fitur “Pick Your Plan” pelanggan diberikan opsi untuk membayar dimuka sesuai dengan rencana yang diinginkan tanpa kontrak, saldo credit atau deposit. Layanan ini juga bisa digunakan untuk berbagai produk dan afilitasi dari AT&T Inc seperti WiFi,  Akses internet, TV, Yellow pages dan lainnya.

Info detail silahkan akses ke http://www.wireless.att.com/cell-phone-service/go-phones/gophone-options.jsp

EBook Reader; impian atau kenyataan?

Rabu, 6 Mei 2009 yang lalu, CEO Amazon Jeff Bezos mempresentasikan sebuah E-Reader Kindle terbaru di Pace University, New York, AS. Produk ini dikenal dengan sebutan Kindle DX, yaitu sebuah media digital yang dapat digunakan baik oleh personal maupun professional untuk membaca berbagai dokumen, surat kabar, majalah, text book yang diyakini memiliki pasar yang sangat-sangat besar.

Beberapa keunggulan Kindle DX versi terbaru adalah:

  • Ukuran layar atau display sebesar 9.7 inchi dengan tampilan layar hitam putih (grayscale)
  • Tipis dan ringan
  • Kapasitas atau daya simpan dapat menampung 3.500 buku.
  • Dapat dilihat baik dengan tegak maupun mendatar (auto rotating)
  • Dilengkapi dengan aplikasi PDF Reader (built-in)
  • Didukung oleh koneksi 3G wireless
  • Kapasitas batere yang diyakini dapat bertahan lama (berhari-hari tanpa charging)
  • Kemampuan text-to-speech

Beberapa kekurangan Kindle DX:

  • Harga masih dianggap mahal (kenaikan dari Kindle 1.0 seharga US$ 359 ke Kindle 2.0 seharga US$ 489)
  • Tidak dilengkapi dengan fasilitas touch screen. Semua perintah disediakan oleh tombol-tombol (knob) di bawah layar
  • Web browser yang kurang friendly
  • Layar yang masih hitam putih (16 shades of gray); belum berwarna (true color 64K)
  • Paket bundling buku saat pembelian awal terbatas

Fitur-fitur di atas merupakan pengembangan dari versi sebelumnya. Dengan kemampuan tersebut, pembaca e-book tidak akan direpotkan lagi untuk memutar-mutar layar, menekan tombol zoom atau melakukan scrolling.

Amazon sadar bahwa pendidikan merupakan pangsa terbesar Kindle DX ini. Oleh karena itu Amazon berkolaborasi dengan penerbit buku seperti Pearson, Cengage Learning dan Wiley untuk menciptakan text book dalam format Kindle DX ini. Amazon bahkan juga sudah menjalin kerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi ternama di Amerika Serikat. Beberapa pilot program implementasi Kindle DX sudah dijalankan.

Mahasiswa sangat senang dengan Kindle DX karena untuk belajar, mereka tidak harus membawa berbagai buku dalam tas mereka. Dengan text book cara belajar dan mengajarpun menjadi lebih efisien dan efektif.

Banyak juga yang berpendapat bahwa dengan adanya Kindle DX, maka industri surat kabar/ media cetak berpotensi mengalami kerugian (saat ini saja beberapa industri media besar yang berusia ratusan tahun di Eropa dan Amerika Serikat sudah gulung tikar). Namun Amazon tak patah arang, berbagai kolaborasi dengan industri besar seperti The New York Times dan The Washington Post sudad dijalankan. Mungkin mereka sadar bahwa “digital media” merupakan bagian dari “digital society” yang saat ini mewabah di seantero jagad raya.

Fakta lain mengatakan bahwa beberapa kebiasaan manusia modern akan hilang. Seperti berjalan pagi-pagi untuk membeli koran, atau minum kopi sambil membaca koran atau menunggu loper koran yang mengirimkan di pagi hari tentu akan hlang..Semua bisa diperoleh dalam waktu kurang dari 60 detik!!

Satu setengah tahun yang lalu saat versi Kindle 1.0 pertama kali diluncurkan. Amazon sudah menyediakan 90.000 buku. Saat ini sudah melonjak menjadi 275.000 buku. Membaca berbagai buku…literatur…majalah.. dan koran hanya dengan satu media saja…Semoga menjadi kenyataan (di Indonesia!!)

Kindle DX dijual seharga US$ 489 dan saat ini Amazon sudah menyiapkan aplikasi untuk pemesanan (pre-order). Lihat di website www.amazon.com ya…