FLU BABI Resahkan Dunia….

Akhir-akhir ini ramai sekali orang dan berbagai media ribut mempermasalahkan Flu Babi. Boleh dibilang ini merupakan wabah di awal 2009 yang cukup meresahkan masyarakat dunia. Sampai-sampai dunia olah raga seperti sepakbola, golf, balap F1 dan A1 GP terancam batal gara-gara wabah Flu Babi ini.

Daripada bingung cari info dan dibilang nggak gaul, yuk kita kenali lebih jauh apa itu Flu Babi???

Penyebab Flu Babi (Swine Flu) adalah sebuah virus influenza tipe A subtype H1N1 yang belum pernah dilaporkan dan diketahui sebelumnya. Flu ini merupakan penyakit menular yang ditularkan oleh babi dan dapat menyerang mamalia, hewan lain dan bahkan manusia. Virus ini berukuran 90-120 nanometer dan dapat bertahan lebih lama di luar tubuh hewan bila berada dalam kotoran hewan tersebut (bahan organik di dalamnya membuat virus bertahan hidup lebih lama)

Dari berbagai literatur disebutkan bahwa virus ini dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari dengan suhu 22 derajat celcius dan bisa juga hidup lebih dari 30 hari pada 0 derajat celcius. Jika virus ini bercokol dalam tubuh babi sakit bahkan bisa hidup lebih lama lagi. Akan tetapi virus ini bisa mati dalam proses pemanasa sampai 60 derajat celcius selama setengah jam.

Para ahli saat ini juga menghawatirkan adanya perkembangan genetic virus influenza babi dan virus influenza manusia. Secara genetik virus tipe A sub tipe H1N1 belum pernah diketahui sebelumnya. Namun setelah diteliti ternyata mengandung DNA yang mirip dengan flu burung dan flu manusia. Kekhawatiran mutasi gen virus ini lah yang menghawatirkan komunitas kedokteran dan WHO.

Penyebaran dan penularan flu babi pada manusia terjadi sangat cepat dengan tingkat kematian tinggi. Negara Meksiko merupakan Negara yang memiliki korban terbanyak akibat flu babi (Swine Flu); dengan korban tewas melebihi 150 orang (28/04/09). Laporan dari Public Health, virus flu babi di AS dan Meksiko merupakan perpaduan virus flu manusia, flu burung serta flu babi.

Penyebaran virus ini biasanya terjadi di antara populasi babi dalam satu peternakan ke peternakan di daerah lainnya. Pola penyebaran dan penularan penyakit ini kepada manusia dapat melalui udara yang tercemar virus tersebut, yaitu yang berasal dari kotoran babi yang terserang flu babi. Selain itu virus ini juga dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasinya 3-5 hari. Untuk itu kita dihimbau untuk mewaspadai seperti halnya terhadap flu burung.

Tipe flu lain yang yang berbahaya adalah H2N2 dan H3N2

H2N2: disebut juga dengan flu Asia. Terjadi di benua Asia pada 1957-1958 dengan korban tewas hampir 2 juta jiwa.

H3N2: disebut juga dengan flu Hongkong yang terjadi pada 1968-1969 dengan korban jiwa 1 juta orang.

Obat yang direkomendasikan untuk mengatasi flu Babi ini adalah antivirus oseltamivir atau tamiflu yang berbentuk tablet dan zanamivir atau relenza yang harus dihirup. Obat ini efektif diberikan 2 hari sejak gejala pertama tampak.

Walaupun belum ada laporan flu Babi ini sampai ke Indonesia, ada baiknya kita mengenal gejala penderita yang terkena penyakit flu babi ini. Pada umumnya, gejala infeksi flu babi pada manusia mirip dengan flu biasa pada manusia. Yakni, demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan dan kelelahan yang berlebihan.

Namun selain itu, virus flu babi bisa membuat penderita muntah-muntah dan diare.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P., MARS kepada wartawan di Makassar, Sabtu (25/4) menyebutkan bahwa pemerintah akan melakukan enam langkah untuk kesiapsiagaan mencegah H1N1.

1. Mengumpulkan data dan kajian ilmiah tentang penyakit ini dari berbagai sumber,

2. Berkoordinasi dengan WHO untuk memantau perkembangan.

3. Membuat surat edaran kewaspadaan dini

4. Melakukan rapat koordinasi dengan para kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan

5. Berkoordinasi dengan Badan Litbangkes untuk kemungkinan pemeriksaan spesimen, dan

6. Berkoordinasi dengan Departemen Pertanian dan Departemen Luar Negeri untuk merumuskan langkah-langkah tindakan penanggulangan.

Menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu adalah tahap awal menghindari flu babi.

*) dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: