Saatnya untuk SMART SHOPPING

Segala hal yang menyangkut uang, sebaiknya disikapi dengan bijak. Terutama saat semua harga-harga barang dan BBM yang naik. Salah satu implementasi sikap bijak menggunakan uang adalah SMART SHOPPING.

Masalah belanja, orang Indonesia termasuk golongan yang konsumtif. Ada atau tidak ada sale, orang Indonesia selalu berbondong-bondong ke mall. Padahal, sering terjadi kasus kekurangan uang dan setumpuk masalah keuangan lainnya, seperti hasil bekerja yang tidak kelihatan, alih-alih yang kelihatan cuma barang belanjaan. Mulai dari baju-baju yang belum dipakai sejak beli hingga berbagai investasi yang sebenarnya masih bersifat spekulasi.

Apa yang salah dengan cara belanja kita?
Sebenarnya cara belanja kita dapat membuat pengeluaran menjadi pemasukan kembali lho…Caranya tentu saja dengan melakukan Smart Shopping. Sayang, kebanyakan orang berpandangan bahwa tidak mungkin ada pengeluaran tanpa penghasilan. Padahal bagaimana mungkin mendapatkan hasil investasi jika kita tidak mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk investasi tersebut.

Memang ada kemiripan antara menggunakan dan menghabiskan uang. Tetapi, ada perbedaan besar juga antara keduanya. Pertama, uang membuat kita bertambah kaya. Sementara kedua, uang juga bisa membuat kita miskin. Konsepnya, penggunaan uang seharusnya memperindah hidup, bukan mempersulit hidup. Kita menggunakan uang setiap hari, tetapi anehnya selalu merasa tidak punya uang. Kemana perginya uang tersebut? Mungkin, ada yang tetap di tabungan, deposito, reksadana, belanja bulanan, listrik, TV Satelit, bensin, rokok, atau baju model terbaru. Ada pula yang dibayarkan untuk cicilan rumah, mobil atau kartu kredit. Tidak ada yang salah dengan pengeluaran itu. Bahkan, pengeluaran tersebut harus ada untuk mendukung hidup yang berkualitas. Namun, jangan berlebihan, kekurangan atau tidak proporsional.

Patokan Smart Shopping adalah terciptanya penggunaan uang yang menghasilkan pertambahan nilai dengan biaya seimbang. Maka, belanja dilakukan dalam kerangka investasi, bukan beban atau biaya.

Kesalahan orang pada umumnya adalah mengeluarkan uang terlalu banyak pada belanja yang paling bisa diminimalisasi. Sebaliknya, terlalu kecil jumlah uang yang digunakan untuk belanja, yang seharusnya paling bisa dimaksimalisasi.

Berikut tips untuk Smart Shopping:

1. Belanja Kebutuhan dan Gaya Hidup

Kebutuhan dan gaya hidup seperti makanan, pakaian, transportasi, komunikasi, pendidikan, hiburan dan hobby lainnya sebenarnya bisa diperkirakan. Untuk itu kita harus cermat dan memilih mana yang betul-betul bisa memberikan nilai untuk kita. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa ¾ warga Amerika membeli segala sesuatu yang tidak dibutuhkan karena harga yang menurut mereka murah.

2. Tabungan dan Investasi

Kedua hal ini sangat berguna pada masa tua, ketika usia, fisik dan penghasilan tidak lagi mampu menopang gaya hidup. Agar belanja investasi tidak berujung pada spekulasi yang membuat kita merugi, belanja harus dilakukan secara cermat dan resiko yang bisa ditoleransi.

3. Cicilan Hutang

Jika digunakan secara tepat, hutang dapat membantu kita memiliki asset. Asset itu, jika dikelola dapat menghasilkan uang kembali. Nah, pembelian asset inilah yang tidak selalu bisa diakses setiap orang dengan dana tunai sekaligus. Hutang dapat berfungsi sebagai pembiayaan mengatasi keterbatasan dana.

4. Belanja Asuransi

Kita harus siap menghadapi musibah dan bencana yang datang kapan saja. Asuransi mengatasi ketidakpastian akibat finansial. Jika pada suatu saat terjadi resiko, maka akan ada pemasukan berupa uang pertanggungan asuransi untuk mengurangi kerugian finansial tersebut. Hati-hati untuk anda yang enggan untuk berbelanja asuransi karena resiko akan membuat kerugian finansial semakin besar. Namun di sisi lain, asuransi yang berlebihan tidak akan membuat kita sepenuhnya terlindungi. Malah justri menjadi sebuah pemborosan.

Beberapa tips lain yang menurut saya (pengalaman pribadi) adalah mengambil waktu untuk istirahat dalam berbelanja. Pada saat keinginan memuncak untuk berbelanja, biasa terjadi saat kita jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau mall; saya akan berjalan ke tempat lain untuk beberapa menit menghilangkan keinginan untuk membeli. Begitu juga saat berbelanja online, saya akan meninggalkan komputer sekitar ½ jam untuk mencari perspektif lain.

Tips terakhir yang saya gunakan adalah dengan mengumpulkan semua struk belanjaan. Walau sedikit repot dengan melihat daftar belanjaa yang sudah kita beli kita dapat mengevaluasi kembali pengeluaran yang sudah kita lakukan.

So…dengan smart shopping kita harus membuat sebuah kerangka berpikir baru: Uang adalah alat untuk mencapai TUJUAN, bukan sesuatu yang dibuang…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: