Archive | April 13, 2009

Mobil baru (yang mahal) VS Kendaraan Lawas (yang berkilau kembali…..)

Buat anda yang sudah merasa tidak mampu lagi mengejar harga mobil baru yang kian membumbung tinggi….dan juga bunga yang naik terus…ada baiknya mencoba alternatif dengan mengikuti trend baru….MOBIL RETRO.

Saat ini banyak alternatif mobil-mobil lawas, baik buatan Jepang dan produk Eropa yang kembali “dihidupkan” dengan semangat retro. Daripada menjadi besi tua atau barang rongsok, tangan-tangan kreatif ternyata mampu membangun dan merlakukan restorasi agal mobil-mobil tersebut dapat kembali “hidup” dan mampu membanggakan pemiliknya.

Mobil-mobil tersebut tak jarang yang digunakan sebagai kendaraan operasional oleh pemiliknya. Sebut saja Toyota Corolla DX, Datsun 160J, Mitsubishi Lancer SL, BMW M3, Alfeta, Alfa Romeo, VW Beetle, Fiat 500, Renault 18TL, Peugeot 505 atau mobil segenerasi lainnya.

Budget yang cukup anda siapkan tergantung pada seberapa jarang mobil tersebut di lingkungan atau kota tempat anda tinggal. Jadi harganya relatif kan? Saran saya biar kita dapat mengenal karakter mobil dan harga pasaran, kita dapat menyambangi lokasi kumpul-kumpulnya club-club mobil tersebut. Di Kota Bandung cukup mudah menemui mereka. Setiap akhir pekan tempat mangkalnya seputaran Gedung Sate dan Jalan Dago.

Mencari mobil lawas sebenarnya gampang-gampang susah…kesabaran kita teruji disini. Kadang kita juga puyeng sendiri karena sulit mencari mobil yang sesuai dengan keinginan kita.

Sebagai panduan, berikut tips yang bisa digunakan saat mencari mobil lawas.

  1. Body = diusahakan memilih yang masih utuh, artinya belum keropos, nat-nat body masih lurus, nut=lekukan body mobil, body kaleng (belum ada dempul yang melekat); syukur2 cat masih orisinil.
  2. Mesin = cek visual mesin apakah mesin kering atau basah (mesin kering = belum ada tetesan oli yang keluar dari packing). Untuk memastikan anda bisa menyalakan mesin dan melihat ke knalpot apakah keluar asap atau tidak. Asap putih atau hitam jelaga menandakan bahwa kita harus memberikan perhatian banyak ke mesin mobil tersebut.
  3. Kaki-kaki = anda harus test dulu mobil untuk jalan, belok full dan mengerem. Jika terdengar bunyi kletek-kletek atau dug-dug….cukup banyak biaya yang akan dikeluarkan nantinya…
  4. Interior = upayakan cari yang kondisinya masih orisinal (jok, dashboard, door-trim, plafond, tape)
  5. Keabsahan Surat = cek BPKB dan STNK ke polres/samsat terdekat.
  6. Lokasi Penjualan: Mobil lawas seperti yang saya sebutkan di atas umumnya tidak tersedia di showroom mobil bekas. Pertemanan lebih banyak dimanfaatkan untuk mencari informasi penjualan mobil lawas ini. Terkadang iklan baris juga cukup banyak membantu. Namun tidak ada salahnya hunting melalui internet atau milis-milis yang ada.

Ketelitian dan pengetahuan kita tentang mobil lawas sangat berperan untuk proses selanjutnya yaitu melakukan restorasi. Restorasi yang tepat dan tentu saja ekonomis bahkan tidak mungkin akan membuat kita semakin bangga untuk mengendarainya. Bahkan tidak mungkin suatu saat ada peminat yang ingin menawar mobil kita jauh daripada seluruh biaya yang sudah kita keluarkan.

Jika mobil yang dipinang sudah di rumah, saya menyarankan agar anda membuat tahapan dalam melakukan restorasi. Mempercayakan pada satu bengkel dengan sistem proyek berdasarkan pengalaman pasti memakan waktu yang lama dan biaya yang besar. Sambil jalan anda dapat mencari informasi dimana bengkel-bengkel spesialis yang ada di kota anda.

Proses restorasi yang sempurna pada umumnya melakukan perbaikan pada body, mesin, komponen penggerak, kelistrikan dan interior. Masing-masing komponen harus dilepas dan dilakukan pengecekan, dibersihkan dan diperbaiki jika ada kerusakan.

Fokus utama dalam melakukan restorasi adalah perbaikan body ke bentuk semula. Karat, sambungan hingga chassis harus mendapat perhatian ekstra pada saat melakukan restorasi body. Ketika proses pelaburan warna atau pengecatan upayakan dengan menggunakan warna yang sama dengan kondisi awal (kalau sudah ganti cat, biasanya cat asli bisa dilihat di bawah jok atau bagasi belakang). Pilihan cat sesuai dengan budget yang ada tentunya. Upayakan anda dapat mengawal proses finishingnya; karena proses finishing sangat menentukan kualitas tampilan nantinya (seperti keluar pabrik).

Paralel dengan proses restorasi body, anda dapat menyambangi mekanik mesin yang anda percaya untuk melakukan pengecekan dan penggantian (jika ada). Jika ada parts mesin yang sulit dicari anda bisa mencarinya di junk yard, internet atau komunitas yang ada di kota anda. Kesabaran mencari parts yang sulit merupakan tantangan tersendiri.

Terkakhir yang tak kalah penting dan juga butuh kesabaran ekstra tinggi adalah urusan detail. Detail mencakup aksesori baik interior maupun eksterior yang memang ”in” di jamannya. Sebut saja white wall, spion tanduk, antena, kelistrikan, chrome, rims atau velg, kaca angin, dan lain-lain yang bisa mengembalikan tingkat orisinalitas semirip asli pada saat keluar dari pabrik.

Setelah mobil anda keluar dari bengkel, jangan lupa untuk selalu merawat baik interior maupun eksteriornya. Luangkan waktu anda 1 hari dalam 3 bulan untuk melakukan polishing dan perawatan mobil anda.

Nah, sekarang kenapa takut dengan mobil baru….???? dengan mobil lawas masih bisa gaya kok!! Jangan MATI GAYA!!

Nih contoh2nya :