“Bike 2 Work”: sebuah lifestyle

Satu lagi lifestyle berkembang di tanah air…..mungkin Anda pernah mendengar, mengetahui atau sudah menjadi bagian dari lifestyle ini….Bike to Work (BTW).

BTW merupakan sebuah trend yang saat ini berkembang di berbagai kota besar di Indonesia. Mulai dari yang berharga satu juta-an rupiah hingga puluhan juta rupiah telah disediakan oleh berbagai perusahaan. Bahkan sebuah perusahaan mobil sekelas Mercedez Benz pun memproduksi sepeda dengan teknologi tinggi, harganyapun selangit.

Mau tau harga-harga sepeda yang selangit?

Mercedez-Benz Trailblazer

Sepeda ini bisa dilihat di http://www.emercedesbenz.com/Apr08/09_001096_New_Top_Model_For_The_2008_Bike_Collection_The_Trailblazer.html 

Sepeda seharga 43juta (2.790 euro) ini terbuat dari bahan alumunimum alloy dan carbon, suspensi belakang 4 titik, Airmatic suspension (teknologi Mercedez S-Class). Seluruh teknologi ini sangat mendukung kenyamanan berkendara dan traksi yang sangat baik….khas produk Mercedez. Trailblazer ini tersedia dalam 2 edisi yaitu sport dan comfort yang cocok untuk berbagai usia baik pria maupun wanita.

Polygon Helios 900 TT

Sebagai sebuah pabrikan yang cukup malang melintang di industri sepeda, Polygon juga menciptakan sebuah sepeda berbahan karbon yang beratnya hanya 0,9 kg. Dengan berbekal komponen berkelas dan rancangan dalam negeri (baca: Indonesia) bisa dibilang produk ini merupakan kebanggaan Indonesia. Helios 900 TT dirancang untuk balap ITT (Individual Time Trial) dan Triathlon. Bicara harga? Cukup sediakan uang 65 juta rupiah saja.

Sepeda berkualitas tinggi juga tidak hanya disediakan oleh pabrikan. Anda yang berkeinginan untuk mendisain sendiri dengan pilihan ragam parts yang berkualitas dapat memesannya di took-toko sepeda terkenal di kota Anda.

Nah, sekarang kita berbicara pasar. Siapa sih sebenarnya konsumen sepeda mahal ini?

Dalam 2 tahun terakhir, gerakan Bike to Work cukup menghebohkan. Kondisi naiknya bahan bakar minyak (BBM) membuat masyarakat sadar akan pentingnya berhemat, selain tubuh yang bugar tentunya.

Hal ini ditandai dengan meningkatnya pesanan sepeda sebesar 20-30% pertahun. Bahkan kota Jakarta pertumbuhannya sampai 40%. Modus pembeliannya juga beragam, selain membeli sepeda yang sudah jadi, banyak juga yang membeli sepeda dengan cara rakitan. Cara ini selain bisa menyesuaikan kantong, juga bisa memberikan kepuasan yang lebih kepada pemiliknya. Namun jangan salah, seperti hobi-hobi yang lain kalau menuruti nafsu dan kata hati bisa-bisa dengan merakit biaya yang dikeluarkan justru bertambah mahal….

Belakangan ini kita bisa melihat di akhir pekan di kota besar seperti Jakarta dan Bandung, kita dengan mudah menemui komunitas sepeda yang mangkal di lokasi-lokasi strategis. Ada sepeda onthel, sepeda gunung, sepeda balap, sepeda BMX, sepeda lipat (seli) hingga sepeda low-rider (ceper). Dengan adanya komunitas ini pencitraan sepeda sebagai moda transportasi langsung berubah. Sepeda sekarang sudah menjadi alat transportasi pengganti mobil untuk berangkat ke kantor dan bertamasya.

Bayangkan jika semua orang bersepeda, tentu kota besar akan jauh dari kemacetan dan polusi kan? Namun kondisi tersebut masih terbatas dalam angan-angan pencinta sepeda. Kondisi lalu lintas yang semrawut, marka jalan yang tidak jelas, belum adanya jalur untuk sepeda dan fasilitas pendukung lainnya belum diperhatikan. Buruknya kualitas udara dengan polusi asap kendaraan bermotor (logam berat) juga membuat pencinta sepeda berpikir 2x untuk menggunakannya di hari-hari biasa.

Apa arti sebuah lifestyle?

Dengan mengeluarkan uang yang cukup lumayan, apa sih yang didapat dari sebuah hobi sepeda? Tentu jawabnya beragam. Namun opini saya adalah selain mendapatkan kenyamanan bersepeda dari segi fungsi juga mengusung gaya hidup atau life style (trend)

Mengendarai sepeda mahal dan menggunakan komponen berkelas tentu bisa menunjukkan kelas, identitas dan citra diri pemiliknya…itulah harga sebuah lifestyle.

5 responses to ““Bike 2 Work”: sebuah lifestyle”

  1. Andrew says :

    Hebat…..hebat. SALUT saya untuk anda.

  2. herdi says :

    ada info sepeda second dgn anggaran 1,5 jt – 2jtan

    • elfri says :

      Wah…harga segitu baru juga ada mas…asal bisa gelinding aja…
      Cuma spesifikasinya standard habis…
      Oh iya…saya juga lagi buat prototipe MTB yang custom (rakitan); bisa dibuat untuk promosi karyawan perusahaan….

  3. bayu says :

    jual tanduk buat TTnya aja g’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: