Think Flat – Sebuah Perspektif

Thomas Friedman dalam bukunya The World is Flat menyatakan bahwa terdapat beberapa kejadian luar biasa dan rangkaian lompatan teknologi yang mengakibatkan terjadinya perubahan atau revolusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi manusia dalam era globalisasi ini. Dalam berbagai presentasi beliau menekankan bahwa saat ini dunia sudah menjadi datar atau flat. Hal ini didasari oleh perubahan dari 3 tahapan perubahan globalisasi menjadi 10 “flatteners” yang menciptakan transformasi “flat-world” sehingga membuat seluruh situasi menjadi tidak pasti. Namun beliau juga membuat pernyataan bahwa kita harus memahami proses atau dinamika yang terjadi agar kita dapat memposisikan diri kita terhadap perubahan tersebut.

Agar lebih jelas mari kita bahas satu persatu item yang diungkapkan oleh Thomas Friedman.

Friedman membuat alur flattened world menjadi 3 tahapan transformasi

  1. Tiga era globalisasi
  2. Munculnya 10 faktor penyebab “flattening”
  3. Penggabungan teknologi yang merubah berbagai hal (konvergensi); perubahan kebiasaan kerja (life style) dan penggunaan teknologi baru di Negara-negara berkembang.

Tiga Era Globalisasi

  • Globalisasi 1.0 : dimulai pada tahun 1492 sampai awal tahun 1800 dan ditandai dengan banyaknya negara yang berinisiatif untuk melakukan ekspansi wilayah kekuasaannya.
  • Globalisasi 2.0 : dimulai pada awal tahun 1800 dimana proses perdagangan antar negara sudah dilakukan.
  • Globalisasi 3.0 : ditandai dengan teknologi kolaborasi berbasis internet (web) dengan serangkaian aplikasinya tanpa membatasi batas-batas wilayah negara.

10 Faktor “flattening”

Diantara tahun 1989 hingga tahun 2000an, 10 teknologi ini pergerakannya sangat cepat bahkan beberapa diantaranya membuat fenomena sosial yang luar biasa. Mari kita bahas satu persatu.

Flatener 1: Adalah kejadian runtuhnya TEMBOK BERLIN yang menghancurkan pembagian atau dikotomi antara timur-barat dalam perspektif global. Kejadian lain adalah diluncurkannya Windows 3.0 lima bulan kemudian (awal era digital)

Flatener 2 : Pada saat Netscape muncul ke publik pada Agustus 1995. Kemunculan Netscape memicu terjadinya booming bisnis dot-com; dan juga berdampak pada tingginya investasi jaringan kabel optik – pada akhirnya membuat seluruh dunia tersambung dan mudah untuk diakses

Flatener 3 : Munculnya aplikasi sofware berbasis workflow yang meruntuhkan berbagai birokrasi di organisasi melalui sejumlah aplikasi. Dampaknya tingkat keterhubungan, komunikasi dan produktifitas meningkat karena seluruh aplikasi dapat terhubung.

3 Flatener di atas secara hampir bersamaan menciptakan sebuah dasar kokoh untuk sebuah proses kolaborasi global.

Flatener 4 : terjadi pada saat teknologi digital berhasil merubah seluruh fungsi menjadi sebuah komoditas, maraknya outsourcing memungkinkan sebuah perusahaan untuk fokus pada kompetensi intinya.

Flatener 5: kegiatan offshoring diprakarsai oleh perusahaan yang ingin mencari teknik yang efisien (ekspansi ke negara-negara berkembang)

Flatener 6 : manifestasi kelompok; sebagai contoh adalah kelompok open source yang timbul dari sekelompok orang yang benci kepada Microsoft. Kemudian muncullah blogging, podcasting dan lain-lain

Flatener 7 : perkasanya suply-chaining seperti apa yang dilakukan oleh Wal-Mart. Sebagai perusahaan yang sangat besar, Wal-Mart tidak memproduksi apapun. Melalui keunggulan suplí chain yang terdiri dari 78.000 pemasok membuat Wal-Mart menjadi sebuah perusahaan yang besar.

Flatener 8 : Insource; seperti apa yang dilakukan oleh UPS. Dengan sistem yang terstandarisasi, UPS ini sanggup mengelola seluruh proses sendiri. Mulai dari menghandle telepon, logistik, pengambilan barang bahkan sampai ke perbaikan dan pengembalian ke pelanggan.

Flatener 9 : Proses pencarian informasi (informing) yang melibatkan aplikasi mesin pencari (search engine) dengan bermacam teknik permutasi seperti Google dan Yahoo!

Flatener 10 : “The Steroids”, yaitu Wireless, VoIP dan File Sharing à merupakan level tertinggi dalam flatener ini.

Konvergensi

Ternyata 10 flatener tidaklah cukup, masih ada 3 dinamika konvergensi yang memberikan efek flattening yang luar biasa.

  • Konvergensi 1 : 10 flattening di atas saling berinteraksi dan bahkan bergabung (melding together)
  • Konvergensi 2 : kebiasaan bekerja berubah dari vertical menjadi horizontal
  • Konvergensi 3 : 3 milyar pekerja digital telah aktif dalam ekonomi global – dan seluruhnya sangat aktif dan ingin mencapai sesuatu yang lebih tinggi.

Akhirnya, bagaimanapun juga kita harus mampu mengenali kondisi ini agar seluruh energi dan potensi kita dapat mengikuti perkembangan yang terjadi dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya. “Internet bisa membuat kita lebih pintar, tapi tak dapat membuat kita menjadi pintar”. The flat world bukanlah ancaman….kita harus membuka cakrawala baru agar kita bisa mengurangi gap atau ketimpangan yang ada.

============== ****** ===============

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: