Archive | April 1, 2009

Think Flat – Sebuah Perspektif

Thomas Friedman dalam bukunya The World is Flat menyatakan bahwa terdapat beberapa kejadian luar biasa dan rangkaian lompatan teknologi yang mengakibatkan terjadinya perubahan atau revolusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi manusia dalam era globalisasi ini. Dalam berbagai presentasi beliau menekankan bahwa saat ini dunia sudah menjadi datar atau flat. Hal ini didasari oleh perubahan dari 3 tahapan perubahan globalisasi menjadi 10 “flatteners” yang menciptakan transformasi “flat-world” sehingga membuat seluruh situasi menjadi tidak pasti. Namun beliau juga membuat pernyataan bahwa kita harus memahami proses atau dinamika yang terjadi agar kita dapat memposisikan diri kita terhadap perubahan tersebut.

Agar lebih jelas mari kita bahas satu persatu item yang diungkapkan oleh Thomas Friedman.

Friedman membuat alur flattened world menjadi 3 tahapan transformasi

  1. Tiga era globalisasi
  2. Munculnya 10 faktor penyebab “flattening”
  3. Penggabungan teknologi yang merubah berbagai hal (konvergensi); perubahan kebiasaan kerja (life style) dan penggunaan teknologi baru di Negara-negara berkembang.

Tiga Era Globalisasi

  • Globalisasi 1.0 : dimulai pada tahun 1492 sampai awal tahun 1800 dan ditandai dengan banyaknya negara yang berinisiatif untuk melakukan ekspansi wilayah kekuasaannya.
  • Globalisasi 2.0 : dimulai pada awal tahun 1800 dimana proses perdagangan antar negara sudah dilakukan.
  • Globalisasi 3.0 : ditandai dengan teknologi kolaborasi berbasis internet (web) dengan serangkaian aplikasinya tanpa membatasi batas-batas wilayah negara.

10 Faktor “flattening”

Diantara tahun 1989 hingga tahun 2000an, 10 teknologi ini pergerakannya sangat cepat bahkan beberapa diantaranya membuat fenomena sosial yang luar biasa. Mari kita bahas satu persatu.

Flatener 1: Adalah kejadian runtuhnya TEMBOK BERLIN yang menghancurkan pembagian atau dikotomi antara timur-barat dalam perspektif global. Kejadian lain adalah diluncurkannya Windows 3.0 lima bulan kemudian (awal era digital)

Flatener 2 : Pada saat Netscape muncul ke publik pada Agustus 1995. Kemunculan Netscape memicu terjadinya booming bisnis dot-com; dan juga berdampak pada tingginya investasi jaringan kabel optik – pada akhirnya membuat seluruh dunia tersambung dan mudah untuk diakses

Flatener 3 : Munculnya aplikasi sofware berbasis workflow yang meruntuhkan berbagai birokrasi di organisasi melalui sejumlah aplikasi. Dampaknya tingkat keterhubungan, komunikasi dan produktifitas meningkat karena seluruh aplikasi dapat terhubung.

3 Flatener di atas secara hampir bersamaan menciptakan sebuah dasar kokoh untuk sebuah proses kolaborasi global.

Flatener 4 : terjadi pada saat teknologi digital berhasil merubah seluruh fungsi menjadi sebuah komoditas, maraknya outsourcing memungkinkan sebuah perusahaan untuk fokus pada kompetensi intinya.

Flatener 5: kegiatan offshoring diprakarsai oleh perusahaan yang ingin mencari teknik yang efisien (ekspansi ke negara-negara berkembang)

Flatener 6 : manifestasi kelompok; sebagai contoh adalah kelompok open source yang timbul dari sekelompok orang yang benci kepada Microsoft. Kemudian muncullah blogging, podcasting dan lain-lain

Flatener 7 : perkasanya suply-chaining seperti apa yang dilakukan oleh Wal-Mart. Sebagai perusahaan yang sangat besar, Wal-Mart tidak memproduksi apapun. Melalui keunggulan suplí chain yang terdiri dari 78.000 pemasok membuat Wal-Mart menjadi sebuah perusahaan yang besar.

Flatener 8 : Insource; seperti apa yang dilakukan oleh UPS. Dengan sistem yang terstandarisasi, UPS ini sanggup mengelola seluruh proses sendiri. Mulai dari menghandle telepon, logistik, pengambilan barang bahkan sampai ke perbaikan dan pengembalian ke pelanggan.

Flatener 9 : Proses pencarian informasi (informing) yang melibatkan aplikasi mesin pencari (search engine) dengan bermacam teknik permutasi seperti Google dan Yahoo!

Flatener 10 : “The Steroids”, yaitu Wireless, VoIP dan File Sharing à merupakan level tertinggi dalam flatener ini.

Konvergensi

Ternyata 10 flatener tidaklah cukup, masih ada 3 dinamika konvergensi yang memberikan efek flattening yang luar biasa.

  • Konvergensi 1 : 10 flattening di atas saling berinteraksi dan bahkan bergabung (melding together)
  • Konvergensi 2 : kebiasaan bekerja berubah dari vertical menjadi horizontal
  • Konvergensi 3 : 3 milyar pekerja digital telah aktif dalam ekonomi global – dan seluruhnya sangat aktif dan ingin mencapai sesuatu yang lebih tinggi.

Akhirnya, bagaimanapun juga kita harus mampu mengenali kondisi ini agar seluruh energi dan potensi kita dapat mengikuti perkembangan yang terjadi dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya. “Internet bisa membuat kita lebih pintar, tapi tak dapat membuat kita menjadi pintar”. The flat world bukanlah ancaman….kita harus membuka cakrawala baru agar kita bisa mengurangi gap atau ketimpangan yang ada.

============== ****** ===============

Apa beda laptop dan notebook?

Istilah laptop sangat populer berkat acara “Empat Mata” yang dibawakan oleh pelawak Tukul Arwana setiap malam di salah satu stasiun TV swasta tanah air.”Kembali ke Laptooop” adalah icon Tukul dalam acara tersebut. Nah…kenapa kembali ke Laptop? Bukan kembali ke notebook atau ke PC? Benarkan laptop atau notebook adalah barang yang sama?

Biar tidak gaptek, yuk kita bedah istilah-istilahnya….

Personal Computer (PC)

Adalah istilah yang digunakan untuk komputer yang diletakkan di atas meja; biasanya untuk keperluan pribadi yang digunakan di rumah. Dinamakan PC karena terdiri dari CPU, Monitor, Keyboard dan Mouse. Istilah lain PC adalah desktop atau komputer yang diletakkan di atas meja (desk)

Laptop

Adalah komputer yang bentuknya ringkas dan portable (mudah dibawa kemana-mana). CPU, monitor dan keyboard menyatu menyerupai sebuah buku. Untuk menggunakannya dibuka terlebih dahulu. Kenapa namanya laptop? Karena setiap penggunanya selalu menaruh di atas pangkuan (lap)

Desknote

Selain PC yang diletakkan di atas meja, ada juga komputer portable dengan ukuran yang lebih kecil dari PC, namun tidak memiliki batere. Untuk dukungan daya, alat ini langsung dicatu listrik. Dengan catuan listrik maka harganya tidak semahal Laptop (komponen batere merupakan salah satu komponen yang mahal). Disebut desknote karena komputer ini mudah dibawa namun untuk penggunaannya sering ditaruh dimeja dengan catuan listrik.


Notebook

Setelah populernya istilah laptop, lalu lahirlah laptop dengan ukuran yang lebih tipis. Ketebalannya mirip dengan buku kecil (note) sehingga keluarlah istilah notebook.

Subnotebook

Adalah notebook yang ukurannya lebih kecil dari notebook pada umumnya. Ukuran notebook umumnya 14-15 inch. Subnotebook kisaran layarnya ada antara 10-13 inch.

Palmtop

Dengan berkembangnya teknologi nano komputer dan IC, maka ukuran laptop juga semakin kecil. Bahkan ukurannya sebesar telapak tangan (palm). Sehingga dijuluki palmtop

PC Tablet

Kebutuhan pengguna PC/notebook untuk bekerja dan berkomunikasi membuat pabrikan menciptakan alat input (input) device selain keyboard dan mouse. Alhasil muncullah alat tulis kecil seperti pensil yang disebut dengan stylus. Stylus digunakan untuk menulis di monitor laptop/notebook dimana monitornya bisa diputar dan dilipat layaknya kita menulis di atas kertas. Komputer ini dinamakan PC Tablet

Netbook

Istilah ini keluar sekira 2 tahun terakhir. Kebutuhan orang untuk terhubung ke internet setiap saat baik untuk chatting, surfing, update blog, facebook dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pabrikan berlomba-lomba membuat komputer portable yang ringan dan murah. Dari kondisi inilah lahir perangkat netbook atau notebook yang diperuntukkan bagi para netter (pelaku internet)

Rugged Laptop

Adalah laptop yang dikhususkan untuk kondisi ekstrim seperti tempat yang penuh goncangan atau berpotensi terhadap benturan. Harganya paling mahal….