Archive | March 2009

Apa yang kita dapat dari Secangkir Teh?

Kita memang sering minum teh, membeli teh bahkan menghidangkan teh kepada tamu yang berkunjung ke rumah kita…Tapi apakah yang kita ketahui tentang TEH itu sendiri?

Teh merupakan tumbuhan berdaun hijau yang berukuran kecil dan berbunga putih; masuk ke dalam famili Camellia. Tanaman ini berasal dari Cina, Tibet dan India Utara. India merupakan Negara penghasil teh nomor 1 di dunia.

Dari beberapa jenis teh yang cukup terkenal adalah Teh Hijau. Teh ini sudah dimanfaatkan oleh bangsa Cina sejak 4 ribu tahun yang lalu. Untuk membuktikannya sejumlah peneliti barat melakukan banyak penelitian untuk menggali khasiat teh hijau ini. Beberapa diantaranya adalah membantu penyembuhan penyakit : kanker, rheumatoid arthritis, menurunkan kadar kolesterol, mencegah infeksi, menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan rasio kolesterol baik (HDL), menghambat gumpalan darah dan menurunkan kadar gula darah.

Penyebabnya adalah karena teh hijau mengandung EGCG; yaitu antioksidan yang daya kerjanya luar biasa. EGCG terbukti ampuh untuk membunuh sel-sel kanker tanpa merusak jaringan-jaringan di sekitarnya yang masih sehat. Selain itu EGCG juga mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Juga yang tak kalah penting Teh Hijau ini bisa membantu menurunkan berat badan. Penelitian terakhir dari Amerika mempublikasikan bahwa pria yang mengkonsumsi kafein yang dikombinasikan dengan ekstrak teh hijau berhasil membakar kalori tubuh lebih banyak daripada meraka yang hanya mendapat kafein saja.

Pertanyaan selanjutnya adalah: berapa banyak teh yang harus kita minum sehari? Sejumlah peneliti menyimpulkan cukup dengan meminum 2 cangkir teh hijau setiap hari.

Agar minum teh kita benar-benar optimal, kita harus mengetahui lebih jauh tentang bagaimana cara mengkonsumsinya.

Larangan mengkonsumsi teh:

  • Jangan menambahkan susu dan jeruk peras ke dalam teh secara bersamaan, karena jeruk akan membuat susu menggumpalSetelah lewat 3-4 jam, jangan gunakan kembali teh celup bekas untuk buat teh baru. Udara yang terbuka akan membuat teh celup akan membuat reaksi kimia pada teh sehingga bisa menurunkan kualitasnya dan membahayakan kesehatan
  • Jangan merendam kantung teh celup terlalu lama; karena teh menjadi pekat dan rasanya akan menjadi pahit
  • Untuk menyeduh teh jangan gunakan air keran, karena umumnya air keran mengandung mineral yang cukup keras seperti kalsium, klorin yang dapat merusak cita rasa teh dan berdampak buruk juga bagi kesehatan. Sebaiknya gunakan air kemasan.
  • Sebaiknya jika ingin menambahkan susu upayakan susu dituang dahulu baru kemudian tehnya.

Anjuran dalam mengkonsumsi teh:

  • Baca kemasan dengan baik, ikuti petunjuknya
  • Gunakan air yang baik dan mendidih untuk menyeduh teh
  • Bersihkan poci dengan air mendidih; agar dapat membutuh bakteri yang ada dan menyingkirkan aroma tidak sedap

Teh Aroma Serai
Bahan :1 liter air,10 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan;3 lbr daun pandan;100 gr jahe bakar, kupas, memarkan;2 sdm daun teh;200 gr gula batu
Cara membuat:
Rebus air, jahe, serai dan daun pandan dengan api kecil, tutup panci, masak hingga mendidih. Masukkan daun teh, diamkan
Saring, tambahkan gula batu…sajikan selagi hangat

Teh Jahe Aroma Kayumanis
Bahan:½ sendok teh kering sesuai selera;200 ml air;1 ruas jahe, bakar sampai wangi;25 gr gula pasir;Sejumput bubuk kayu manis

Cara membuat:
Didihkan air kemudian masukkan daun teh kering, Tutup panci dan diamkan

Setelah air teh berubah warna masukkan 1 ruas jahe utuh yang telah direbus
Masukkan gula pasir, aduk hingga larut
Taburi bubuk kayu manis, sajikan

Kesimpulan : Mari kita minum lebih banyak teh….dan air putih tentunya dong!!

Sumber : Majalah Nova boss yang lagi nganggur…ditulis menjelang pulang ke rumah….

Catatan Perjalanan: Pelantikan Anggota Baru VCB, Situ Cileunca

Hmmm…tak terlintas dalam benak saya yang sudah lebih dari 5 tahun tidak pernah lagi mengendarai mobil rakyat kendaraan buatan Jerman, Volkswagen… Adalah pelantikan anggota baru VCB yang membuat saya kembali dalam “dunia per-VWan”

Perjalanan dimulai kembali dari kawasan gegerkalong Bandung, untuk menjemput mobil VW Safari (VW Thing) tahun 1973 warna kuning (thanks to Mr.Toto atas supportnya) – tanpa ba-bi-bu saya langsung starter mobil ini…brrm…brrmmm…selang sejenak mobil menyala dengan mulus. Berbegas saya bersama kedua buah hati saya memindahkan barang dan makanan persiapan BOTRAM untuk acara pelantikan anggota baru VCB (Volkswagen Club Bandung) dan acara silaturahmi anggota di Situ Cileunca.

Minggu pagi yang cerah, walaupun terlambat saya menghubungi rekans pengurus VCB (Kang Ai) mengenai status keberangkatan…wah ternyata rombongan sudah meninggalkan base camp di Jl. Ambon 21..Dengan sigap saya memutar arah untuk bertemu rombongan di depan pintu tol buahbatu Bandung..

Teriakan gembira si sulung melihat rombongan VW yang terdiri dari bermacam tipe di jalan buahbatu menambah semangat saya untuk memacu mobil ini agar bisa masuk dalam jajaran “devile” rombongan ini.

Perjalanan selanjutnya diarahkan menuju kawasan Dayeuh Kolot dan Banjaran. Belum habis rasa kesenangan ini bertemu dengan “komunitas” VW Bandung, saya ditantang untuk melewati kemacetan yang luar biasa di depan pasar Banjaran. Simpang siurnya para pengguna jalan (dominan angkot dan sepeda motor) membuat suasana lalu lintas menjadi tak karuan. Udara yang mulai panas – hati juga ikut-ikutan panas….mobil juga tambah panas (karena tentu tidak ada AC). Alhasil setelah sekira 15 menit terjebak dalam kemacetan yang luar biasa rombongan bisa keluar dan kembali jalan menuju kawasan pangalengan.

Tim berhenti sejenak lepas dari Jl. Raya Banjaran untuk ”re-grouping” atau menunggu tim yang kemungkinan mengalami kesulitan sepanjang perjalanan. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Rombongan kemudian bergerak menyusuri liukan jalan menuju pangalengan. Tikungan demi tikungan, tanjakan demi tanjakan yang disuguhi oleh pemandangan yang luar biasa dan cuaca yang sejuk membuat saya bergairah mengemudikan VW Safari kuning ini.

Jam 11.30 saya dan anak2 sudah tiba di Situ Cileunca. Sambutan rekans pencinta VW membuat suasana menjadi akrab dan penuh suka cita. Satu-demi satu mobil kami parkir dengan rapi. Tak berapa lama kemudian, seluruh calon anggota baru dikumpulkan untuk didata administrasinya. Begitu juga dengan panitia dan anggota lama juga sibuk dengan persiapan untuk acara pelantikan.

Acara pertama adalah briefing peserta yang disampaikan oleh Ketua Umum VCB, Sdr. Denny F Kusumah. Acara selanjutnya adalah aktifitas “flying fox”. Kali ini tentu saja berbeda. Meluncur dari atas pohon sambil melintasi danau tentunya…Ajang uji mental ini dapat dilalui dengan mudah oleh seluruh peserta. Beberapa kejutan seperti teriakan, peserta yang jumpalitan untuk menghindari air sampai yang basah kami temui disana.

Acara ketiga yang sangat dinantikan adalah silaturahmi Botram (piknik bersama) antara sesama anggota. Setiap anggota diwajibkan membawa makanan dan minuman dan dimakan bersama lesehan di hamparan rumput Situ Cileunca. Ditemani hujan yang turun dengan rintik-rintik tak terasa membuat suasana botram menjadi lebih hikmat. Botram merupakan agenda rutin anggota VCB setiap 2 bulan sekali.

Setelah melepas penat dan shalat Zuhur, acara selanjutnya adalah menyimak Siraman Rohani yang disampaikan oleh Pak Kyai di aula. Sambil lesehan seluruh peserta menyimak dengan tenang siraman rohani yang disampaikan oleh Pak Kiyai. Wejangan demi wejangan pentingnya silaturahmi meresap dalam nurani seluruh anggota.

Selanjutnya, ditemani cuaca yang sedikit panas seluruh calon anggota ditantang untuk mengikuti games tradisi VCB yaitu melakukan setting mesin VW dan bongkar pasang VW (kali ini roda VW Kodok Kang Agus yang menjadi obyeknya!) – tentu saja dengan sedikit bumbu yaitu “banjuran” oli di tangan peserta, he he he…Dengan tekun dan rasa penasaran seluruh calon anggota bisa menyelesaikan tantangan ini.

Dengan semangat yang tinggi, selanjutnya calon anggota “ditasbihkan” untuk mengikuti tantangan terakhir yaitu “ngolong kombi”. 3 unit VW Kombi menjadi saksi pelantikan hari ini. Rasa sakit merayap di kolong VW Kombi hilang setelah di ujung seluruh pengurus dan anggota lama memberikan selamat atas keberhasilan menjalani ritual anggota VCB. Tak lupa seluruh anggota diberikan hadiah “baju VCB”.

Acara terakhir adalah foto bersama. Seluruh anggota baru dan anggota lama beserta keluarga tentunya melakukan sessi foto bersama tepat dibelakang poster besar VCB. Setelah bersalam-salaman dan mendapat wejangan dari sesepuh VCB, Bp Ila Toparta tim melakukan shalat Ashar dan bersiap menuju pulang ke Bandung. Kedua buah hatiku sangat gembira karena ini adalah Touring VW pertama mereka!!!

Tepat pukul 16.00 rombongan meninggalkan Situ Cileunca menuju Bandung. Viva VCB!!