Demam Berdarah – Waspadalah

Ternyata wabah penyakit ini tidak hanya ada di musim penghujan. Kenapa? Karena ternyata setiap bulan selalu saja ada pasien demam berdarah. Setiap musim hujan cenderung penderitanya meningkat.

Saya menulis karena pagi ini mendapat kabar bahwa sahabat saya, seorang Dosen di ITB dikabarkan masuk RS di Bandung karena Demam Berdarah. Trombosit turun, suhu badan naik…Ya Allah, semoga rekanku lekas sembuh.

Apa itu Demam Berdarah?

Demam Berdarah atau di Indonesia dikenal dengan istilah DBD adalah penyakit tropis yang tergolong mematikan. Penyakit ini dibawah oleh nyamuk ”aedes aegypti” yang berkembang biak dengan mudah pada daerah lembab atau genangan air kecil. Penyakit ini menular melalui virus ”dengue” yang dilewatkan melalui gigitan nyamuk berjenis kelamin betina.

Umumnya usia nyamuk ini hanya 2 minggu, tapi ada juga yang mampu bertahan selama 3 bulan. Anehnya nyamuk ini hanya berkembang di air yang bersih. Sebut saja bak mandi, WC, tempayan, drum, tempat minum binatang, vas bunga, penampung air di belakang kulkas, AC, bak meteran air PDAM, talang air, dak, lubang-lubang, pelepah daun serta barang-barang bekas seperti kaleng, box, ban yang seringnya ada tempat genangan air. Untuk saluran air kotor seperti saluran got tidak menjadi pilihan nyamuk ini untuk berkembang.

Hebatnya, sekali bertelur nyamuk ini menghasilkan 100 telur. Selang 2 hari telur menetas dan menjadi jentik di dalam genangan air. Telurnya juga mampu bertahan selama 6 bulan.

Ciri-ciri orang yang terkena virus ini adalah demam tinggi secara tiba-tiba dan berlangsung lebih dari 2 hari. Tidak hanya demam, sang penderita juga mengalami sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot dan ulu hati. Pada kulit juga akan terjadi pendarahan dengan munculnya bintik merah pada kulit yang menyebar ke seluruh tubuh. Untuk beberapa penderita bahkan disertai dengan mimisan, muntah dan BAB yang bercampur darah. Jika tidak mendapat pertolongan, tidak mustahil penderita akan meninggal dunia.

Penyakit ini menyerang segala target di semua tingkatan usia, mulai balita, anak-anak hingga dewasa. Penyakit ini juga belum ada obat yang bisa menyembuhkan. Dokter atau Rumah Sakit hanya bisa merawat dengan memberikan obat peningkat daya tahan. Tidak sedikit juga penderita yang meninggal di Rumah Sakit.

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Cara terbaik untuk menghindari penyakit DBD ini adalah dengan memutus mata rantai pengembang biakan nyamuk, yaitu dengan memusnahkan telur dan sarangnya. Bisa dengan gerakan 3M (Mengubur – Menguras – Menutup). Intinya adalah masyarakat harus bersama-sama bertanggung jawab atas kebersihan di seluruh tempat; tidak hanya di sekeliling tempat tinggal kita. Gerakan PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk yang konsisten di setiap Jum’at pagi seperti yang dilakukan oleh Walikota Jakarta Utara adalah ide yang baik. Langkah selain 3M adalah menaburkan bubuk abate (bisa dibeli di apotik dan toko obat) di lokasi genangan air seperti bak mandi, sumur, penampung air, dll; atau dengan melakukan pengasapan.

Semoga Indonesia bebas dari DBD!!!

@dihimpun dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: