Kawah Putih: Catatan perjalanan

Jenuh dengan pekerjaan dan rutinitas di kantor, saya dan 2 rekan touring sejati kembali merencanakan perjalanan 3-serangkaitouring…yah tidak terlalu jauh..masih di sekitar jawa barat. Belum lagi di penghujung tahun 2008 (14 desember) merupakan titik kejenuhan di kantor…he he he…

Tujuan yang dipilih adalah Kawah Putih di daerah Ciwidey, Jawa Barat.

Kawah Putih terletak secara geografis di lereng gunung Patuha kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kalau mengambil jarak darat lokasinya kurang lebih 45km sebelah selatan Kota Bandung.

kawah-putih-00Perjalanan dimulai dari kawasan Gegerkalong Bandung, selanjutnya menuju Cimindi – Batujajar – Soreang dan Ciwidey. Jalan yang lumayan rusak hingga Soreang (sambil menikmati stadion megah kebanggaan rakyat Jawa Barat “Si Jalak Harupat” – kelelahan hilang saat kami masuk lokasi Kawah Putih.

Kami beristirahat sejenak di lokasi parker dekat pintu masuk sambil makan makanan tradisional Jawa Barat, nasi timbel dan ayam goring. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke puncak kawah sejauh sekitar 5 km. Melewati jalan beraspal yang berkelok-kelok dengan pemandangan hutan tanaman Eucalyptus dan hutan alam dengan aneka ragam species hutan hujan tropis membuat kami semakin bersyukur atas rahmat Allah SWT.

Di sepanjang perjalanan menuju puncak, kami juga bertemu dengan berbagai kendaraan, mulai motor, mobil hingga pejalan kaki.

Daerah Kawah Putih berada di ketinggian 2.194 m meter di atas permukaan laut, terbentuk saat terjadi letusan gunung Patuha sekitar tahun 1000-1200. Sekarang kawah ini sudah relatif stabil, dengan tidak adanya aktivitas aliran magma yang membahayakan sejak tahun 1600.

Sebelum ditemukan Kawah Putih di puncak Gunung Patuha, masyarakat menganggap puncak itu sebagai daerah yang angker, kawah-putihtak seorang pun berani menjamahnya. Bahkan, karena angkernya, burung yang melewati kawah pun akan mati. Kisah-kisah turun-temurun yang beredar di kalangan penduduk setempat menyebutkan, puncak Gunung Patuha dulu merupakan tempat pertemuan para leluhur Bandung Selatan.

Banyak cerita mistis dan gaib menyelimuti Kawah Putih. Namun seiring dengan kemajuan jaman dan modernisasi, kepercayaan tersebut seolah-olah luntur oleh keindahan alam Kawah Putih.

Lepas dari kawasan parkir, kami berjalan kaki ke daerah kawah. Sesampai di kawah kami takjub dengan keindahan sebuah cekungan yang diselimuti oleh kabut tebal yang lambat laun semakin tipis dan akhirnya kami dapat melihat sebuah cekungan seluas 25 hektar yang berair keputih-putihan.

Air danau di kawah ini selalu berubah-ubah warna. Terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu, kuning terang dan yang paling sering dijumpai adalah berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah.

kawah-putih-02

Konon kabarnya, bila kita berkunjung di malam hari dan jika beruntung kita bisa menikmati keajaiban alam. Pada saat langit cerah dengan disinari bintang-bintang, dari danau kawah putih terlihat pancaran cahaya terang kehijau-hijauan menghiasi kawah. Kemudian, dari bias cahaya berwarna hijau itu, membentuk sebuah lingkaran yang mampu menerangi seluruh lokasi kawah. Waw…sangat menakjubkan tentunya.

Keberadaaan danau Kawah Putih di puncak Gunung Patuha yang menurut penelitian masih tergolong aktif itu di batasi oleh dinding bebatuan terjal di sebelah utara dan di sebelah barat masih terdapat pancaran kawah yang bergolak. Jika ingin lebih dekat kawah bisa melalui pintu masuk di sebelah timur. Tak jauh dari lokasi kawah terdapat sebuah gua buatan sedalam 5 meter.

Keindahan kawah selanjutnya kami nikmati sambil berjalan santai dan duduk-duduk pada shelter-shelter.

Keindahan danau Kawah Putih Gunung Patuha, memang sangat membuat kami terlena. Belum pernah kami sebelumnya melihat keindahan yang seperti ini. Tak dirasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 kami kembali ke lokasi kendaraan. Tapi kami tidak lupa untuk menikmati suguhan andalan Kawah Putih yaitu jagung bakar.

Tepat pukul 15.30 kami meluncur kembali ke Bandung…sejak turunan Ciwidey (kebun strawberry) kami menempuh perjalanan dengan kondisi cuaca hujan yang cukup deras…tak berhenti sampai di Bandung…parkir

Tertarik untuk menikmati keindahannya? Anda bisa menikmati melalui foto-foto yang menyertai tulisan ini.

6 responses to “Kawah Putih: Catatan perjalanan”

  1. Hery Suseno says :

    Mantap laporannya, dan yang tak kalah penting pada saat itu adalah perjalanan saya yang pertama sejak musibah touring di Gunung Manglayang tempo hari, yang menyebabkan pergelangan tangan kanan saya lepas dari engselnya. Tapi Puji Tuhan sekarang udah lumayan pulih dan bisa naik motor lagi.Terus terang saya nggak kapok untuk touring lagi…, bahkan bulan maret ini rencana ke rancabuaya….bukan rancaengkek lho (kecil dekat itu untuk beli rokok aja). Namun pada februari ini sambil pemanasan kita ke Jatiluhur yuk….
    Pesan saya yang sudah tua ini, kalau touring bawa uang mas….he..he….Salam Bikers…..

  2. Hery Suseno says :

    Oh ya gimana untuk perjalanan touring Ciater- Sumedang yang di rekam video bisa di tampilkan nggak ya….Tks

  3. hery suseno says :

    ok Pendek aja, tapi pada momen – momen tertentu….taruh di youtube atau lainnya..yang bisa di mainkan aja….begitu….Aku tunggu tulisan lainnya…a….GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: