Archive | February 12, 2009

Kawah Putih: Catatan perjalanan

Jenuh dengan pekerjaan dan rutinitas di kantor, saya dan 2 rekan touring sejati kembali merencanakan perjalanan 3-serangkaitouring…yah tidak terlalu jauh..masih di sekitar jawa barat. Belum lagi di penghujung tahun 2008 (14 desember) merupakan titik kejenuhan di kantor…he he he…

Tujuan yang dipilih adalah Kawah Putih di daerah Ciwidey, Jawa Barat.

Kawah Putih terletak secara geografis di lereng gunung Patuha kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kalau mengambil jarak darat lokasinya kurang lebih 45km sebelah selatan Kota Bandung.

kawah-putih-00Perjalanan dimulai dari kawasan Gegerkalong Bandung, selanjutnya menuju Cimindi – Batujajar – Soreang dan Ciwidey. Jalan yang lumayan rusak hingga Soreang (sambil menikmati stadion megah kebanggaan rakyat Jawa Barat “Si Jalak Harupat” – kelelahan hilang saat kami masuk lokasi Kawah Putih.

Kami beristirahat sejenak di lokasi parker dekat pintu masuk sambil makan makanan tradisional Jawa Barat, nasi timbel dan ayam goring. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke puncak kawah sejauh sekitar 5 km. Melewati jalan beraspal yang berkelok-kelok dengan pemandangan hutan tanaman Eucalyptus dan hutan alam dengan aneka ragam species hutan hujan tropis membuat kami semakin bersyukur atas rahmat Allah SWT.

Di sepanjang perjalanan menuju puncak, kami juga bertemu dengan berbagai kendaraan, mulai motor, mobil hingga pejalan kaki.

Daerah Kawah Putih berada di ketinggian 2.194 m meter di atas permukaan laut, terbentuk saat terjadi letusan gunung Patuha sekitar tahun 1000-1200. Sekarang kawah ini sudah relatif stabil, dengan tidak adanya aktivitas aliran magma yang membahayakan sejak tahun 1600.

Sebelum ditemukan Kawah Putih di puncak Gunung Patuha, masyarakat menganggap puncak itu sebagai daerah yang angker, kawah-putihtak seorang pun berani menjamahnya. Bahkan, karena angkernya, burung yang melewati kawah pun akan mati. Kisah-kisah turun-temurun yang beredar di kalangan penduduk setempat menyebutkan, puncak Gunung Patuha dulu merupakan tempat pertemuan para leluhur Bandung Selatan.

Banyak cerita mistis dan gaib menyelimuti Kawah Putih. Namun seiring dengan kemajuan jaman dan modernisasi, kepercayaan tersebut seolah-olah luntur oleh keindahan alam Kawah Putih.

Lepas dari kawasan parkir, kami berjalan kaki ke daerah kawah. Sesampai di kawah kami takjub dengan keindahan sebuah cekungan yang diselimuti oleh kabut tebal yang lambat laun semakin tipis dan akhirnya kami dapat melihat sebuah cekungan seluas 25 hektar yang berair keputih-putihan.

Air danau di kawah ini selalu berubah-ubah warna. Terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu, kuning terang dan yang paling sering dijumpai adalah berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah.

kawah-putih-02

Konon kabarnya, bila kita berkunjung di malam hari dan jika beruntung kita bisa menikmati keajaiban alam. Pada saat langit cerah dengan disinari bintang-bintang, dari danau kawah putih terlihat pancaran cahaya terang kehijau-hijauan menghiasi kawah. Kemudian, dari bias cahaya berwarna hijau itu, membentuk sebuah lingkaran yang mampu menerangi seluruh lokasi kawah. Waw…sangat menakjubkan tentunya.

Keberadaaan danau Kawah Putih di puncak Gunung Patuha yang menurut penelitian masih tergolong aktif itu di batasi oleh dinding bebatuan terjal di sebelah utara dan di sebelah barat masih terdapat pancaran kawah yang bergolak. Jika ingin lebih dekat kawah bisa melalui pintu masuk di sebelah timur. Tak jauh dari lokasi kawah terdapat sebuah gua buatan sedalam 5 meter.

Keindahan kawah selanjutnya kami nikmati sambil berjalan santai dan duduk-duduk pada shelter-shelter.

Keindahan danau Kawah Putih Gunung Patuha, memang sangat membuat kami terlena. Belum pernah kami sebelumnya melihat keindahan yang seperti ini. Tak dirasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 kami kembali ke lokasi kendaraan. Tapi kami tidak lupa untuk menikmati suguhan andalan Kawah Putih yaitu jagung bakar.

Tepat pukul 15.30 kami meluncur kembali ke Bandung…sejak turunan Ciwidey (kebun strawberry) kami menempuh perjalanan dengan kondisi cuaca hujan yang cukup deras…tak berhenti sampai di Bandung…parkir

Tertarik untuk menikmati keindahannya? Anda bisa menikmati melalui foto-foto yang menyertai tulisan ini.

Jus Sehat Favorit-ku

  1. Wortel, jahe dan apel: meningkatkan dan membersihkan sistem pencernaan
  2. Apel, mentimun dan seledri : mencegah kangker, mengurangi kolestrol dan menyembuhkan gangguan sakit perut dan mencegah sakit kepala.
  3. Tomat, karot (wortel) dan apel: untuk mencegah complikasi penyakit kulit dan mencegah nafas bau
  4. Paria, apel dan susu segar untuk : mencegah nafas bau, dan mengurangi panas dalam badan
  5. Orange (jeruk oren), jahe dan mentimun untuk : meningkatkan jalinan kulit, kelembaban kulit dan mengurangi panas dalam badan. juice-sehat
  6. Nenas, apel dan semangka untuk : mencegah kelebihan garam, memperkuat saluran air seni dan ginjal
  7. Apel mentimun dan buah kiwi untuk : Meningkatkan complexion kulit
  8. Buah pear dan pisang untuk mangatur kadar gula.
  9. Wortel, apel, buah pear dan mangga untuk: menyegarkan suhu badan, mencegah keracunan dalam tubuh, mengurangi tekanan darah dan melawan oxidasi (zat asam).
  10. Melon (kulitnya yg berwarna kuning), anggur, semangka dan susu segar : kaya dengan vitamin C + Vit B2 untuk meningkatkan activitas cell darah dan meningkatkan ketahanan tubuh.
  11. Pepaya, nenas dan susu segar : Kaya dengan Vit A, C ,E dan Zat Besi. Meningkatkan compleksi kulit dan penggantian zat.
  12. Pisang, nenas dan Susu segar : Kaya dengan Vitamin, mengandung zat-zat makanan yang sangat penting dan mencegah sembelit (susah buang air besar)

Note: Semua materi diatas diblender dijadikan minuman sehat

Serayu Rafting – Catatan Perjalanan Bekpeker

Arung jeram adalah kegiatan yang membutuhkan kemampuan fisik dan mental karena adanya tantangan alam. Di sisi lain ada 11-serayu-rest aspek rekreasi karena lokasinya berada di daerah yang masih hijau dan asri. Di Banjarnegara (sungai serayu) – kita dapat menikmati pemandangan dan suasana yang tenang.

Secara emosional, berarung jeram bisa merupakan sarana untuk melepaskan stres. Bila belum pernah melakukannya, perasaan kita akan bercampuk aduk antara takut, tegang, dan penasaran. Setelah merasakan serunya perjalanan mengarungi arus deras sungai, yang terasa adalah sensasi yang menyenangkan.

Saya masih ingat, ketika melintasi jeram, semua personil dalam perahu berteriak keras, seolah-olah terlepas dari semua masalah. Kita semua merasa excited dan stres yang membebani pikiran menjadi hilang. Boleh dibilang, kaum bekpeker merasa ketagihan. Mengapa? Karena seperti olah raga lain, arung jeram baik untuk kesehatan. Berarung jeram dapat meningkatkan kemampuan atau kapasitas jantung dan paru-paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta fleksibilitas sendi bahu dan pinggang. Manfaatnya, tubuh bisa merasa lebih bugar.

Selain keberanian yang dimiliki, bermain arung jeram juga mendukung kita untuk bermain dengan resiko. Diantara resiko tersebut antara lain lain jatuh, terbentur batu, tersangkut ranting, tertusuk duri, jatuh ke dalam jeram, tergulung pusaran air, sampai hanyut. Meminimasai resiko tersebut adalah dengan memahami bagaimana berarung jeram dengan baik dan aman.

Pilihan tim bekpeker kali ini jatuh ke Sungai Serayu, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sungai yang berada di kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara itu mempunyai karakteristik yag berbeda dengan Cikandang. Cikandang mempunyai karakteristik sangat terpengaruh oleh curah hujan, sehingga kemungkinan terjadinya bandang ketika musim hujan sangat besar. Sedangkan Serayu tidak.

35-serayu-team01Tim terdiri dari 8 personil: Saya, Mas Aji, Samudra (nggak pake Imam), Gati, Indri, Pak Faisal, Deni dan Wulan…karena halangan yang mendadak beberapa member terpaksa tidak bisa bergabung.

Tim berangkat dari titik point 2 desa Singomerto. Jarak dari Krasak ke Singomerto 25 Km (hasil pengukuran dengan peta-data sekunder dari internet mengatakan 18 km) dengan gradien penurunan sebesar + 350 m (Krasak 350 mdpl, Singomerto 700an mdpl). Lebar sungai berkisar 12-25 m. Akses jalan tergolong mudah karena disisi kiri sungai dekat dengan jalan utama yang menghubungkan Wonosobo dengan Banjarnegara. Selama pengarungan terdapat standing wave yang memang seru untuk bekpeker. Sesuai dengan petunjuk yang diberikan perkiraan waktu tempuh adalah 4 jam dengan kondisi saat ini tingkat kesulitan ada pada grade 3-4 (habis hujan 2 hari sebelumnya)

Dalam catatan saya, persiapan yang dilakukan tim bekpeker pada edisi Sungai Serayu ini cukup baik, diantaranya: pakaian; sandal gunung (ada yang bawa sandal baru lho); makan pagi (nasi goreng yang ueenak); brieffing; berdoa; minum (ransum) 08-serayu-sulit02selama perjalanan dan sunblock.

Satu kegiatan yang terlupakan adalah peregangan. Terutama otot bahu, lengan dan kaki. Mungkin karena semangat yang tinggi melihat arus sungai Serayu membuat seluruh anggota tim lupa untuk peregangan…..….Terakhir tim juga tidak membawa perangkat obat2an sebagai antisipasi bila ada rekans yang cedera.

Untuk provider, kali ini Serayu Adventure sangat berpengalaman. Hal ini ditandai dengan berbagai fasilitas yang disediakan, diantaranya:

  • Sarana transportasi menuju start point
  • Perangkat rafting yang lengkap (sampai karet untuk ikat kacamata tersedia lho…)
  • Guides
  • Rescue team
  • Sarapan, snack (kelapa muda dan tempe mendoan)
  • Makan siang
  • Sertifikat

37-serayu-flow01Akhir cerita, tim bekpeker membutuhkan waktu kurang dari 3 jam untuk mencapai finish di Singomerto (base camp). So, masih banyak sungai2 lain menarik untuk diarungi……

Saya ucapkan terima kasih atas kekompakan dan kebersamaan untuk bekpeker di edisi Serayu ini…Ditunggu adventure lainnya…..

Bravo Bekpeker….