Archive | October 9, 2007

Layanan kunci 3G Wireless and Mobile Internet Services

Sebuah lembaga riset yang memiliki spesialisasi di wireless communication, Alexander Resources menyatakan bahwa hanya sedikit layanan seluler yang bisa diterima oleh pasar.

Hasil analisa ini merupakan penelitian dari layanan berbasis 3G dengan memperhatikan tingkat penerimaan pasar, manfaat yang diberikan oleh produk/service, dll. Cukup mengejutkan lagi adalah hanya 13% dari responden yang menyatakan ingin untuk menggunaakan bandwidth lebar (high bandwidths)

Layanan kunci 3G adalah:
Berbasis lokasi, informasi dan layanan : layanan ini berupa travel/driving instructions, physical locations/addresses, identifying current location dan asset tracking.

Layanan Messaging; E-mail, IM, fax, voice mail, conferencing, alerts, dll. Layanan lain misalnya “Look At This” One-way Spontaneous Video Applications

Mobile e-commerce: Product & service purchases, Financial transactions/Payments, dll

Remote Control/Monitoring : Dispensing machines, Home appliances, electronics, Office machines, HVAC, Security, – Healthcare, Vehicle information

General Information
– Product/service descriptions, pricing, availability, Travel, Sports, Stock/financial, News, Weather
– Entertainment schedules/locations/reservations

Internet access and surfing

Corporate databases: Customer information, Order status, Messaging, Document access

General Video

Entertainment : Audio (clips/streaming), Video (clips/streaming), Games and gambling, Books and magazines

Dari layanan di atas disimpulkan bahwa :
– 88% dari seluruh layanan tidak membutuhkan bandwidth yang besar
– 31% dari layanan memiliki tantangan tersendiri spt: biaya pemakaian, biaya pembelian terminal. Penambahan software, dan kepuasan layar.
– 44% membutuhkan edukasi dan peran pemasaran yang agresif
– 59% dibutuhkan jika pelanggan sedang mobile
– 4% dari seluruh layanan berhadapan dengan budaya dan kondisi sosial yang beragam
– 44% membutuhkan modifikasi baik disisi sistem maupun layanan (oleh operator maupun konsumen)

Janganlah Berbuka Puasa Dengan Yang Manis

Di bulan Ramadhan, sering kita dengar kalimat ‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,’ katanya. Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?

Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)
Nabi Muhammad Saw berkata : “Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.”

Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan ‘yang manis-manis’ ? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate) . Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa,
adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate) .

Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas.
Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa  dengan makanan atau minuman yang manis adalah ‘sunnah Nabi’. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.

Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa ‘disunnahkan’ minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.

Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa ‘manisan kurma’, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi
sangat mahal.

Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan? Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

Mari kita bicara ‘indeks glikemik’ (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa?
Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka. Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya) , sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi Allah ‘ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau.

Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, ku rma yang ada di Indonesia adalah ‘manisan kurma’, bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.

Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.

Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh
dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa. Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti ‘buah pir’, penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah ‘sunnah’, maka puasa bukannya malah menyehatkan kita.

Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya ‘rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.’ alau saya pribadi, sahur cukup dengan oatmeal gandum (ditambah gula sedikiiiiiit) , atau roti coklat gandum, dua atau tiga butir telur rebus
(kuningnya saya hancurkan dan ditebarkan di rumput untuk makanan semut-semut di halaman rumah), sayuran segar, dan air putih. Ini sudah cukup untuk membuat tenaga saya tidak habis sampai buka puasa karena energi dari karbohidrat kompleksnya (gandum) akan dilepas pelan-pelan ke dalam tubuh sepanjang hari. Ketika berbuka, sesuai anjuran Rasulullah dan sufi tadi, saya biasanya minum segelas air, lalu shalat maghrib. Setelah shalat makan nasi seperti biasa, sebisa mungkin dengan porsi karbohidrat- protein-lemak- air proporsional.
Dan tentu tidak untuk ‘balas dendam’ karena puasa seharian. Ini justru saat yang penting untuk melatih melawan keinginan hawa nafsu ‘makan sekenyang-kenyangnya’.

Belajar sabar. Waham Umum. Oke, kembali ke topik. Nah, saya kira, “berbukalah dengan yang manis-manis” itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, ‘berbukalah dengan yang manis’ itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.

Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya. Saya, mungkin juga para
sahabat yang lain, ingin sekali tahu. Semoga tidak termakan waham umum ‘berbukalah dengan yang manis’. Atau lebih
baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama. Periksa dulu kebenarannya.

Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: “Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang.” Juga,isi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.

“Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang,” kata Rasulullah. “Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertigalagi untuk nafasnya.”

(HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma’di Kasib)

Apa arti Kompetisi?

Apa arti kompetisi? apakah kita harus takut dengan kompetisi?

Merriam-Webster mendefenisikan kompetisi dalam suatu bisnis adalah : “the effort of two or more parties acting independently to secure the business of a third party by offering the most favorable terms.”
Menurut teori mikro-ekonomi disebutkan juga bahwa “no system of resource allocation is more efficient than pure competition”
Dengan kompetisi maka perusahaan akan selalu terpacu untuk mengembangkan produk baru, layanan baru atau teknologi baru. Hal ini pada akhirnya akan memberikan banyak pilihan dan produk yang lebih baik. Banyaknya pilihan pada akhirnya membuat harga menjadi lebih murah dibandingkan dengan produk sejenis lain atau jika tidak ada kompetisi (oligopoli)

Dalam beberapa teori disebutkan ada 3 level kompetisi :
Direct Competition (category competition atau brand competition); terjadi dimana produk yang dijual memiliki fungsi yang sama dengan produk kompetitor. Contoh Honda Jazz berkompetisi dengan Toyota Yaris, Suzuki Swift, Daihatsu Sirion, Kia Pride, Hyundai Getz. Masing-masing pabrikan berkompetisi di segmen city car.
Indirect Competition; terjadi dimana produk saling men-substitusi dengan produk lain. Contoh: mentega berkompetisi dengan margarine, mayonese, atau saos sebagai bahan makanan.
Budget Competition; merupakan bentuk kompetisi yang paling lebar. Dalam kategori ini adalah segala sesuau yang ada dalam pikiran pelanggan untuk menghabiskan uang yang mereka miliki. Contoh, sebuah keluarga memiliki uang Rp. 2 jt. Dengan uang tersebut mereka bisa membeli banyak barang. Perusahaan harus berkompetisi untuk mendapatkan uang keluarga tersebut.

Dalam kondisi saat ini TELKOM masih berada pada kompetisi level 1 dan 2.
Pada level ini, jika perusahaan tidak mampu menjalankan perusahaan dengan efektif dan menjual produk dengan murah dan berkualitas, maka pelanggan akan pergi dan mencari alternatif produk dengan harga dan kualitas yang sama atau harga yang lebih rendah.
Nah, terkait dengan apa yang terjadi di lingkungan bisnis telekomunikasi belakangan ini; munculnya pemain2 baru sebaiknya jangan dianggap sebagai kerikil bagi perusahaan. Mereka muncul karena desakan kebutuhan pelanggan yang membutuhkan variasi produk dengan ragam harga yang variatif (dampak globalisasi juga sih…)

PT TELKOM yang sudah malang melintang dalam sistem monopoli dan duopoli boleh dibilang tersentak dengan perubahan yang sangat cepat. Pikiran tentang UU No.5/1999 (UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Usaha) akan menggerogoti bisnis TELKOM masih melekat di sebagian pikiran warga TELKOM (dianggap merugikan perusahaan).

Bagaimana dengan Anda?

Tips Membeli Camcorder Digital

Camcorder DigitalSetiap moment dalam kehidupan sangat berharga. Karena alasan tersebut pula, Anda membutuhkan alat perekam untuk mengabadikannya. Tapi jangan terjebak dengan banyaknya merek dan perangkat kamera yang saat ini beredar. Salah-salah Anda menyesalinya, karena kualitas yang dihasilkan tidak seperti yang ada inginkan dan ketinggalan zaman. Selain harga yang menjadi pertimbangan, Anda juga perlu tahu spesifikasi lain yang harus dimiliki sebuah alat perekam yang handal. Berikut ini adalah tip-tip sebelum Anda membeli camcorder digital.

Lensa Kamera
Setiap kamera dalam menangkap objek gambar memerlukan sebuah lensa. Karenanya, lensa tergolong komponen yang berharga mahal dari sebuah perangkat kamera video digital. Untuk sebuah kamera video, optik lensa memiliki faktor utama untuk menghadirkan kualitas rekaman video. Lensa yang saat ini beredar ada dua macam. Yang pertama lensa zoom permanen yang kebanyakan dimiliki oleh Camcorder DigitalVideo (DV). Sedangkan yang kedua yaitu lensa berkualitas tinggi seperti yang digunakan untuk fotografi maupun perangkat video profesional. Contohnya, Camcoder DV Canon XL1 yang menggunakan lensa fotografi EOS 35 mm. Namun yang perlu menjadi catatan, Anda sebaiknya menghindari penggunaan zoom digital secara berlebihan agar diperoleh hasil yang maksimal.

Stabilisator Image
Fitur ini dinilai sangat penting, baik bagi pemula maupun profesional yang suka mengabadikan gambar dalam posisi bergerak. Karena kamera yang telah dilengkapi optical stabilization, yang menggunakan sistem detektor gerakan lensa ini, berfungsi untuk meredam setiap efek getaran dari setiap image bergerak sehingga mampu terekam dengan lebih stabil. Jadi Anda perlu mempertimbangkan keberadaaan alat ini dalam kamera Anda. Ada juga Camcoder yang dilengkapi dengan Electronic Image Stabilition.

CCD (Charge Coupled Devices)
CCD adalah jenis chip komputer berfungsi sebagai penangkap objek gambar yang kemudian dikonversi ke dalam sinyal elektrik. Kemampuan CCD ditentukan oleh ukuran dari setiap chip CCD yang diukur berdasarkan elemen pixel. Semakin besar pixelnya semakin baik kualitas gambar yang diserap. Selain Camcoder yang dilengkapi dengan single CCD ada juga yang dilengkapi dengan 3-CCD. Di mana setiap CCD difungsikan sebagai penangkap warna-warna primer. 3-CCD tentu lebih baik dari single-CCD, karena sangat responsif terhadap pencahayaan rendah pada saat pengambilan gambar di ruang gelap.

Progressive Scan
Sampai saat ini masih jarang jenis kamera video digital yang dilengkapi dengan fitur mode Progressive Scan (telusur progresif). Padahal fitur jenis ini sangat spesial. Dimana setiap rekaman video tidak akan terjadi celah antara garis ganjil dan genap pada setiap framenya. Hasilnya image gambar yang tak terputus pada proses scanning-nya. Dan ini sangat penting bagi Anda yang ingin mengambil gambar video untuk dipakai sebagai foto image dengan gambar yang berkualitas tinggi.

Masukan Video Analog
Untuk jenis Camcoder model lama, tidak ditemukan keluaran video model IEEE 1394 untuk DV. Maka jenis kamera DV sangat memerlukan sebuah masukan video untuk format analog agar kompatibilitas dari perangkat lama Anda masih tetap dapat dinikmati. Biasanya DV juga menyediakan konektor masukan /keluaran jenis S-Video.

Rekaman Audio
Proses rekaman audio dari setiap kamera video digital minimal telah mengadopsi PCM Stereo dengan kemampuan sampling rate 32 KHz/12 bit untuk empat kanal, atau 48 KHz/16 bit pada dua kanal.

Fitur Kamera
Kualitas suatu kamera tentu bisa dilihat dari fitur yang dimilikinya. Makin lengkap tentu akan semakin bagus. Tapi tentu terlepas bagaimana Anda mengoptimalkan kemampuan kamera tersebut. Adapun fitur tombol yang dapat mempengaruhi setiap hasil pengambilan gambar seperti; Zoom Control, Focus, White Balance Exposure, dan Shutter Speed.

Economic Design
Tidak dipungkiri, penampilan tentu masih menjadi hal utama yang patut dipertimbangkan. Selain desainnya harus menarik, kriteria lainnya tentu harus nyaman dipakai. Terutama dalam penempatan tombol-tombol dari kamera harus dicoba nilai kenyamanannya sehingga tidak menyulitkan dalam penggunaannya.
Bila Anda memperhatikan hal tersebut, bisa dipastikan Anda mendapatkan kamera yang selama ini Anda idam-idamkan dengan keunggulan seperti harapan Anda. Tapi perlu diingat, semakin canggih kerja kamera tersebut dengan fitur-fitur yang lengkap, tentu harganya akan semakin mahal.

Tingkatan Baca Al-Quran

Terdapat 4 tingkatan atau mertabat bacaan Al-Quran iaitu bacaan dari segi cepat atau perlahan.

1. At-Tartil : Bacaannya yg perlahan², tenang dan melafazkan setiap huruf daripada makhrajnya yg tepat serta menurut hukum² bacaan Tajwid dgn sempurna, merenung maknanya, hukum dan pengajaran daripada ayat.
2. At-Tahqiq : Bacaannya seperti Tartil cuma lebih lambat dan perlahan, seperti membetulkan bacaan huruf drp makhrajnya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung.
3. Al-Hadar : Bacaan yg cepat serta memelihara hukum² bacaan Tajwid.
4. At-Tadwir : Bacaan yg pertengahan antara tingkatan bacaan Tartil dan Hadar, serta memelihara hukum² Tajwid.
Makhraj-Makhraj Huruf

Makhraj ialah tempat menahan/menyekat udara ketika bunyi huruf dilafazkan. Huruf yg dimaksudkan ialah huruf Hija’iyah, bahasa arab yg mengandungi 28 huruf. Menurut pendapat Imam Al-Khalil Bin Ahmad dan kebanyakan Ahli Qiraat serta Ulamak Nahu antaranya Imam Ibnu Al-Jazari. Jumlah bilangan makhraj yg umum terbahagi kepada 5 bahagian.

1. Bahagian rongga mulut dan rongga kerongkong ( Al-Jauf )
2. Bahagian kerongkong ( Al-Khalk )
3. Bahagian lidah ( Al-Lisan )
4. Bahagian bibir mulut ( Asy-Syafatan )
5. Bahagian hidung ( Al-Khaisyum )

Kemudian drp makhraj yg umum itu, dipecah-pecahkan menjadi jumlah sebanyak 17 makhraj pecahan. Penerangan adalah seperti berikut :

1. Makhraj pertama : Dari rongga kerongkong hingga rongga mulut keluar daripadanya Huruf Mad.
2. Makhraj kedua : Pangkal kerongkong, keluar daripadanya Huruf Hamzah dan Ha’.
3. Makhraj ketiga : Tengah kerongkong, keluar daripadanya Huruf Ain dan Ha.
4. Makhraj keempat : Hujung kerongkong, keluar daripadanya Huruf Ghain dan Kho’.
5. Makhraj kelima : Pangkal lidah, apabila pangkal lidah diangkat ke langit² lembut ditekan pd anak tekak, keluar Huruf Qoff.
6. Makhraj keenam : Pangkal lidah, terkeluar sedikit daripada makhraj Qoff, keluar daripadanya Huruf Kaff.
7. Makhraj ketujuh : Pertengahan lidah, keluar daripadanya Huruf Jim , Syin dan Ya’.
8. Makhraj kelapan : Sepanjang tepi lidah yg ditekankan pada geraham atas. Keluar daripadanya Huruf Dod.
9. Makhraj kesembilan : Tepi hujung lidah, diangkat ke langit² keras menekan pd gusi gigi depan sebelah atas. Huruf Lam.
10. Makhraj kesepuluh : Tepi hujung lidah, berdekatan dengan makhraj Lam. Keluar daripadanya Huruf Nun.
11. Makhraj kesebelas : Tepi hujung lidah, berdekatan dgn makhraj Nun serta melencong kebelakang tepi hujung lidah. Huruf Ro’.
12. Makhraj keduabelas : Hujung lidah yg diangkat menekan pd gusi gigi atas. Keluar daripadanya Huruf Tho’, Dal dan Ta’
13. Makhraj ketigabelas : Hujung lidah yg ditekan pd belakang gigi bawah antara depan lidah dan langit² keras. Huruf Shod, Sin, Zai.
14. Makhraj keempatbelas : Hujung lidah yg dikeluarkan terletak antara hujung gigi atas dan bawah. Huruf Zho’, Zal dan Tsa’.
15. Makhraj kelimabelas : Bibir mulut dlm sebelah bawah diangkat mengenai hujung gigi atas. Huruf Fa’
16. Makhraj keenambelas : Dua bibir mulut apabila dibulatkan muncung kehadapan secara terbuka. Huruf Wau, Ba’ dan Mim.
17. Makhraj terakhir : Pangkal hidung, bunyi berdengung. Keluar daripadanya Huruf Mim dan Nun ( Bertasydid )

10 Cara untuk meningkatkan massa otot

latihan bebanSaat ini banyak cara untuk meningkatkan massa otot, namun hanya 10 yang penting. Dengan kata lain program ini bisa menjamin suksesnya program Anda dalam membangun otot yang optimal.

1. Latihan Beban
Latihan beban biasanya menggunakan alat dengan tingkat variasi yang berbeda. Kekuatan dan daya tahan otot dapat dibentuk melalui mekanisme “free weights” seperti menggunakan barbell atau dumbbell, mesin fitness baik dengan menggunakan kabel dan katrol untuk membantu mengangkat beban.

Untuk membesarkan otot, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah dengan melatih otot dengan beban yang “berat”. Berat disini adalah jumlah beban yang menantang (mampu diangkat). Atau dengan kata lain maksimum bisa melakukan pengulangan atau repetisi 4-8 kali. Untuk peningkatan massa otot, mengangkat beban yang ringan (jika kita mampu mengangkat 10-15 repetisi) tidak dianjurkan. Dengan beban berat dan repetisi yang rendah akan membuat tekanan lebih pada otot dan memberikan stimulasi lebih ke serabut otot (muscle fibers); serabut otot berkembang akan menyebabkan pertumbuhan massa otot.

2. Makan makanan berkalori lebih banyak
Peningkatan massa otot secara tidak langsung akan meningkatkan berat badan. Dengan demikian, Anda harus merubah pola makan. Jika Anda tidak makan cukup kalori, berat badan anda tidak akan pernah bertambah, apapun yang anda lakukan. Untuk membangun otot, anda harus memakan kalori lebih banyak daripada yang dibakar oleh tubuh (surplus kalori). Kalori ekstra dibutuhkan untuk memperbaiki serat otot yang rusak akibat latihan dan membangun serat baru.

Makan, tentu saja tidak berarti makan apa saja. Semua kalori tidak sama untuk tiap makanan. Misal jika kita membutuhkan 2000 kalori perhari untuk meningkatkan massa otot, bukan berarti kita makan 4 kantong keripik kentang…..Tidak seperti itu. Nutrisi yang tepat sangat penting untuk membangun otot.

3. Makan protein lebih banyak
Tanpa protein, tubuh kita tidak akan bisa membangun otot. Karbohidrat digunakan sebagai energi untuk tubuh, sedangkan protein menyediakan asam amino yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki serat otot. Untuk pertumbuhan otot, karbohidrat tidak sepenting protein dan lemak. Latihan yang intensif membutuhkan asam amino yang lebih tinggi. Untuk membangun otot, paling tidak kita harus mengkonsumsi 2gram protein per-kilogram berat badan.

4. Makan lebih sering
Untuk meningkatkan berat badan, kita harus makan sejumlah kalori. Makan sering dengan jumlah yang cukup lebih baik dari pada makan sedikit tapi berjumlah besar. Makan jumlah besar berdampak pada penumpukan lemak di tubuh.
Teknik yang baik digunakan adalah mengurangi ukuran makan dan meningkatkan frekuensi makan. Membagi kalori dalam jumlah yang sedikit melalui porsi yang sedikit akan mengakibatkan penyerapan makanan dan pemanfaatan nutrien menjadi lebih optimal.

5. Makan lebih banyak lemak
Untuk mendukung pertumbuhan massa otot, lemak yang dimakan harus kategori rendah lemak (low fat). Banyak orang berpikir makan lemak akan membuat tubuh kita berlemak. Pandangan tersebut adalah salah….

Lemak yang harus dihindari adalah lemak jenuh yang menyebabkan penyakit jantung koroner. Yang harus ditingkatkan adalah lemak tak jenuh atau Essential Fatty Acids (EFAs). EFA akan membantu peningkatan produksi testosterone, mencegah otot rusak, membantu meningkatkan level HDL (kolesterol baik) dan membantu produksi hormon lainnya.

6. Minum air lebih banyak.
Agar otot tidak dehidrasi, kita harus banyak minum air. Jika kita latihan terlalu keras potensi dehidrasi sangat mungkin terjadi. Jika terjadi dehidrasi maka otot membutuhkan waktu lebih lama untuk perbaikan.

Dengan minum air yang cukup, tidak hanya peredaran darah yang lancar tetapi juga membantu mengeluarkan toksin dari dalam tubuh. Protein menciptakan proses metabolisme dan membuangnya dalam bentuk cairan. Tanpa air yang cukup, ginjal juga tidak mampu bekerja efisien mengeluarkan air tersebut.

7. Mengkonsumsi Multi-Vitamin
Vitamin bukanlah hal yang utama. Vitamin adalah suplemen. Sebaiknya konsumsi vitamin yang tidak mampu diproduksi oleh tubuh.
Banyak pabrikan yang menambahkan segala unsur dalam merk vitaminnya. Hal ini tidak penting karena multivitamin yang dibutuhkan (minimum) hanya vitamin A, B-kompleks, C, D, E, K dan mineral (kalsium, magnesium, zinc, iodine, selenium, dan besi). Kaum pria sebaiknya menghindari vitamin yang mengandung besi (iron). Besi dibutuhkan untuk wanita yang sedang masa menstruasi.

8. Mengkonsumsi Antioxidants
Antioksidan seperti vitamin A, C, E, Glutathione, Glutamine dan Selenium adalah penting untuk menjaga tubuh kita dari radikal bebas.

9. Istirahat lebih banyak.
Jika kita tidak istirahat maka otot kita tidak akan tumbuh….Mudah kan…
Otot tumbuh bukan di tempat fitness melainkan sewaktu kita tidur (istirahat)

10. Lakukan dengan Konsisten
OK, jika kita ingin mengetahui kunci untuk peningkatan massa otot dengan cepat??? Jawabannya adalah KONSISTEN

Anda bisa melakukan diet, latihan beban dengan instruktur yang berpengalaman, jadwal yang lengkap, alat yang canggih tapi jika tidak konsisten…semua tidak ada artinya….

Resep Hot-Dog

Anda hoby makan hot-dog? nggak perlu beli mahal-mahal…buat sendiri juga OK tuh…

Bahan:
4 buah roti hot dog, siap pakai, kerat keliling
2 sdm mayones botolan
1 sdm mentega
4 buah sosis sapi hot dog
4 lembar daun selada
4 sdm saus tomat
4 sdm saus cabai botolan
4 buah acar mentimun botolan, iris tipis
2 sdm mustard pasta

Cara membuat:
Sayat membujur roti menjadi dua. Panggang sebentar dalam toaster (bekas belahan menghadap ke atas) hingga kering.
Olesi masing-masing dengan mayones. Sisihkan.
Panaskan mentega hingga leleh. Goreng sosis hingga agak kering. Angkat.
Taruh selembar selada dalam roti. Beri sosis goreng.
Tambahkan saus tomat, saus cabai, dan acar mentimun, serta mustard pasta.
Tutup rapat. Sajikan segera.